banner 728x250

Iron Lady Jepang Punya Hobi Nyeleneh: Calon PM Wanita Pertama Ini Setia pada Toyota Supra Turbo Legendaris!

iron lady jepang punya hobi nyeleneh calon pm wanita pertama ini setia pada toyota supra turbo legendaris portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Siapa sangka, di balik citra tegas dan ambisi politik yang membara, seorang calon Perdana Menteri wanita pertama Jepang punya hobi yang bikin melongo? Sanae Takaichi, politisi senior yang dijuluki ‘Iron Lady’ Negeri Sakura, ternyata bukan tipikal perempuan seusianya yang hobi memasak. Ia justru punya "cinta mati" pada mobil sport lawas, khususnya Toyota Supra Turbo Mk 3 yang sudah menemaninya sejak tahun 90-an. Sebuah kisah kesetiaan yang tak biasa dari seorang pemimpin potensial.

Siapa Sanae Takaichi?

banner 325x300

Sanae Takaichi, di usianya yang ke-64, adalah sosok yang sangat diperhitungkan dalam kancah politik Jepang. Ia dikenal dengan pandangan konservatifnya yang kuat dan gaya kepemimpinan yang lugas, membuatnya dijuluki ‘Iron Lady’. Namanya kerap disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menduduki kursi Perdana Menteri, menjadikannya pionir jika berhasil menjadi wanita pertama yang memimpin Jepang. Namun, di balik semua itu, ada sisi personal yang menarik dan mungkin tak banyak orang tahu.

Bukan Hobi Biasa: Kisah Cinta dengan Supra

Jauh dari kesan formal seorang politisi, Takaichi memiliki hobi yang sangat personal dan unik: mengoleksi mobil sport klasik. Dan bukan sembarang mobil, melainkan sebuah Toyota Supra Turbo Mk 3 yang ia beli sendiri saat masih muda. Mobil ini bukan hanya sekadar kendaraan, melainkan saksi bisu perjalanan hidup dan kariernya yang panjang.

  • Awal Mula Kecintaan pada Toyota

Kecintaan Takaichi pada merek Toyota ternyata punya akar yang dalam. Ia tumbuh besar di Prefektur Nara, selatan Osaka, sebagai putri dari seorang pegawai kantoran dan ibu yang bekerja di kepolisian. Keluarga Takaichi adalah loyalis sejati Toyota, sebuah fakta yang mungkin tak terlepas dari pekerjaan sang ayah di perusahaan yang berafiliasi dengan merek otomotif raksasa tersebut. Lingkungan inilah yang membentuk preferensi Takaichi terhadap mobil-mobil buatan Toyota.

  • Supra Mk3: Pilihan Hati Sang Politisi Muda

Pada tahun 1991, saat usianya baru menginjak 30 tahun, Takaichi dengan tekun menabung untuk membeli mobil pertamanya. Ia memilih Toyota Supra sebagai pengganti mobil lamanya, Celica XX, yang di luar Jepang dikenal sebagai Celica Supra. Bukan pilihan yang sembarangan, mengingat Supra adalah ikon mobil sport pada masanya.

Mobil impiannya itu adalah Supra 2.5GT Twin-Turbo Limited tahun 1991, berwarna Super White Pearl Mica yang elegan, dengan interior kulit burgundy yang mewah. Di balik kapnya, tersembunyi mesin 1JZ-GTE twin-turbo 2.5 liter inline-six yang bertenaga 276 hp, dipadukan dengan transmisi otomatis empat percepatan. Beberapa waktu kemudian, ia bahkan menambahkan sistem navigasi Panasonic ke dalam mobil kesayangannya, sebuah fitur canggih di era itu.

Saksi Bisu Perjalanan Karier

Supra putih mutiara itu menjadi lebih dari sekadar alat transportasi. Ia menjadi teman setia Takaichi saat berkampanye keliling daerah pemilihannya di Nara, mengantarkannya bertemu warga dan menyampaikan aspirasinya. Mobil itu juga sering melaju di jalan tol, membawa Takaichi menuju gedung parlemen di Tokyo, tempat ia mulai meniti karier politiknya yang gemilang setelah terpilih menjadi anggota parlemen pada tahun 1993.

