banner 728x250

Bikin Geger! Mercedes-Benz Klasik BJ Habibie Terseret Dugaan Korupsi Ridwan Kamil, Ada Apa Sebenarnya?

Ridwan Kamil duduk di mobil klasik Mercedes-Benz 280 SL Pagoda biru.
Mobil legendaris BJ Habibie, Mercedes-Benz 280 SL Pagoda, terseret kasus korupsi yang melibatkan Ridwan Kamil.
banner 120x600
banner 468x60

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah menjadi sorotan publik yang begitu tajam. Bukan karena prestasi atau inovasi terbarunya, melainkan dugaan keterlibatannya dalam sebuah kasus korupsi yang menghebohkan. Yang lebih mengejutkan, pusaran skandal ini turut menyeret sebuah aset legendaris milik Presiden ke-3 RI, almarhum BJ Habibie.

Sebuah Mercedes-Benz 280 SL ‘Pagoda’ yang ikonik, kini bukan lagi sekadar mobil klasik nan mewah. Kendaraan bersejarah itu kini berstatus sebagai barang bukti yang menyimpan banyak misteri, sekaligus menjadi saksi bisu dari drama panjang yang melibatkan nama-nama besar di negeri ini. Bagaimana bisa mobil kesayangan seorang negarawan besar terseret dalam dugaan kasus korupsi?

banner 325x300

Drama Cicilan yang Tak Kunjung Usai

Kisah ini bermula dari sebuah transaksi jual beli yang melibatkan Ridwan Kamil dan putra BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie. Mobil klasik nan mewah tersebut dikabarkan dibeli oleh Ridwan Kamil dengan harga yang fantastis, mencapai Rp2,6 miliar. Sebuah angka yang tentu saja tidak sedikit untuk sebuah kendaraan koleksi.

Namun, di balik kesepakatan harga tersebut, terkuak sebuah drama pembayaran yang tak kunjung tuntas. Dari total nilai transaksi, Ridwan Kamil baru membayar setengahnya saja, yakni sekitar Rp1,3 miliar. Ini berarti, separuh dari harga mobil mewah itu masih menggantung, belum dilunasi hingga saat ini.

Ilham Akbar Habibie sendiri yang mengungkap fakta mengejutkan ini di hadapan awak media, usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Raut kekecewaan dan kebingungan tampak jelas dari wajahnya saat menceritakan kronologi yang berbelit ini. Ia mengaku telah berulang kali menghubungi Ridwan Kamil untuk menagih sisa pembayaran.

Bahkan, Ilham sempat mengambil langkah tegas dengan menyatakan akan menarik kembali mobil kesayangan ayahnya itu jika tak segera dilunasi. "Tahun lalu saya panggil pak Ridwan Kamil ke rumah, bukan saya sendiri, ada saksinya juga. Saya menyatakan kalau ini tidak dilunasi dalam waktu dekat, maka saya tarik kembali dan dia setuju," ujar Ilham, menirukan percakapannya kala itu.

Sebuah kesepakatan lisan pun terjalin, di mana Ridwan Kamil menyetujui penarikan mobil jika pembayaran tak kunjung rampung. Namun, hingga kini, janji itu hanya tinggal janji belaka. Ilham bahkan sempat kesulitan menarik mobil itu karena bengkel yang merawatnya pun belum dibayar oleh pihak Ridwan Kamil, menambah lapisan drama yang tak terduga.

Mercedes-Benz Pagoda Berubah Warna Tanpa Izin

Seolah drama cicilan yang tak kunjung usai belum cukup, ada lagi fakta yang membuat keluarga Habibie terkejut. Mobil yang status kepemilikannya masih belum lunas itu, rupanya sudah mengalami perubahan signifikan tanpa sepengetahuan mereka. Ridwan Kamil diketahui telah mengganti warna cat mobil tersebut.

Dari semula silver yang elegan dan klasik, Mercy Pagoda itu kini berubah menjadi biru. Perubahan warna ini tentu saja dilakukan tanpa adanya komunikasi atau persetujuan dari Ilham Akbar Habibie selaku pemilik sah yang belum menerima pembayaran penuh. "Waktu sudah digunakan sama Pak RK, beliau rupanya di tahun berapa itu ganti warna. Terus terang tanpa pengetahuan kami," kata Ilham dengan nada heran.

Tindakan ini jelas menimbulkan pertanyaan besar. Bagaimana mungkin seseorang mengubah aset yang belum sepenuhnya menjadi miliknya tanpa izin pemilik sah? Hal ini semakin memperumit situasi dan menambah daftar panjang kejanggalan dalam transaksi jual beli mobil klasik bersejarah ini.

Saat KPK Turun Tangan: Mobil Klasik Jadi Barang Bukti

Di tengah drama cicilan yang macet dan perubahan warna tanpa izin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba-tiba masuk ke dalam cerita. Kehadiran lembaga antirasuah ini sontak mengubah arah kasus ini dari sekadar sengketa jual beli pribadi menjadi dugaan tindak pidana korupsi. KPK menduga kuat bahwa mobil mewah ini berkaitan erat dengan perkara korupsi di Bank Jawa Barat (BJB).

