banner 728x250

Inden Jaecoo J5 EV Mengular Sampai Ribuan Unit, Chery Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf!

inden jaecoo j5 ev mengular sampai ribuan unit chery akhirnya buka suara dan minta maaf portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Para pecinta otomotif di Indonesia, khususnya yang sudah tak sabar menanti mobil listrik Jaecoo J5 EV, mungkin sedang merasakan kekecewaan. Pasalnya, inden untuk SUV listrik yang satu ini ternyata mengular hingga ribuan unit, jauh melampaui ekspektasi awal. Situasi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di kalangan konsumen.

Menanggapi keluhan yang terus bermunculan, manajemen Chery Indonesia akhirnya angkat bicara. Mereka mengakui adanya keterlambatan distribusi dan secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh konsumen yang terdampak. Ini adalah langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik.

banner 325x300

Permohonan Maaf Resmi dari Chery Indonesia

Zeng Shuo, selaku President Director Chery Group Indonesia, secara langsung menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang tidak mengenakkan ini. Ia mengakui bahwa proses pengiriman unit Jaecoo J5 EV memang belum berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Tentu saja, ini bukan kabar baik bagi mereka yang sudah menanti lama.

Permohonan maaf ini menunjukkan komitmen Chery untuk bertanggung jawab dan transparan kepada konsumen. Mereka memahami bahwa setiap penundaan dapat memicu kekecewaan, apalagi untuk produk yang sangat dinantikan seperti Jaecoo J5 EV.

Bukan CBU, Ini Alasan Utama Inden Jaecoo J5 EV Mengular

Alasan utama di balik mengularnya inden ini ternyata cukup fundamental: Jaecoo J5 EV berstatus rakitan lokal atau Completely Knocked Down (CKD), bukan impor utuh (Completely Built Up/CBU). Keputusan untuk merakit secara lokal memang memiliki banyak keuntungan jangka panjang, namun juga membawa tantangan tersendiri di awal produksi.

Zeng Shuo menjelaskan bahwa sejak awal, Chery memang berkomitmen untuk merakit J5 EV di Indonesia. Ini berarti proses produksi harus dimulai dari nol di pabrik lokal, termasuk penyiapan lini produksi, pelatihan tenaga kerja, hingga penyesuaian rantai pasok komponen. Semua ini membutuhkan waktu dan investasi yang tidak sedikit.

Tantangan Produksi Lokal di Awal

Proses CKD, meskipun strategis, seringkali menghadapi kendala di fase awal. Penyesuaian standar kualitas, ketersediaan komponen dari pemasok lokal, hingga optimalisasi kapasitas produksi, semuanya menjadi faktor penentu. Ini berbeda dengan mobil CBU yang tinggal diimpor dan didistribusikan.

Jumlah produksi yang dilakukan di pabrik lokal ternyata belum mampu mengimbangi lonjakan pesanan yang masuk. Akibatnya, antrean panjang atau inden pun tak terhindarkan, membuat banyak konsumen harus bersabar lebih lama dari yang diperkirakan.

Antusiasme Konsumen yang Tak Terbendung

Meskipun menghadapi kendala produksi, satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap Jaecoo J5 EV. Sejak pertama kali diperkenalkan di pasar Tanah Air, mobil listrik dengan banderol mulai Rp249,9 juta ini langsung menarik perhatian.

Zeng Shuo mengakui bahwa permintaan terhadap J5 EV sangat tinggi. Antusiasme ini terlihat jelas dari data pemesanan yang fantastis. Lonjakan pesanan yang signifikan ini menjadi bukti bahwa Chery telah berhasil menciptakan produk yang relevan dan menarik bagi pasar Indonesia.

Ribuan Unit Menanti di Antrean

Meski tidak menyebutkan angka spesifik, Zeng Shuo mengungkapkan bahwa inden J5 EV saat ini mencapai ribuan unit. "Jadi sampai sekarang indennya masih ribuan. Banyak konsumen sudah booking dan belum terima (mobil). Kami minta maaf," ujarnya dengan nada penyesalan.

