Pernahkah kamu membayangkan berjalan kaki atau bersepeda di jalanan, lalu tiba-tiba sebuah mobil melintas tanpa suara? Sensasi kaget atau bahkan nyaris tertabrak mungkin pernah kamu alami, terutama jika kendaraan itu adalah mobil listrik. Nah, di Australia, skenario seperti itu kini akan jadi masa lalu.
Mulai 1 November 2025, semua mobil listrik baru yang dijual di Negeri Kanguru wajib mengeluarkan suara. Aturan ini bukan cuma berlaku untuk mobil listrik berbasis baterai saja, loh, tapi juga kendaraan hybrid dan hidrogen. Ini adalah langkah besar demi keselamatan semua pengguna jalan.
Mengapa Mobil Listrik Harus Bersuara?
Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa mobil listrik yang identik dengan ketenangan justru harus dibuat berisik? Jawabannya sederhana: keselamatan. Keheningan mesin mobil listrik, yang awalnya dianggap sebagai keunggulan, ternyata menyimpan potensi bahaya tersembunyi.
Terutama bagi pejalan kaki, pesepeda, dan khususnya penyandang tunanetra atau gangguan penglihatan, keberadaan mobil listrik yang melaju pelan seringkali tidak terdeteksi. Tanpa suara mesin yang khas, mereka kesulitan memperkirakan arah atau jarak kendaraan. Inilah yang meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Ancaman ‘Pembunuh Senyap’ di Jalanan
Bayangkan saja, saat kamu sedang fokus menyeberang jalan atau berjalan di area parkir yang ramai, sebuah mobil listrik bisa melaju mendekat tanpa kamu sadari. Tidak ada deru mesin, tidak ada suara knalpot yang memberi peringatan. Kondisi ini sering disebut sebagai ancaman "pembunuh senyap."
Keheningan ini menjadi masalah serius di area-area dengan kecepatan rendah. Misalnya, saat mobil bermanuver di tempat parkir, melintas di persimpangan jalan perumahan, atau keluar masuk garasi. Di sinilah interaksi antara kendaraan dan pejalan kaki paling sering terjadi, dan risiko kecelakaan paling tinggi.
Mengenal AVAS: Sistem Suara untuk Mobil Listrik
Pemerintah Australia memperkenalkan sistem bernama Acoustic Vehicle Alerting System (AVAS). Ini adalah teknologi yang memungkinkan mobil listrik memutar suara buatan saat melaju pada kecepatan rendah. Jadi, bukan suara mesin bensin, melainkan suara khusus yang dirancang agar terdengar jelas.
AVAS akan aktif ketika kendaraan melaju hingga kecepatan 20 kilometer per jam. Ini adalah batas kecepatan krusial di mana suara mesin konvensional biasanya paling terdengar. Di atas kecepatan itu, suara ban dan angin sudah cukup untuk memberi tahu keberadaan mobil.
Bukan Sekadar Suara Mesin Biasa
Lalu, suara seperti apa yang akan dikeluarkan oleh mobil listrik ini? Jangan bayangkan suara deru mesin V8 atau knalpot racing, ya! Suara yang dihasilkan AVAS umumnya dirancang agar terdengar futuristik, menyerupai dengungan, atau bahkan suara alam yang lembut.
Tujuannya adalah agar suara itu cukup jelas untuk didengar, namun tidak sampai menimbulkan polusi suara berlebihan. Produsen mobil diberi kebebasan untuk mendesain suara AVAS mereka sendiri, asalkan memenuhi standar volume dan frekuensi tertentu yang ditetapkan oleh regulator.
Kapan Aturan Ini Berlaku dan Siapa yang Terdampak?
Peraturan ini sebenarnya sudah diumumkan sejak tahun 2024 dan akan mulai berlaku efektif pada 1 November 2025. Jadi, para produsen mobil punya waktu cukup untuk menyesuaikan kendaraan mereka. Aturan ini berlaku untuk mobil penumpang, pikap, truk, dan bus baru yang akan diperkenalkan di pasar Australia.
Penting untuk dicatat, aturan ini tidak berlaku surut. Artinya, jika kamu sudah punya mobil listrik atau hybrid yang dibeli sebelum 1 November 2025, kamu tidak perlu khawatir untuk memasang sistem AVAS tambahan. Aturan ini hanya berlaku untuk kendaraan baru yang dijual setelah tanggal tersebut.
Dampak Nyata bagi Keselamatan
Aturan ini bukan sekadar formalitas, loh. Ada data konkret yang mendukung urgensi penerapannya. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh organisasi advokasi Vision Australia mengungkapkan fakta mengejutkan. Sebanyak 35 persen penyandang tunanetra atau gangguan penglihatan pernah mengalami nyaris tertabrak atau bahkan benar-benar tertabrak oleh kendaraan tanpa suara.
Angka ini menunjukkan betapa krusialnya keberadaan suara bagi mereka yang mengandalkan indra pendengaran untuk navigasi di jalan. Keheningan mobil listrik secara langsung meningkatkan kerentanan kelompok ini terhadap kecelakaan.
Pencegahan Ribuan Kecelakaan dan Penghematan Besar
Pemerintah Federal Australia memperkirakan bahwa aturan AVAS ini akan membawa dampak positif yang sangat signifikan. Hingga tahun 2060, kebijakan ini diprediksi dapat mencegah 68 kematian di jalan raya. Selain itu, diperkirakan juga dapat mencegah 2.675 cedera serius dan 2.962 cedera ringan.
Angka-angka ini bukan hanya statistik, melainkan nyawa-nyawa yang terselamatkan dan penderitaan yang dapat dihindari. Secara ekonomi, kebijakan ini juga diperkirakan akan menghemat biaya sosial sekitar 208 juta dolar Australia. Ini adalah investasi yang sangat berharga untuk masa depan yang lebih aman.
Dukungan Kuat dari Berbagai Pihak
Keputusan untuk mewajibkan AVAS ini tidak diambil secara sepihak. Departemen Infrastruktur, Transportasi, Pembangunan Regional, Komunikasi, Olahraga, dan Seni Australia menyatakan bahwa mereka telah melakukan konsultasi ekstensif. Hasilnya, kebijakan ini mendapat dukungan kuat dari berbagai pihak.
Pemerintah negara bagian dan teritori, komunitas tunanetra, serta para produsen kendaraan semuanya menyambut baik aturan ini. Ini menunjukkan adanya konsensus bahwa keselamatan adalah prioritas utama, dan teknologi AVAS adalah solusi yang efektif untuk mengatasi tantangan unik dari kendaraan tanpa emisi.
Australia Mengikuti Jejak Global
Sebenarnya, Australia bukan negara pertama yang menerapkan aturan ini. Uni Eropa dan Amerika Serikat juga sudah lebih dulu mewajibkan mobil listrik untuk memiliki sistem suara. Ini menunjukkan bahwa isu keselamatan mobil listrik adalah perhatian global yang serius.
Dengan bergabungnya Australia dalam daftar negara yang mewajibkan AVAS, diharapkan standar keselamatan kendaraan listrik akan semakin meningkat di seluruh dunia. Ini adalah langkah maju yang penting dalam transisi menuju era transportasi yang lebih hijau dan juga lebih aman bagi semua.
Jadi, meskipun mobil listrik dikenal karena keheningannya, di Australia, "kesunyian emas" itu kini harus sedikit "berisik" demi kebaikan bersama. Ini adalah bukti bahwa inovasi teknologi harus selalu berjalan beriringan dengan pertimbangan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.


