Nama Ridwan Kamil pun ikut disebut-sebut dalam kasus ini, membuat situasi makin pelik dan menjadi perhatian publik. Mobil Mercedes-Benz 280 SL ‘Pagoda’ yang semula hanya objek jual beli, kini resmi berstatus sebagai barang bukti penting dalam penyelidikan KPK. Sebuah ironi yang pahit bagi sebuah kendaraan yang menyimpan nilai sejarah dan kenangan.

Ilham Akbar Habibie sendiri mengaku tak tahu menahu mengenai keterkaitan mobil ini dengan kasus korupsi. Baginya, ini murni urusan jual beli mobil yang belum selesai. "Tidak lama kemudian, ada KPK, kami kan enggak tahu-menahu mengenai KPK karena ini bukan urusan kita," ucap Ilham, menunjukkan ketidaknyamanannya.

Mengintip Pesona Mercedes-Benz 280 SL ‘Pagoda’

Lalu, mengapa Mercedes-Benz 280 SL ini begitu istimewa hingga menjadi sorotan utama dalam kasus ini? Mobil ini adalah sedan lawas yang diproduksi antara tahun 1967 hingga 1971, dan sangat dikenal dengan julukan ‘Pagoda’. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan, melainkan karena desain atap keras (hardtop) yang dinilai memiliki bentuk unik dan cekung, menyerupai arsitektur kuil tradisional Asia.

Secara desain, tampilan mobil ini memadukan aura sporty dan klasik yang tak lekang oleh waktu. Dengan kap depan memanjang, lampu utama membulat, dan hanya memiliki dua pintu sebagai akses ke dalam kabin, Mercy Pagoda memancarkan pesona yang tak tertandingi. Keindahan dan keunikan desainnya inilah yang membuatnya sangat diburu oleh para kolektor mobil klasik di seluruh dunia.

Untuk melahap jalanan, Mercedes-Benz membenamkan mesin 2.800 cc 6 silinder segaris yang bertenaga 170 hp. Kubikasi mesin ini jelas membuat 280 SL lebih bertenaga dan responsif dibandingkan dengan saudaranya, yaitu 230 SL maupun 250 SL. Kombinasi performa dan desain inilah yang menjadikan ‘Pagoda’ sebuah mahakarya otomotif.

Mengapa Mobil Ini Begitu Bernilai?

Selain keindahan desain dan performa mesinnya, ada beberapa faktor lain yang membuat Mercedes-Benz 280 SL ‘Pagoda’ ini memiliki nilai yang sangat tinggi. Pertama, tentu saja karena statusnya sebagai mobil klasik yang semakin langka dan dicari. Mobil-mobil dari era ini seringkali dianggap sebagai investasi, dengan harga yang terus meningkat seiring waktu.

Kedua, mobil ini adalah warisan dari seorang tokoh besar bangsa, almarhum BJ Habibie. Segala sesuatu yang pernah dimiliki oleh seorang presiden, apalagi sosok sekelas BJ Habibie yang dikenal cerdas dan visioner, pasti memiliki nilai historis dan emosional yang tak ternilai. Ini menambah daya tarik dan keunikan tersendiri bagi mobil tersebut.

Yang menarik, surat-surat mobil ini hingga kini masih mengatasnamakan BJ Habibie. Hal ini semakin memperkuat nilai historisnya dan menjadi bukti otentik kepemilikan sebelumnya. Kombinasi antara keunikan model, status klasik, dan sejarah kepemilikan dari tokoh nasional membuat Mercedes-Benz Pagoda ini menjadi jauh lebih dari sekadar kendaraan biasa.

Pertanyaan Besar yang Menggantung

Kini, mobil klasik yang penuh sejarah dan drama itu menjadi barang bukti dalam kasus korupsi yang sedang ditangani KPK. Pertanyaan-pertanyaan besar pun muncul dan menggantung di benak publik. Benarkah uang yang digunakan Ridwan Kamil untuk membeli mobil ini berasal dari hasil korupsi di Bank BJB? Jika terbukti, ini akan menjadi pukulan telak bagi reputasi seorang mantan gubernur yang selama ini dikenal bersih.

Bagaimana nasib cicilan yang belum lunas? Akankah mobil ini ditarik kembali oleh keluarga Habibie, atau justru disita oleh KPK sebagai bagian dari aset hasil kejahatan? Kasus ini tentu menjadi ujian berat bagi Ridwan Kamil, yang selama ini dikenal sebagai sosok publik yang memiliki banyak pendukung.

Dari drama cicilan yang tak kunjung usai, perubahan warna tanpa izin, hingga keterlibatan KPK, Mercedes-Benz Pagoda milik BJ Habibie ini kini benar-benar menjadi saksi bisu. Ia terjerat dalam dugaan korupsi yang menyeret nama besar mantan Gubernur Jawa Barat. Publik menanti kelanjutan penyelidikan KPK untuk mengungkap kebenaran di balik skandal yang menggemparkan ini, demi keadilan dan transparansi.

banner 325x300