banner 728x250

Fakta Mengejutkan! Kakorlantas Buka Suara Soal Mobil Listrik Terbakar, Ini yang Perlu Kamu Tahu

fakta mengejutkan kakorlantas buka suara soal mobil listrik terbakar ini yang perlu kamu tahu portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Industri otomotif Tanah Air tengah gencar mempromosikan kendaraan listrik sebagai solusi ramah lingkungan. Namun, di balik janji efisiensi dan keberlanjutan, ada bayang-bayang kekhawatiran yang mulai mencuat ke permukaan. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, baru-baru ini menyoroti serangkaian insiden mobil listrik yang terbakar, memicu pertanyaan besar tentang aspek keselamatan.

Pernyataan Kakorlantas ini bukan tanpa alasan. Beberapa waktu terakhir, publik dihebohkan dengan kasus-kasus kebakaran yang melibatkan mobil listrik di berbagai daerah. Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran di kalangan calon pembeli maupun pemilik kendaraan listrik yang sudah ada.

banner 325x300

Dua Sisi Mata Uang: Inovasi dan Risiko

Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa kehadiran mobil listrik memang bagaikan dua sisi mata uang. Di satu sisi, kendaraan ini membawa dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan, mengurangi emisi gas buang, dan mendorong kemajuan teknologi otomotif. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi dalam upaya menjaga bumi.

Namun, di sisi lain, ada potensi risiko keselamatan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Risiko ini perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak terkait, mulai dari produsen, regulator, hingga konsumen. Keamanan pengguna jalan dan kendaraan harus menjadi prioritas utama dalam setiap inovasi.

"Kalau dari kami sudah menyampaikan saran bagaimana menyikapi kebijakan (kendaraan) listrik ke depan. Kendaraan listrik ini memang ada hal positif dan negatif," kata Agus saat ditemui di Jakarta, pada Senin (19/1). Ia menegaskan bahwa Korlantas Polri selalu terbuka terhadap perkembangan industri otomotif, khususnya sektor kendaraan listrik yang sedang tumbuh pesat.

Kolaborasi untuk Keselamatan

Menyadari pentingnya edukasi dan pencegahan, Korlantas Polri tidak tinggal diam. Irjen Agus mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkolaborasi erat dengan Kementerian Perindustrian. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi komprehensif terkait kendaraan listrik kepada seluruh anggota kepolisian di Indonesia.

Edukasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari cara penanganan insiden, pemahaman teknologi baterai, hingga langkah-langkah pencegahan. Dengan demikian, diharapkan aparat kepolisian memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menghadapi berbagai situasi yang mungkin timbul seiring meningkatnya populasi mobil listrik. Ini adalah langkah proaktif untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia.

Deretan Kasus Mobil Listrik Terbakar di Indonesia

Kekhawatiran Kakorlantas bukan isapan jempol belaka. Beberapa insiden kebakaran mobil listrik telah terjadi di Indonesia, memicu pertanyaan tentang standar keamanan dan kualitas kendaraan yang beredar. Berikut adalah beberapa kasus yang sempat menjadi sorotan publik:

Insiden BYD Seal di Jakarta

Pada pertengahan tahun lalu, sebuah mobil listrik BYD Seal tiba-tiba mengeluarkan asap saat diparkir di garasi pemiliknya di Jakarta. Meskipun tidak sampai terjadi kebakaran besar, insiden ini cukup membuat pemilik panik dan menjadi peringatan awal akan potensi masalah. Investigasi lebih lanjut tentu diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini.

Wuling Air EV Hangus di Bandung

Beberapa bulan setelah insiden BYD, publik kembali dikejutkan dengan kebakaran hebat yang menimpa Wuling Air EV di Bandung, Jawa Barat. Mobil listrik berukuran ringkas itu tiba-tiba mengeluarkan api dan ludes terbakar, hanya menyisakan rangka. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden mengerikan ini, namun kerugian materiil tentu sangat besar.

