banner 728x250

Geger! Penjualan Motor Indonesia Diprediksi Pecah Rekor di 2025, AISI Ungkap Angka Fantastis!

Suasana pameran motor dengan berbagai merek dan pengunjung di Jakarta International Expo.
Pameran otomotif ramaikan optimisme AISI dalam penjualan motor.
banner 120x600
banner 468x60

Jumat, 12 Sep 2025 – Kabar gembira datang dari industri otomotif Tanah Air. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan optimisme luar biasa terhadap pasar sepeda motor domestik tahun ini. Mereka yakin penjualan bisa menyentuh angka fantastis, antara 6,4 hingga 6,7 juta unit.

Target ambisius ini bukan sekadar angka. Jika tercapai, penjualan motor di Indonesia akan mencetak rekor baru dalam lima tahun terakhir, bahkan berpotensi melampaui masa kejayaan sebelum pandemi COVID-19. Ini adalah sinyal kuat kebangkitan ekonomi dan daya beli masyarakat.

banner 325x300

Kembali ke Era Pra-Pandemi: Mampukah?

Ingat masa sebelum pandemi meluluhlantakkan segalanya? Pada tahun 2019, penjualan motor di Indonesia mencapai 6,487 juta unit, sebuah puncak yang membanggakan. Namun, badai COVID-19 di tahun 2020 membuat angka itu anjlok lebih dari 50 persen, hanya menyisakan 3,6 juta unit.

Perlahan tapi pasti, industri mulai bangkit. Tahun 2021 menunjukkan pemulihan dengan 5,05 juta unit, diikuti peningkatan menjadi 5,22 juta unit di tahun 2022. Puncaknya, tahun 2023 mencatat lonjakan signifikan menjadi 6,23 juta unit, dan tahun lalu, 2024, ditutup dengan 6,33 juta unit.

Performa Mengesankan di Awal 2025

Optimisme AISI bukan tanpa dasar. Hingga Agustus 2025, lima merek anggota AISI—Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS—sudah berhasil menjual 4,26 juta unit motor. Angka ini sudah memenuhi 66,5 persen dari target minimum 6,4 juta unit untuk tahun ini.

Dengan sisa empat bulan di tahun 2025, pencapaian target minimum tersebut terlihat sangat realistis. Bahkan, bukan tidak mungkin target maksimal 6,7 juta unit bisa digapai, mengingat tren positif yang terus berlanjut. Ini menunjukkan bahwa pasar motor Indonesia memiliki daya tahan dan potensi pertumbuhan yang luar biasa.

Apa Rahasia di Balik Optimisme AISI?

Ketua Umum AISI, Johannes Loman, mengungkapkan bahwa tren ekonomi saat ini menjadi salah satu pendorong utama keyakinan mereka. "Melihat tren (ekonomi) saat ini, AISI masih tetap menargetkan penjualan motor 6,4 sampai 6,7 juta unit pada tahun ini," katanya di Jakarta, Rabu (10/9), seperti dikutip dari Antara.

Stabilitas ekonomi makro yang terjaga, inflasi yang terkendali, serta pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang positif, semuanya berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat. Ketika masyarakat merasa lebih aman secara finansial, mereka cenderung lebih berani untuk melakukan pembelian besar, termasuk kendaraan bermotor.

Peran Penting Sepeda Motor dalam Kehidupan Masyarakat

Sepeda motor bukan sekadar alat transportasi di Indonesia; ia adalah tulang punggung mobilitas dan ekonomi rakyat. Dari pekerja kantoran, pengantar logistik, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), motor menjadi aset vital yang mendukung aktivitas sehari-hari.

Kemudahan akses pembiayaan, variasi model yang beragam, serta efisiensi bahan bakar, menjadikan motor pilihan utama bagi banyak keluarga Indonesia. Produsen juga terus berinovasi dengan meluncurkan model-model baru yang menarik, fitur canggih, dan desain yang sesuai dengan selera pasar.

Rekor Baru Tanpa Bantuan Motor Listrik?

Yang menarik, potensi rekor penjualan ini diprediksi tercapai tanpa kontribusi maksimal dari motor listrik. Seperti diketahui, subsidi pembelian motor listrik sebesar Rp7 juta per unit telah dihentikan oleh pemerintah, membuat pasarnya kembali mandek.

Ini mengindikasikan bahwa kekuatan pasar motor konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) masih sangat dominan. Masyarakat Indonesia tampaknya masih sangat mengandalkan motor bertenaga bensin, baik karena keandalan, infrastruktur pengisian bahan bakar yang sudah mapan, maupun harga yang lebih terjangkau.

Menuju Puncak Tertinggi Sepanjang Masa?

Meskipun target 2025 adalah rekor lima tahun terakhir, rekor tertinggi penjualan motor Indonesia sepanjang masa sebenarnya dicapai pada tahun 2011, dengan angka fantastis 8 juta unit. Angka ini menjadi benchmark dan mimpi yang ingin dikejar kembali oleh industri.

Pencapaian 6,4 juta unit di 2025 akan menjadi langkah besar untuk mendekati rekor 2011 tersebut. Ini menunjukkan bahwa pasar motor Indonesia memiliki potensi untuk terus tumbuh dan bahkan melampaui kejayaan masa lalu, seiring dengan perkembangan ekonomi dan populasi.

Dampak Positif bagi Industri dan Konsumen

Jika target ini tercapai, dampaknya akan sangat positif bagi banyak pihak. Bagi industri, ini berarti peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekosistem bisnis pendukung, mulai dari suku cadang hingga layanan purnajual.

Bagi konsumen, persaingan yang sehat di pasar akan mendorong produsen untuk terus berinovasi, menawarkan produk yang lebih baik, lebih efisien, dan dengan harga yang kompetitif. Ini juga bisa berarti lebih banyak pilihan model dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meski optimisme membara, tantangan tetap ada. Fluktuasi harga komoditas global, perubahan kebijakan pemerintah, hingga dinamika persaingan pasar, semuanya bisa memengaruhi laju penjualan. Namun, dengan fondasi ekonomi yang kuat dan strategi yang tepat, industri motor Indonesia siap menghadapi berbagai rintangan.

Ke depan, tren motor matic yang praktis, motor sport yang gagah, hingga motor bebek yang irit, akan terus mendominasi pasar. Inovasi dalam efisiensi bahan bakar dan fitur keselamatan juga akan menjadi kunci untuk menarik minat konsumen. Pasar motor Indonesia memang selalu menarik untuk diikuti, dan tahun 2025 ini sepertinya akan menjadi tahun yang penuh kejutan positif.

banner 325x300