banner 728x250

Gebrak Ratusan Triliun! Menteri Keuangan Purbaya Siap Bikin Ekonomi Melejit, Ini Sosoknya yang Penuh Kejutan!

gebrak ratusan triliun menteri keuangan purbaya siap bikin ekonomi melejit ini sosoknya yang penuh kejutan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan selalu menarik perhatian, apalagi jika sosok yang menggantikan adalah figur baru dengan gebrakan tak terduga. Kali ini, giliran Purbaya Yudhi Sadewa yang resmi menjabat Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani. Ia langsung tancap gas dengan langkah berani yang bisa mengubah peta ekonomi nasional.

Tak main-main, Purbaya langsung mengumumkan rencana besar untuk mengucurkan dana ratusan triliun rupiah ke sistem perekonomian. Tujuannya jelas: memutar roda ekonomi lebih masif, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan memberikan angin segar bagi masyarakat. Sebuah janji yang dinanti banyak pihak.

banner 325x300

Gebrakan Ratusan Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Dalam rapat di hadapan anggota DPR, Purbaya membeberkan strateginya yang telah ia laporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan saat ini memiliki dana tunai sebesar Rp425 triliun yang tersimpan di Bank Indonesia. Angka yang fantastis, bukan?

Dari jumlah tersebut, Purbaya berencana menyuntikkan Rp200 triliun ke bank-bank umum dalam waktu dekat. Langkah ini bukan sekadar transfer uang, melainkan sebuah upaya strategis untuk meningkatkan likuiditas perbankan. Dengan likuiditas yang melimpah, bank-bank diharapkan lebih agresif dalam menyalurkan kredit kepada sektor riil.

Penyaluran kredit yang lebih mudah dan terjangkau akan mendorong investasi baru, ekspansi bisnis, dan tentu saja, penciptaan lapangan kerja. Para pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga korporasi besar, akan mendapatkan akses modal yang lebih baik. Ini adalah langkah konkret untuk menggerakkan konsumsi dan produksi di seluruh lini.

Target Ambisius: Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen!

Optimisme Purbaya tak berhenti pada suntikan dana. Mantan bos Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini juga yakin bahwa ekonomi Tanah Air mampu melesat. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 hingga 6,5 persen dalam satu hingga dua tahun mendatang, tepatnya pada periode 2026 sampai 2027.

Target ini terbilang ambisius, mengingat tantangan ekonomi global yang masih bergejolak. Namun, Purbaya percaya bahwa dengan kebijakan fiskal yang pro-pertumbuhan dan sinergi antarlembaga, Indonesia bisa mencapai angka tersebut. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi berarti kesejahteraan yang lebih baik bagi rakyat.

Angka 6,5 persen bukan hanya statistik di atas kertas. Itu berarti lebih banyak keluarga yang punya penghasilan tetap, lebih banyak lulusan baru yang langsung mendapatkan pekerjaan, dan lebih banyak kesempatan bagi pengusaha untuk berkembang. Ini adalah visi besar yang ingin diwujudkan Purbaya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Kontroversi Awal yang Cepat Teratasi

Meski baru menjabat, Purbaya sempat menjadi sorotan publik pada hari pertama pelantikannya, Senin (8/9). Ia dikritik karena responsnya terhadap tuntutan "17+8" yang saat itu dianggapnya hanya suara sebagian kecil masyarakat Tanah Air. Pernyataan tersebut memicu reaksi beragam dari berbagai kalangan.

Namun, Purbaya menunjukkan sikap kenegarawanan dengan segera mengklarifikasi dan meminta maaf atas ucapannya. Di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/9), ia menjelaskan bahwa jika massa sudah turun ke jalan, maka tuntutan itu bukan lagi disuarakan sebagian kecil rakyat, melainkan berasal dari sebagian besar masyarakat.

Klarifikasi cepat ini menunjukkan bahwa Purbaya adalah sosok yang responsif dan mau mendengarkan aspirasi publik. Ia lantas menegaskan kembali fokus utamanya saat ini adalah memulihkan perekonomian nasional. Target membuka lebih banyak lapangan pekerjaan ke depan menjadi prioritas utama yang harus dicapai.

Mengintip Harta Kekayaan Sang Menteri: Dari Mantan Bos LPS hingga Koleksi Mobil Mewah

Terlepas dari gebrakan, target ambisius, dan kontroversinya yang cepat teratasi, Purbaya Yudhi Sadewa memiliki rekam jejak yang mumpuni. Ia adalah mantan bos Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sebuah institusi vital yang menjaga stabilitas sistem perbankan dengan menjamin simpanan nasabah. Pengalaman ini tentu menjadi modal berharga di Kementerian Keuangan.

Selain rekam jejak profesional, Purbaya juga memiliki harta kekayaan yang cukup fantastis. Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 11 Maret 2025, total kekayaannya mencapai hampir Rp40 miliar, tepatnya Rp39,21 miliar. Angka ini menunjukkan kemapanan finansial sang menteri.

Koleksi Kendaraan yang Bikin Melongo

Salah satu bagian menarik dari LHKPN Purbaya adalah koleksi kendaraannya. Ia tercatat memiliki enam unit kendaraan dengan total nilai keseluruhan sekitar Rp3,6 miliar. Koleksi ini menunjukkan selera yang beragam, dari mobil mewah hingga motor harian.

Di garasinya, ada mobil sedan Mercedes-Benz produksi tahun 2008 senilai Rp200 juta. Kemudian, ada juga mobil BMW model SUV produksi 2019 seharga Rp1,6 miliar, menunjukkan preferensi pada kendaraan mewah dan bertenaga. Tak ketinggalan, Toyota Alphard tahun 2019 senilai Rp1 miliar turut melengkapi daftar.

Yang menarik perhatian adalah mobil Peugeot model SUV 5008 tahun 2019 yang dibanderol Rp730 juta. Mobil asal Prancis ini memang tidak lazim dimiliki banyak orang di Indonesia, menjadikannya pilihan yang cukup unik. Peugeot, di bawah payung Grup Astra, menawarkan harga kompetitif dibandingkan mobil Eropa lainnya.

Selain mobil, Purbaya juga memiliki dua unit sepeda motor. Ada Yamaha Xmax tahun 2018 senilai Rp55 juta dan Honda Vario 125 tahun 2021 seharga Rp21 juta. Koleksi ini menunjukkan bahwa ia juga menikmati berkendara dengan roda dua, mungkin untuk mobilitas sehari-hari atau sekadar hobi.

Aset Lain yang Tak Kalah Fantastis

Selain kendaraan, aset terbesar Purbaya adalah tanah dan bangunan. LHKPN mencatat nilai taksiran tanah dan bangunan miliknya mencapai Rp30,5 miliar. Ini adalah investasi properti yang signifikan, menunjukkan stabilitas finansial yang kuat.

Ia juga memiliki harta bergerak lain senilai Rp684 juta, surat berharga sebesar Rp220 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp4,2 miliar. Semua aset ini membentuk total kekayaan yang mengesankan, mencerminkan perjalanan karier yang sukses sebelum menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Purbaya Yudhi Sadewa dilantik menjadi Menteri Keuangan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 86 Tahun 2025. Dengan latar belakang, visi, dan gebrakan yang ia tunjukkan, publik menaruh harapan besar agar ia mampu membawa perekonomian Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera.

banner 325x300