Pernah dengar saran untuk mengisi bahan bakar kendaraan di malam hari? Katanya, kalau isi bensin siang hari, kita bisa rugi karena dapatnya lebih sedikit. Mitos ini sudah lama beredar dan sering jadi perbincangan di kalangan pengendara, terutama mereka yang selalu ingin mencari cara paling efisien untuk menghemat pengeluaran.
Nah, benarkah demikian? Untuk menjawab rasa penasaran ini, kita coba cari tahu dari pakarnya. Leopold Oscar Nelwan, seorang Dosen Teknik Mesin dan Biosistem dari IPB University, punya penjelasan menarik yang mungkin akan mengubah pandanganmu.
Menurut Leopold, secara ilmiah, anggapan tersebut memang tidak sepenuhnya salah. Ada dasar teorinya, kok! Namun, ia juga menegaskan bahwa efek atau perbedaannya sangatlah kecil, bahkan bisa dibilang tidak signifikan dalam penggunaan kendaraan sehari-hari.
Kenapa Mitos Ini Bisa Muncul? Ada Dasar Ilmiahnya!
Jadi, apa sih yang bikin orang percaya kalau isi bensin di malam hari itu lebih untung? Jawabannya ada pada sifat dasar fluida, termasuk bensin dan solar, yang kita pelajari di pelajaran fisika. Ketika suhu di sekitar naik, bahan bakar ini akan memuai. Artinya, volumenya akan bertambah atau terlihat lebih banyak.
Tapi, penting untuk diingat, meskipun volumenya bertambah, massa atau jumlah energi yang terkandung di dalamnya itu tetap sama, lho. Ibaratnya, kamu punya satu kilogram es batu, saat meleleh jadi air, volumenya berkurang tapi massanya tetap satu kilogram. Begitu pula dengan BBM, energi yang terkandung tidak berubah meski volumenya sedikit berbeda.
Masalahnya Ada di Sistem Penjualan, Bukan Fisika Semata
Nah, di sinilah letak "masalah" yang sering jadi perdebatan. Sistem penjualan BBM di Indonesia menggunakan satuan volume, yaitu liter. Kita beli bensin 1 liter, 2 liter, atau 10 liter, bukan 1 kilogram atau 5 kilogram.
Padahal, seperti yang dijelaskan tadi, volume bisa berubah karena suhu, tapi massa dan energi tidak. Ini yang bikin sebagian orang merasa ‘rugi’ kalau beli di siang hari saat bensin memuai, karena dengan jumlah liter yang sama, mereka merasa mendapatkan massa yang sedikit lebih ringan.
Perjalanan BBM dari Kilang Hingga ke Tangki Kendaraanmu
Proses distribusi BBM dari kilang minyak hingga sampai ke SPBU yang kita datangi itu panjang. Sepanjang perjalanan ini, BBM sangat mungkin mengalami perubahan suhu yang bervariasi.
Leopold menjelaskan bahwa di tingkat hulu, yaitu dari tempat penyulingan, BBM biasanya dijaga pada suhu standar sekitar 15 derajat Celcius. Ini untuk memastikan kualitas dan kuantitasnya tetap terjaga sesuai standar.
Namun, saat sudah sampai di tangki penyimpanan SPBU dan kemudian disalurkan ke kendaraan kita, menjaga suhu standar ini jadi tantangan tersendiri. Suhu lingkungan, baik siang maupun malam, pasti akan memengaruhi suhu BBM di pompa.
Seberapa Signifikan Perbedaannya? Angka Ini Bikin Kamu Kaget!
Setelah tahu dasar ilmiahnya, mungkin kamu bertanya-tanya, "Oke, ada perbedaannya, tapi seberapa besar sih?" Nah, di sinilah poin krusialnya. Leopold Oscar Nelwan menegaskan bahwa efek perubahan volume ini sebenarnya tidak terlalu besar.
Perubahan suhu BBM antara siang dan malam hari itu sendiri tidak signifikan. Biasanya hanya berkisar 2 hingga 3 derajat Celcius. Ini adalah rentang perubahan suhu yang relatif kecil untuk menghasilkan perbedaan volume yang besar.
