banner 728x250

Harga Mepet LCGC, Jaecoo J5 Ludes 10 Ribu Unit! SUV Listrik Ini Bikin Pabrik Tambah Produksi!

harga mepet lcgc jaecoo j5 ludes 10 ribu unit suv listrik ini bikin pabrik tambah produksi portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

SUV listrik Jaecoo J5 sukses besar di pasar Indonesia, bahkan sebelum benar-benar merata di jalanan. Sejak meluncur pada November 2025 lalu, kendaraan ramah lingkungan ini sudah dipesan lebih dari 10.000 unit. Angka fantastis ini membuktikan betapa antusiasnya konsumen terhadap mobil listrik dengan harga yang sangat kompetitif.

Fenomena Jaecoo J5: SUV Listrik Harga LCGC yang Bikin Geger

banner 325x300

Bayangkan saja, sebuah SUV listrik dengan fitur modern, desain menarik, namun harganya bisa bersaing ketat dengan mobil Low Cost Green Car (LCGC). Inilah daya tarik utama Jaecoo J5 yang berhasil memikat hati ribuan calon pembeli di Tanah Air. Kehadirannya seolah menjadi angin segar bagi mereka yang mendambakan kendaraan listrik tanpa harus menguras dompet terlalu dalam.

Angka 10.000 unit pesanan dalam waktu singkat ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari pergeseran minat konsumen. Masyarakat Indonesia kini semakin terbuka dengan opsi kendaraan listrik, apalagi jika ditawarkan dengan harga yang "masuk akal". Jaecoo J5 berhasil menangkap momentum ini dengan strategi harga yang jitu.

Dilema Manis: Banjir Pesanan Bikin Pabrik Keteteran

Namun, di balik euforia kesuksesan penjualan yang membludak, ada "dilema manis" yang harus dihadapi Jaecoo Indonesia. Banjir pesanan ini ternyata menimbulkan masalah baru, yaitu distribusi. Permintaan yang jauh melampaui kapasitas produksi awal membuat masa tunggu konsumen menjadi semakin panjang.

Awalnya, produksi Jaecoo J5 dilakukan di pabrik rekanan Chery Motor Indonesia, Handal Indonesia Motor, yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Proses perakitan lokal ini sudah dimulai sejak Oktober 2025. Namun, dengan lonjakan pesanan yang tak terduga, satu pabrik saja jelas tidak cukup untuk memenuhi semua permintaan.

Solusi Cepat: Pabrik Kedua Siap Beraksi di Wanaherang

Menyikapi kondisi ini, Jaecoo Indonesia tidak tinggal diam. Mereka bergerak cepat mencari solusi untuk mengatasi antrean panjang dan mempercepat pengiriman unit ke tangan konsumen. Pada Januari 2026, sebuah kabar gembira datang: Jaecoo Indonesia telah menjalin kerja sama strategis dengan Inchcape Indomobil Manufacturing Indonesia.

Kerja sama ini memungkinkan produksi Jaecoo J5 untuk ditambah di pabrik Inchcape Indomobil Manufacturing Indonesia yang berada di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat. Langkah ini merupakan bukti komitmen Jaecoo untuk memenuhi janjinya kepada konsumen dan menjaga kepercayaan pasar. Penambahan kapasitas produksi menjadi prioritas utama.

Pabrik di Wanaherang sendiri memiliki sejarah panjang dalam industri otomotif Indonesia. Dulunya, fasilitas ini dikenal sebagai perakit produk mobil penumpang dan truk Mercedes-Benz. Sejak diakuisisi oleh konsorsium Inchcape dan Indomobil pada tahun 2023, pabrik ini kini juga memproduksi mobil penumpang Mercedes-Benz serta produk dari merek China, GWM.

Mengurai Antrean Panjang: Target Pengiriman dan Inden Baru

Mohamad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia, menjelaskan bahwa keputusan untuk menambah kapasitas produksi J5 didorong oleh membeludaknya pesanan. "Tapi dalam hal ini, kami juga meminta maaf kepada konsumen, dengan waktu tunggu yang cukup, demand-nya tinggi," ujar Ilham di Bogor, Jumat (23/1).

Ilham mengakui bahwa masa tunggu yang panjang ini menjadi perhatian serius bagi pihaknya. "Kami waktu tunggu lama karena perakitan lokal. Kami berupaya menambah kapasitas produksi… kami memiliki satu fasilitas lagi yang sudah bekerja sama, itu untuk memproduksi J5, yang artinya ini menjadi concern kita juga, kami menambah kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan konsumen," tambahnya.

Pihak Jaecoo Indonesia menargetkan untuk menyelesaikan semua distribusi 10.000 unit pesanan yang sudah masuk pada Februari 2026. Hingga 26 Januari 2026, Jaecoo Indonesia baru saja menyerahkan sekitar 3.000 unit J5 kepada konsumen. Ini berarti masih ada sekitar 7.000 unit lagi yang harus dikejar pengirimannya dalam waktu satu bulan ke depan. Sebuah tantangan besar yang membutuhkan koordinasi dan efisiensi tinggi.

Lalu, bagaimana dengan konsumen yang baru memesan Jaecoo J5 pada Januari 2026? Ilham Pratama menegaskan bahwa mereka akan mengalami masa tunggu yang tidak sebentar. Namun, Jaecoo Indonesia memilih untuk tidak memberikan janji muluk-muluk mengenai durasi inden. Ini adalah strategi untuk menghindari kekecewaan konsumen di kemudian hari.

"Untuk yang melakukan pemesanan di Januari, kami sudah infokan ke konsumen akan ada waktu tunggu, kami beri pemahaman dulu ke konsumen. Kami akan update ke konsumen," jelas Ilham. "Kami tidak mau over promise, (misal pesan di Januari lalu dijanjikan dikirim Februari), kami belum bisa memberikan kepastian. Kalau over promise nanti jadi utang ke kami," pungkasnya. Pendekatan transparan ini diharapkan dapat membangun kepercayaan jangka panjang dengan pelanggan.

Masa Depan Jaecoo J5 di Indonesia: Optimisme di Tengah Tantangan

Fenomena Jaecoo J5 ini menjadi indikator kuat bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, terutama untuk segmen yang menawarkan nilai lebih dengan harga terjangkau. Keberanian Jaecoo untuk meluncurkan SUV listrik dengan harga "mepet LCGC" terbukti menjadi strategi yang sangat efektif.

Langkah cepat Jaecoo dalam menambah kapasitas produksi juga menunjukkan keseriusan mereka untuk bersaing di pasar otomotif Indonesia. Dengan dua pabrik perakitan lokal, Jaecoo tidak hanya berupaya memenuhi permintaan, tetapi juga berkontribusi pada industri manufaktur dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja. Ini adalah langkah penting untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih kuat di Indonesia.

Meskipun tantangan distribusi dan masa inden masih menjadi pekerjaan rumah, optimisme menyelimuti perjalanan Jaecoo J5. Dengan respons pasar yang luar biasa positif dan komitmen untuk terus meningkatkan produksi, Jaecoo J5 berpotensi menjadi salah satu pemain kunci dalam transisi menuju era kendaraan listrik di Indonesia. Konsumen kini hanya perlu bersabar menanti giliran untuk merasakan sensasi berkendara dengan SUV listrik yang sedang viral ini.

banner 325x300