banner 728x250

Gebrak Pasar! Chery dan Hyundai ‘Ngebut’ Dukung Mobil Nasional Prabowo, Siap Bikin Sejarah Otomotif RI?

gebrak pasar chery dan hyundai ngebut dukung mobil nasional prabowo siap bikin sejarah otomotif ri portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menghidupkan kembali industri mobil nasional dalam tiga tahun ke depan mendapat sambutan hangat. Tak tanggung-tanggung, dua raksasa otomotif global, Chery dari Tiongkok dan Hyundai dari Korea Selatan, menyatakan kesiapan mereka untuk terlibat penuh. Ini bukan sekadar wacana, melainkan sinyal kuat bahwa mimpi Indonesia memiliki mobil buatan sendiri yang kompetitif mungkin akan segera terwujud.

Chery Siap ‘All Out’ Dukung Ambisi Mobil Nasional

banner 325x300

Produsen otomotif asal China, Chery, melalui Chery Sales Indonesia (CSI), menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh inisiatif pemerintah. Budi Darmawan, Direktur Pemasaran CSI, menyatakan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan dalam bentuk apa pun yang dibutuhkan pemerintah. Pernyataan ini disampaikan Budi di Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (8/11), menunjukkan keseriusan Chery dalam berpartisipasi.

Dukungan dari Chery ini bukan tanpa alasan. Sebagai pemain baru yang agresif di pasar otomotif Indonesia, Chery melihat peluang besar untuk memperkuat posisinya sekaligus berkontribusi pada visi besar negara. Kesiapan mereka untuk berkolaborasi bisa berarti transfer teknologi, investasi, atau bahkan pengembangan bersama, yang tentunya akan sangat menguntungkan bagi industri otomotif lokal.

Hyundai Tak Mau Ketinggalan, Tawarkan TKDN 80 Persen!

Tak hanya Chery, merek global lainnya, Hyundai, juga menunjukkan minat yang luar biasa. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa Hyundai bahkan memiliki usulan menarik terkait pengembangan mobil nasional. Usulan tersebut mencakup Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai angka fantastis, yaitu 80 persen.

Informasi ini disampaikan Airlangga setelah pertemuannya dengan President of Hyundai Motor Group, Amb. Sung Kim, di Gyeongju, Korea Selatan, pada 30 Oktober lalu. Angka 80 persen TKDN ini sangat signifikan, menandakan komitmen Hyundai untuk benar-benar mengintegrasikan rantai pasok lokal dan memajukan industri komponen di Indonesia. Ini bukan sekadar merakit, tapi membangun dari hulu ke hilir.

Visi Besar Prabowo: Mobil Nasional dalam Tiga Tahun

Keinginan untuk membangun mobil nasional ini pertama kali diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2025. Beliau menyampaikan misi ambisius untuk mewujudkan mobil buatan Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun mendatang. Visi ini tentu saja memicu gelombang optimisme dan harapan di kalangan pelaku industri maupun masyarakat.

Membangun mobil nasional bukan hanya soal produk, tetapi juga tentang kemandirian ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan kebanggaan bangsa. Dengan dukungan dari pemain global seperti Chery dan Hyundai, serta partisipasi perusahaan lokal, impian ini terasa semakin dekat untuk menjadi kenyataan. Ini adalah langkah strategis untuk menempatkan Indonesia di peta industri otomotif global.

Pemain Lokal Siap Beraksi: TMI dan Pindad

Di balik dukungan internasional, dua perusahaan afiliasi pemerintah juga telah mendapat mandat penting dalam proyek mobil nasional ini. Teknologi Militer Indonesia (TMI) dan Pindad, masing-masing memiliki peran tersendiri untuk membangkitkan industri otomotif nasional. Mereka dikabarkan tengah mengembangkan mobil nasional dengan karakteristik berbeda, namun sama-sama dirancang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

TMI dan SUV Listrik ‘i2C’ yang Ambisius

TMI, sebuah perusahaan baru di bawah naungan Kementerian Pertahanan, sempat mencuri perhatian publik pada ajang GIIAS 2025 bulan Juli lalu. Mereka memamerkan konsep SUV listrik dalam bentuk purwarupa tanah liat. Mobil konsep ini diberi nama i2C, singkatan dari Indigenous Indonesian Car, yang secara harfiah berarti ‘mobil asli Indonesia’.

Proyek i2C ini menunjukkan ambisi TMI untuk masuk ke segmen kendaraan listrik yang sedang berkembang pesat. Targetnya, SUV listrik ini dapat masuk tahap produksi massal paling lambat pada tahun 2028. Yang lebih menarik, TMI berharap mobil ini dapat dilepas ke pasar dengan harga yang sangat kompetitif, yaitu di bawah Rp500 juta, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen Indonesia.

Pindad: Dari Kendaraan Taktis ke Mobil Penumpang

Sementara itu, Pindad dikenal sebagai perusahaan berbasis militer yang selama ini fokus memproduksi senjata hingga kendaraan taktis. Namun, Pindad juga tidak asing dengan dunia otomotif, terbukti dengan salah satu modelnya, Maung, yang telah berhasil dikonversi menjadi mobil penumpang. Ini menunjukkan kapabilitas Pindad dalam rekayasa dan produksi kendaraan.

Keterlibatan Pindad dalam proyek mobil nasional bisa menjadi jembatan antara teknologi militer dan sipil. Pengalaman mereka dalam membangun kendaraan yang tangguh dan handal dapat diaplikasikan untuk menciptakan mobil penumpang yang kuat dan sesuai dengan kondisi jalan di Indonesia. Transformasi Maung menjadi kendaraan sipil adalah bukti nyata potensi besar Pindad.

Tantangan dan Peluang di Depan Mata

Meskipun optimisme membumbung tinggi, proyek mobil nasional ini tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Sejarah mobil nasional di Indonesia yang penuh liku-liku menjadi pelajaran berharga. Tantangan utama meliputi transfer teknologi yang efektif, daya saing di pasar yang ketat, serta penerimaan konsumen terhadap produk lokal.

Namun, peluang yang ditawarkan juga sangat besar. Kehadiran Chery dan Hyundai dengan komitmen TKDN tinggi bisa mempercepat proses pengembangan dan produksi. Ini juga akan mendorong pertumbuhan industri komponen lokal, menciptakan ribuan lapangan kerja, dan meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia Indonesia di bidang otomotif.

Masa Depan Industri Otomotif Indonesia

Dengan dukungan dari berbagai pihak, baik global maupun lokal, ambisi Presiden Prabowo untuk mewujudkan mobil nasional dalam tiga tahun mendatang terasa semakin realistis. Kolaborasi antara pemerintah, produsen otomotif asing, dan perusahaan dalam negeri adalah kunci keberhasilan proyek ini. Ini bukan hanya tentang membuat mobil, tetapi juga tentang membangun ekosistem industri yang kuat dan mandiri.

Perjalanan menuju mobil nasional memang panjang dan penuh rintangan, namun sinyal positif dari Chery dan Hyundai ini memberikan angin segar. Indonesia kini memiliki kesempatan emas untuk tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain penting dalam industri otomotif global. Kita tunggu saja, sejarah otomotif Indonesia mungkin akan segera ditulis ulang.

banner 325x300