banner 728x250

Geger! Penjualan Toyota di Indonesia Anjlok Drastis, Bos TAM Buka Suara: Ini Penjelasan Lengkapnya!

geger penjualan toyota di indonesia anjlok drastis bos tam buka suara ini penjelasan lengkapnya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Toyota, raksasa otomotif global, baru-baru ini menjadi sorotan utama. Pasalnya, prinsipal global menyoroti penurunan penjualan di Indonesia yang disebut sebagai salah satu yang terdalam di Asia. Kondisi ini tentu memicu banyak pertanyaan di kalangan pecinta otomotif dan pengamat ekonomi.

Menanggapi kabar kurang sedap ini, Jap Ernando Demily, Direktur Toyota Astra Motor (TAM), angkat bicara. Menurutnya, penurunan penjualan ini tidak bisa disamakan begitu saja dengan negara lain. Ada perbedaan karakter pasar, preferensi konsumen, hingga situasi ekonomi yang unik di setiap negara.

banner 325x300

Setiap negara, termasuk Indonesia, memiliki tantangan makro dan mikro ekonomi yang berbeda-beda. Inilah yang membuat perbandingan langsung penjualan menjadi kurang relevan. Jadi, kondisi pasar di Indonesia tidak bisa begitu saja disamakan dengan negara tetangga atau bahkan di benua yang sama.

Sorotan Global dari Markas Toyota

Laporan hasil penjualan Toyota Motor Corporation dari Januari hingga Desember 2025 memang mencatat hal menarik. Indonesia secara spesifik disorot karena penurunan penjualan yang signifikan. Dua faktor utama yang disebut-sebut adalah pungutan pajak dan ketatnya lembaga pembiayaan dalam memberikan kredit kepada calon pembeli.

Faktanya, laporan ini memberikan gambaran performa penjualan Toyota di berbagai negara kunci sepanjang tahun 2025. Meski Indonesia mengalami penurunan, penjualan Toyota secara keseluruhan di Asia justru menunjukkan tren positif. Total penjualan di Asia pada 2025 mencapai 3.285.605 unit, naik dari 3.214.633 unit di tahun sebelumnya.

Namun, ada "tapi" besar untuk Indonesia. Data penjualan Toyota (termasuk Lexus) di Tanah Air tercatat 260.446 unit, anjlok 12,2 persen dari 296.546 unit. Angka ini jelas menunjukkan tantangan serius yang dihadapi Toyota di pasar Indonesia.

Posisi Indonesia di Kancah Asia dan Asia Tenggara

Meskipun mengalami penurunan, Indonesia tetap menjadi pemain kunci di Asia. Negara kita berhasil menjadi kontributor penjualan Toyota terbesar ketiga di Asia selama tahun 2025. Posisi ini hanya kalah dari China yang mendominasi dengan 1.780.396 unit, dan India dengan 351.412 unit.

Lebih membanggakan lagi, di level Asia Tenggara, Indonesia masih menjadi juaranya. Kita berhasil mengungguli Thailand yang menempel ketat di posisi kedua dengan 230.038 unit. Diikuti Filipina dengan 229.447 unit, Malaysia 102.417 unit, dan Vietnam 74.206 unit. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, pasar Indonesia tetap krusial bagi Toyota di kawasan ini.

Biang Kerok Penurunan: Kredit Ketat dan Struktur Pajak

Jap Ernando Demily menjelaskan lebih lanjut bahwa penurunan penjualan di Indonesia dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year) disebabkan oleh kondisi lingkungan pasar yang terus menantang. Dua faktor utama yang menjadi sorotan adalah pengetatan seleksi kredit dan struktur pajak yang berlaku.

Pengetatan seleksi kredit oleh lembaga pembiayaan menjadi pukulan telak bagi calon pembeli. Banyak konsumen yang sebelumnya mampu membeli mobil secara kredit kini harus gigit jari karena persyaratan yang lebih ketat. Hal ini secara langsung mengurangi daya beli dan menunda keputusan pembelian kendaraan baru.

Selain itu, struktur pajak yang ada juga turut memengaruhi harga jual kendaraan. Pajak yang tinggi, baik itu pajak barang mewah atau pajak kendaraan bermotor, membuat harga mobil menjadi kurang terjangkau bagi sebagian besar masyarakat. Ini tentu menjadi hambatan besar dalam mendorong pertumbuhan penjualan.

Indonesia Tetap Pasar Strategis dan Nomor Satu

Meski menghadapi badai penurunan, Jap Ernando Demily menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi pasar yang sangat strategis bagi Toyota. Puji syukur, Toyota berhasil mempertahankan posisinya sebagai merek otomotif nomor satu di Tanah Air selama ini. Ini adalah bukti kepercayaan konsumen yang luar biasa.

"Puji Tuhan kami tetap mempertahankan market posisi nomor satu dalam hal ini prinsipal kami Toyota," kata Jap. Ia menambahkan, ini adalah apresiasi atas dedikasi Toyota selama 55 tahun berkiprah di Indonesia. Konsistensi dan inovasi menjadi kunci utama untuk tetap berada di puncak.

Komitmen Toyota untuk tetap bertahan dan tumbuh di Indonesia tidak akan goyah, terlepas dari naik atau turunnya penjualan. Bagi Toyota, Indonesia bukan hanya sekadar pasar untuk menjual produk. Lebih dari itu, Indonesia adalah bagian integral dari ekosistem industri otomotif global Toyota.

Membangun Ekosistem dan Masa Depan di Tanah Air

Toyota memiliki konsep jangka panjang untuk terus bertumbuh dan berinvestasi di Indonesia. Hal ini terlihat dari beragam produk yang mereka tawarkan, mulai dari kendaraan konvensional hingga elektrifikasi, untuk memenuhi kebutuhan pasar yang komplit. Mereka ingin memastikan setiap segmen konsumen terlayani dengan baik.

"Makanya kami punya produk yang komplit. Kami ingin bertumbuh," tegas Jap. Komitmen ini diwujudkan dengan terus membangun industri lokal, mengembangkan jaringan pemasok, serta mendirikan pabrik-pabrik. Ini semua bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan memperdalam Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Dengan memperdalam TKDN, Toyota tidak hanya mengurangi ketergantungan pada komponen impor, tetapi juga memberdayakan industri lokal. Ini adalah investasi jangka panjang yang menunjukkan keyakinan penuh Toyota terhadap potensi ekonomi Indonesia. "Makanya kami yakin akan tetap bertumbuh dan stay di Indonesia," pungkas Jap Ernando Demily, memberikan sinyal kuat bahwa Toyota akan terus berinovasi dan beradaptasi demi masa depan yang cerah di Tanah Air.

banner 325x300