Bayangkan saja, jika kamu mengisi 40 liter bensin di siang hari, dengan perbedaan suhu 2-3 derajat Celcius, selisih volume yang kamu dapatkan itu kurang dari 0,1 liter! Angka ini didapat dari perhitungan koefisien muai bensin yang sangat kecil, sekitar 0,00095 hingga 0,0011 per derajat Celcius. Untuk solar, selisihnya bahkan lebih kecil lagi.
Jadi, kalau kamu isi full tank 40 liter, perbedaan kurang dari 0,1 liter itu ibarat setetes air di lautan. Sulit sekali untuk merasakannya dalam penggunaan sehari-hari, apalagi sampai memengaruhi jarak tempuh kendaraanmu secara signifikan.
Jadi, Kapan Waktu Terbaik Isi Bensin?
Melihat data dan penjelasan dari pakar, kesimpulannya sudah jelas. Kamu tidak perlu repot-repot memaksakan diri mengisi BBM hanya di malam hari demi mengejar ‘keuntungan’ yang sangat kecil itu.
Perbedaan yang ada tidak akan memberikan dampak signifikan pada dompetmu atau jarak tempuh kendaraanmu. Prioritaskan kenyamanan dan keamananmu. Isi bensin kapan pun kamu butuh, kapan pun kamu lewat SPBU, dan kapan pun itu paling praktis untukmu.
Tips Hemat BBM yang Lebih Ampuh Daripada Menunggu Malam Hari
Daripada pusing memikirkan kapan waktu terbaik mengisi bensin, ada banyak cara lain yang jauh lebih efektif untuk menghemat BBM, lho. Ini beberapa di antaranya yang bisa langsung kamu praktikkan:
1. Jaga Tekanan Ban Sesuai Standar
Ban yang kempes membuat mesin bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan, sehingga boros BBM. Pastikan tekanan ban selalu sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di pintu mobil atau buku manual.
2. Gaya Mengemudi yang Halus
Hindari akselerasi mendadak dan pengereman keras. Mengemudi dengan stabil, perlahan, dan menjaga putaran mesin tetap rendah akan jauh lebih efisien. Teknik "eco-driving" ini terbukti sangat efektif.
3. Rutin Servis Kendaraan
Mesin yang terawat baik akan bekerja optimal dan lebih hemat BBM. Jangan tunda jadwal servis! Ganti oli, filter udara, dan busi secara teratur agar performa mesin tetap prima.
4. Kurangi Beban Tidak Perlu
Semakin berat kendaraanmu, semakin banyak BBM yang dibutuhkan untuk menggerakkannya. Buang barang-barang yang tidak perlu dari bagasi atau kabin mobilmu. Setiap kilogram beban tambahan akan memengaruhi konsumsi bahan bakar.
5. Rencanakan Rute Perjalanan
Hindari macet dan jalan memutar yang tidak perlu. Gunakan aplikasi peta untuk mencari rute tercepat dan terhindar dari kemacetan parah. Berhenti dan jalan di kemacetan adalah salah satu penyebab utama pemborosan BBM.
6. Matikan Mesin Saat Berhenti Lama
Jika kamu harus berhenti lebih dari satu menit (misalnya di lampu merah yang sangat panjang, menunggu seseorang, atau di persimpangan kereta api), lebih baik matikan mesin. Menyalakan kembali mesin tidak akan menghabiskan lebih banyak BBM daripada membiarkannya menyala dalam kondisi diam.
Jadi, mitos tentang isi bensin malam hari lebih untung itu memang ada dasar ilmiahnya, tapi efeknya super duper kecil. Jangan sampai kamu malah jadi kerepotan sendiri karena menunggu malam hari hanya untuk selisih yang tak seberapa. Fokuslah pada kebiasaan mengemudi yang baik dan perawatan kendaraan yang rutin. Itu jauh lebih nyata dampaknya untuk kantong dan lingkunganmu. Semoga informasi ini bikin kamu makin cerdas dalam berkendara, ya!


