Bisa dibayangkan, bagaimana mobil sport ini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas seorang politisi muda yang sedang naik daun. Supra ini bukan hanya membawanya secara fisik, tetapi juga menjadi simbol ambisi dan semangatnya.

Kesetiaan yang Tak Lekang Waktu

Yang paling luar biasa dari kisah ini adalah kesetiaan Takaichi pada mobilnya. Selama lebih dari dua dekade, bahkan ketika kariernya terus menanjak hingga menduduki jabatan menteri di pemerintahan pusat, Toyota Supra 2.5GT Twin-Turbo Limited tahun 1991 itu tetap dipertahankan. Ini bukan hal yang umum bagi seorang politisi dengan akses ke mobil dinas mewah.

Mobil itu berhenti digunakan sendiri sekitar awal tahun 2000-an, ketika Takaichi mulai menduduki posisi penting yang mengharuskannya sering dijemput mobil dinas. Namun, ia tak pernah menyerahkan kunci Supra-nya. Mobil itu tetap disimpan dengan baik di sebuah bengkel lokal di Nara, menunggu waktu untuk kembali bersinar. Kesetiaan ini menunjukkan sisi sentimental Takaichi, yang mungkin jarang terlihat di panggung politik.

Sentuhan Ajaib: Supra Kembali Berjaya

Tahun lalu, ketika Takaichi sedang berjuang keras dalam upayanya merebut kursi ketua Partai Demokrat Liberal (LDP), dealer Toyota di Nara, yang dulu menjual Supra itu kepadanya, merasa bahwa mobil tersebut butuh sentuhan baru. Mereka melihat potensi dan nilai historis yang terkandung dalam mobil tersebut.

  • Inisiatif Tak Terduga dari Dealer

Inisiatif ini datang dari hati. Dealer Toyota Nara, yang memiliki ikatan emosional dengan Takaichi dan Supra-nya, memutuskan untuk melakukan restorasi total. Mereka tahu bahwa mobil ini bukan hanya sekadar kendaraan, tetapi juga bagian dari sejarah seorang tokoh penting.

  • Dedikasi Para Teknisi Sukarelawan

Sebanyak 10 teknisi sukarelawan, ahli cat, dan bodi mobil bekerja sama dengan penuh dedikasi. Mereka mencurahkan waktu dan keahlian untuk mengembalikan Supra tersebut ke kondisi terbaiknya, seperti baru keluar dari pabrik. Setiap detail diperhatikan, setiap goresan diperbaiki, dan setiap bagian yang usang diganti. Ini adalah proyek restorasi yang penuh cinta, bukan hanya pekerjaan biasa.

Dari Jalanan ke Museum: Sebuah Warisan

Kini, Toyota Supra berwarna putih mutiara milik Sanae Takaichi telah selesai direstorasi dan dipajang dengan bangga di museum kecil dealer Toyota Nara. Lengkap dengan display yang menampilkan sosok calon perdana menteri perempuan pertama Jepang itu, mobil ini menjadi daya tarik tersendiri. Ia bukan lagi sekadar mobil sport, melainkan sebuah artefak yang menceritakan kisah seorang wanita tangguh dengan hobi yang tak terduga.

Lebih dari Sekadar Mobil: Cerminan Karakter "Iron Lady"

Kisah Sanae Takaichi dan Toyota Supra-nya memberikan kita pandangan yang lebih dalam tentang sosok ‘Iron Lady’ Jepang. Di satu sisi, ia adalah politisi yang tegas dan ambisius, namun di sisi lain, ia adalah individu yang memiliki kesetiaan, sentimentalitas, dan kecintaan pada hal-hal yang otentik. Hobi tak biasa ini tidak hanya memanusiakan dirinya, tetapi juga menunjukkan bahwa di balik citra publik yang kuat, ada pribadi dengan cerita dan passion yang menarik. Supra legendaris ini adalah cerminan dari karakternya: tangguh, berkelas, dan tak lekang oleh waktu.

banner 325x300