Angka ribuan unit ini tentu bukan jumlah yang sedikit, dan ini menunjukkan betapa besarnya harapan konsumen terhadap mobil listrik Chery ini. Keterlambatan pengiriman unit tentu menjadi ujian bagi kesabaran dan kepercayaan konsumen.

Strategi Chery untuk Percepat Pengiriman

Tidak hanya meminta maaf, Chery juga bergerak cepat untuk mencari solusi. Zheng Shuo menegaskan bahwa saat ini mereka tengah berupaya keras untuk mempercepat proses pengiriman unit kepada konsumen. Langkah konkret yang diambil adalah dengan meningkatkan kapasitas produksi.

Pabrik Handal, yang menjadi lokasi perakitan J5 EV, akan ditingkatkan kapasitasnya secara bertahap. Peningkatan ini diharapkan dapat mempercepat produksi dan memangkas waktu tunggu inden yang saat ini mengular. Ini adalah kabar baik bagi mereka yang sudah lama menanti.

Target Pengiriman Lebaran 2025

Chery memiliki target ambisius untuk mengatasi masalah inden ini. Mereka menargetkan ribuan unit J5 EV dapat diserahkan kepada konsumen pada periode Lebaran 2025. Jika target ini tercapai, diharapkan inden konsumen di Tanah Air akan menurun secara signifikan.

Target ini menunjukkan keseriusan Chery dalam menyelesaikan masalah distribusi. Dengan memberikan tenggat waktu yang jelas, konsumen memiliki gambaran kapan mereka bisa berharap untuk menerima unit mobil listrik impian mereka.

Target Ambisius untuk Masa Depan Jaecoo J5 EV

Antusiasme pasar terhadap Jaecoo J5 EV memang luar biasa. Akhir tahun lalu, Chery mencatat pencapaian pemesanan J5 sebanyak 6.000 unit hanya dalam dua minggu pertama sejak peluncuran pada 3 November. Angka ini jelas menunjukkan potensi besar J5 EV di pasar Indonesia.

Lebih lanjut, Chery menargetkan sebanyak 10 ribu unit J5 EV bakal diserahkan kepada konsumen hingga Februari 2026. Target jangka panjang ini menunjukkan optimisme Chery terhadap penerimaan pasar dan komitmen mereka untuk memenuhi permintaan yang tinggi.

Komitmen Jangka Panjang Chery di Indonesia

Keputusan untuk merakit J5 EV secara lokal sejak awal merupakan bagian dari strategi jangka panjang Chery di Indonesia. Ini bukan hanya tentang menjual mobil, tetapi juga membangun ekosistem produksi yang kuat, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi pada industri otomotif nasional.

Meskipun menghadapi tantangan di awal, komitmen Chery untuk produksi lokal akan memberikan manfaat besar di masa depan, termasuk harga yang lebih kompetitif, ketersediaan suku cadang yang lebih baik, dan dukungan purna jual yang lebih kuat.

Pelajaran Penting bagi Industri Otomotif

Kasus inden Jaecoo J5 EV ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pelaku industri otomotif, terutama di segmen mobil listrik yang sedang berkembang pesat. Tingginya permintaan harus diimbangi dengan kesiapan produksi dan rantai pasok yang mumpuni.

Transparansi dan komunikasi yang baik dengan konsumen menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan. Dengan mengakui masalah dan menawarkan solusi konkret, Chery menunjukkan bahwa mereka serius dalam membangun merek yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.

Pada akhirnya, meskipun ada tantangan di awal, masa depan Jaecoo J5 EV di Indonesia tetap cerah. Dengan strategi produksi yang ditingkatkan dan komitmen kuat dari Chery, diharapkan para konsumen yang sudah menanti lama akan segera bisa merasakan sensasi berkendara dengan mobil listrik impian mereka.

banner 325x300