Tragedi di Penjaringan: Lima Korban Jiwa

Kasus paling memilukan terjadi akhir tahun lalu di sebuah rumah kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Insiden kebakaran mobil listrik ini menewaskan lima orang. Dugaan awal menyebutkan bahwa kejadian ini dipicu oleh masalah pada sistem pengisian daya baterai mobil. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa risiko keselamatan dalam penggunaan kendaraan listrik adalah hal yang sangat serius dan tidak boleh diremehkan.

Mengapa Mobil Listrik Bisa Terbakar?

Meskipun jarang terjadi, kebakaran pada mobil listrik umumnya disebabkan oleh beberapa faktor kunci. Yang paling utama adalah masalah pada baterai lithium-ion. Baterai ini, jika rusak, mengalami thermal runaway (pelarian termal), atau diisi daya secara tidak benar, dapat memicu reaksi berantai yang menghasilkan panas ekstrem dan api.

Selain baterai, sistem pengisian daya juga bisa menjadi pemicu. Penggunaan charger yang tidak sesuai standar, kerusakan pada kabel, atau masalah pada infrastruktur pengisian daya dapat menyebabkan korsleting dan kebakaran. Oleh karena itu, penting bagi pemilik mobil listrik untuk selalu menggunakan peralatan pengisian daya yang direkomendasikan dan memeriksa kondisi secara berkala.

Tips Keselamatan untuk Pemilik Mobil Listrik

Meskipun ada risiko, bukan berarti kita harus takut beralih ke mobil listrik. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko kebakaran dapat diminimalkan. Berikut adalah beberapa tips penting bagi pemilik mobil listrik:

  1. Gunakan Charger Resmi: Selalu gunakan pengisi daya (charger) yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil Anda. Hindari penggunaan charger aftermarket yang tidak jelas kualitasnya.
  2. Periksa Kondisi Kabel: Pastikan kabel pengisian daya tidak rusak, terkelupas, atau terjepit. Kerusakan pada kabel bisa memicu korsleting.
  3. Hindari Pengisian Berlebihan: Jangan biarkan mobil terisi daya terlalu lama setelah penuh, terutama jika sistem pengisian Anda tidak memiliki fitur otomatis mati.
  4. Pantau Suhu Baterai: Jika memungkinkan, perhatikan indikator suhu baterai saat pengisian. Jika terasa panas berlebihan, segera hentikan pengisian dan periksa.
  5. Parkir di Tempat Aman: Hindari memarkir mobil di tempat yang sangat panas atau langsung di bawah sinar matahari terik dalam waktu lama, terutama saat mengisi daya.
  6. Servis Rutin: Lakukan servis rutin di bengkel resmi untuk memastikan semua komponen, termasuk baterai dan sistem kelistrikan, berfungsi optimal.
  7. Waspada Bau Aneh: Jika mencium bau aneh, asap, atau mendengar suara mendesis dari area baterai atau pengisian daya, segera menjauh dan hubungi layanan darurat.

Masa Depan Mobil Listrik di Indonesia

Meski diwarnai kekhawatiran, pengembangan mobil listrik di Indonesia tetap menjadi prioritas. Pemerintah terus mendorong ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai insentif dan regulasi. Namun, insiden-insiden yang terjadi menjadi pengingat penting bagi semua pihak.

Penting bagi produsen untuk terus meningkatkan standar keamanan dan kualitas produk mereka. Regulator juga harus lebih ketat dalam pengawasan dan sertifikasi kendaraan listrik yang beredar di pasaran. Dan yang tak kalah penting, masyarakat sebagai konsumen harus lebih proaktif dalam mencari informasi, memahami risiko, dan menerapkan langkah-langkah keselamatan.

Pada akhirnya, transisi menuju era kendaraan listrik adalah keniscayaan. Namun, transisi ini harus berjalan seiring dengan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi penggunanya. Kekhawatiran Kakorlantas ini adalah alarm penting yang harus kita dengar dan sikapi bersama demi masa depan mobilitas yang lebih baik dan aman.

banner 325x300