Jakarta, CNN Indonesia — Hino, merek kendaraan komersial yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, baru-baru ini membuat klaim yang cukup menghebohkan. Mereka menyatakan diri sebagai merek dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertinggi di Indonesia. Klaim ini bukan sekadar bualan, melainkan penegasan komitmen kuat Hino dalam mendukung industri otomotif nasional dan memperkuat ekosistem manufaktur di Tanah Air.
TKDN: Kenapa Penting Banget Buat Indonesia?
Mungkin kamu bertanya-tanya, apa sih sebenarnya TKDN itu dan kenapa angka ini begitu penting? TKDN adalah persentase komponen produk yang diproduksi di dalam negeri. Semakin tinggi TKDN suatu produk, semakin besar pula kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Ini berarti lebih banyak lapangan kerja tercipta, transfer teknologi terjadi, dan ketergantungan pada impor bisa berkurang.
Bagi Hino, pencapaian TKDN tertinggi ini menunjukkan keseriusan mereka untuk menjadi bagian integral dari kemajuan industri Indonesia. Ini bukan hanya tentang menjual produk, tetapi juga membangun kapasitas produksi lokal dan memberdayakan sumber daya manusia di negeri sendiri.
Perjalanan Panjang Hino di Bumi Pertiwi: 44 Tahun Berbakti
Kisah Hino di Indonesia bukanlah cerita semalam. Perjalanan mereka dalam merakit kendaraan di Tanah Air sudah berlangsung lebih dari empat dekade, tepatnya sejak tahun 1982. Kala itu, mereka memulai perakitan melalui perusahaan Hino Indonesia Manufacturing (HIM).
Seiring waktu dan perkembangan industri, HIM kemudian bertransformasi menjadi Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) pada April 2003. Evolusi ini menunjukkan adaptasi dan pertumbuhan berkelanjutan Hino di pasar Indonesia, dari sekadar perakitan hingga menjadi pemain manufaktur yang lebih mandiri.
Investasi Jumbo Triliunan Rupiah: Bukti Cinta Hino untuk Indonesia
Komitmen Hino terhadap Indonesia juga terlihat dari struktur kepemilikan perusahaan dan investasi yang digelontorkan. Mayoritas saham HMMI, sekitar 90 persen, dipegang oleh prinsipal Hino Motor Ltd. Sementara itu, 10 persen sisanya dimiliki oleh Grup Indomobil, menunjukkan kolaborasi kuat antara pihak asing dan lokal.
Total investasi yang sudah dikucurkan hingga saat ini mencapai angka fantastis, yaitu US$112,5 juta atau setara dengan sekitar Rp1,9 triliun. Angka ini bukan main-main, lho! Ini adalah bukti nyata bahwa Hino tidak ragu untuk menanamkan modal besar demi mengembangkan basis produksi dan memperkuat ekosistem industri otomotif di Indonesia.
Angka TKDN yang Bikin Bangga: Lebih dari Setengah Komponen Lokal!
Harianto Sariyan, Director HMMI, dengan bangga mengungkapkan bahwa Hino telah mengantongi sertifikasi TKDN untuk 31 jenis kendaraan niaga mereka, meliputi bus dan truk. Yang lebih membanggakan lagi, persentase TKDN untuk kendaraan-kendaraan ini berkisar antara 44,35 persen hingga 57,26 persen.
"Pabrikan kendaraan komersial ‘made in Indonesia’ itu Hino, sebab TKDN sudah lebih dari 50 persen," tegas Harianto di pabriknya yang berlokasi di kawasan Purwakarta, Jawa Barat, pada Rabu (21/1). Pernyataan ini jelas menunjukkan bahwa Hino tidak hanya merakit, tetapi benar-benar memproduksi sebagian besar komponen di dalam negeri.
Bukan Cuma TKDN, Ada Juga Bobot Manfaat Perusahaan!
Selain TKDN yang tinggi, Hino juga mencatatkan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) sebesar 14,10 persen. BMP ini merupakan nilai tambah yang diberikan perusahaan kepada negara, misalnya melalui penggunaan tenaga kerja lokal, pengembangan UMKM, atau program CSR.
Harianto menambahkan, "Tentu saja ini bukti dari strategi jangka panjang untuk mendorong pemanfaatan komponen lokal, pengembangan supplier dalam negeri, serta penguatan rantai pasok industri otomotif nasional." Ini menegaskan bahwa Hino tidak hanya fokus pada angka, tetapi juga pada dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat dan industri lokal.
Pabrik Raksasa di Purwakarta: Jantung Produksi Hino di Asia Tenggara
Untuk mendukung klaim TKDN tertinggi ini, Hino tentu memiliki fasilitas produksi yang mumpuni. Mereka telah membangun basis produksi yang sangat luas, mencapai 296.000 meter persegi, dengan luas bangunan lebih dari 169.000 meter persegi. Bayangkan saja, seberapa besar dan modern pabrik ini!
Fasilitas produksi raksasa ini didukung oleh 1.548 tenaga kerja yang terampil dan berdedikasi. Dengan kapasitas produksi terpasang hingga 75 ribu unit per tahun, pabrik ini mampu memproduksi berbagai jenis kendaraan, mulai dari truk ringan (light duty), truk sedang (medium duty), hingga bus. Ini menjadikan pabrik Hino di Purwakarta sebagai salah satu pusat manufaktur kendaraan komersial terbesar di Asia Tenggara.
Dari Indonesia untuk Dunia: Hino Go Global!
Yang lebih menarik lagi, produk dan komponen Hino yang diproduksi di Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik. Pabrik ini juga berkontribusi besar pada pasar global, menunjukkan kualitas dan daya saing produk "made in Indonesia" di kancah internasional.
Sejak ekspor perdana pada tahun 2011, Hino Indonesia secara konsisten mengekspor berbagai jenis produk. Mulai dari kendaraan utuh (CBU), kendaraan terurai (CKD), hingga komponen-komponen penting, semuanya dikirim ke berbagai negara. Destinasinya pun beragam, mencakup Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Thailand, dan Malaysia; Amerika Selatan seperti Bolivia dan Haiti; hingga Asia Timur seperti Pakistan, Taiwan, bahkan Jepang. Ini adalah bukti nyata bahwa kualitas Hino Indonesia sudah diakui dunia.
Masa Depan Cerah Hino dan Industri Otomotif Nasional
Klaim TKDN tertinggi, investasi triliunan rupiah, fasilitas produksi modern, dan jangkauan ekspor global menunjukkan bahwa Hino bukan sekadar pemain, melainkan pemimpin dalam industri kendaraan komersial di Indonesia. Komitmen mereka terhadap lokalisasi dan pengembangan industri dalam negeri patut diacungi jempol.
Dengan terus mendorong penggunaan komponen lokal dan memberdayakan rantai pasok nasional, Hino tidak hanya membangun bisnisnya sendiri, tetapi juga turut membangun kemandirian ekonomi Indonesia. Ini adalah kabar baik bagi kita semua, karena semakin banyak industri yang berinvestasi di dalam negeri, semakin kuat pula fondasi ekonomi nasional kita. Hino telah membuktikan bahwa mereka tak main-main dalam mendukung kemajuan Indonesia!


















