banner 728x250

Bikin Geger! Jaecoo J5 EV ‘Made in Indonesia’ Langsung Sikat Pasar, TKDN Tembus 40%!

bikin geger jaecoo j5 ev made in indonesia langsung sikat pasar tkdn tembus 40 portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kabar mengejutkan datang dari industri otomotif Tanah Air! Jaecoo Indonesia, merek yang tengah naik daun, secara resmi mengumumkan bahwa mobil listrik pertamanya, Jaecoo J5 EV, sudah diproduksi di dalam negeri. Ini bukan sekadar perakitan biasa, melainkan sebuah langkah besar dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang langsung tembus angka 40 persen.

Pengumuman ini tentu saja menjadi angin segar bagi pasar otomotif Indonesia, khususnya di segmen kendaraan listrik. Dengan TKDN yang cukup tinggi sejak awal, Jaecoo J5 EV siap menawarkan daya saing yang kuat, baik dari segi harga maupun komitmen terhadap ekonomi lokal. Langkah ini menunjukkan keseriusan Jaecoo dalam menggarap pasar Indonesia yang sangat potensial.

banner 325x300

Produksi Lokal: Bukti Keseriusan Jaecoo di Indonesia

Proses perakitan Jaecoo J5 EV dilakukan di fasilitas pabrik rekanan, yaitu Handal Indonesia Motor, yang berlokasi strategis di Jawa Barat. Pemilihan lokasi ini tentu bukan tanpa alasan, mengingat Jawa Barat merupakan salah satu pusat industri otomototif terbesar di Indonesia. Kemitraan ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan produksi lokal yang efisien dan berkualitas.

Ryan Ferdiean Tirto, Head of Product Jaecoo Indonesia, menegaskan bahwa mobil-mobil J5 EV yang saat ini sudah diuji coba merupakan unit rakitan lokal. "Jadi mobil-mobil yang kita test drive ini (J5) sudah CKD di Handal Bekasi, kandungan lokal sudah 40 persen," ujar Ryan saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (14/10). Pernyataan ini sekaligus menepis keraguan akan komitmen Jaecoo terhadap investasi di Indonesia.

Apa Saja yang Bikin TKDN Tembus 40 Persen?

Angka 40 persen TKDN yang berhasil dicapai Jaecoo J5 EV ini bukanlah angka main-main. Ryan menjelaskan bahwa perolehan TKDN tersebut melibatkan berbagai proses manufaktur yang kompleks dan membutuhkan investasi besar. Mulai dari penyatuan komponen, proses pengelasan (welding), hingga pengecatan (painting), semuanya dilakukan di Indonesia.

Selain itu, beberapa komponen penting juga sudah dilokalkan. "Jadi TKDN itu sebenarnya ada beberapa hal ya. Salah satunya juga proses assembly, proses welding, painting. Sebagian part itu ada di sini dan termasuk salah satu hal yang dilokalkan," tambahnya. Ini menunjukkan bahwa Jaecoo tidak hanya merakit, tetapi juga mulai mengintegrasikan rantai pasok lokal dalam produksinya.

Target TKDN Lebih Tinggi: Aki dan Ban Lokal Siap Menyusul

Komitmen Jaecoo terhadap peningkatan TKDN tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, mereka berencana untuk terus memperbanyak penggunaan komponen otomotif buatan dalam negeri. Suku cadang lokal yang menjadi bidikan utama untuk dilokalkan adalah aki dan ban. Ini adalah langkah strategis yang sangat signifikan.

"Nanti ke depannya seperti komponen aki, komponen ban, itu jadi salah satu objek yang juga dilokalkan," kata Ryan. Lokalisasi komponen seperti aki dan ban akan memberikan dampak besar. Aki adalah komponen vital pada mobil listrik, sementara ban adalah salah satu komponen yang paling sering diganti. Dengan melokalkan keduanya, Jaecoo tidak hanya mengurangi biaya produksi, tetapi juga mendukung pertumbuhan industri komponen lokal.

Harga Menggoda, Bikin Dompet Aman!

Salah satu daya tarik utama Jaecoo J5 EV adalah harganya yang sangat kompetitif. Untuk tahap pre-booking, varian Standar dibanderol dengan harga Rp350 juta, sementara varian Premium dijual Rp450 juta. Harga ini menempatkan Jaecoo J5 EV sebagai salah satu pilihan mobil listrik yang sangat menarik di segmennya, terutama dengan status produksi lokal dan TKDN yang tinggi.

Dengan harga tersebut, Jaecoo J5 EV berpotensi besar untuk menjadi game-changer di pasar EV Indonesia. Konsumen akan mendapatkan mobil listrik canggih dengan harga yang lebih terjangkau, membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Ini juga bisa memicu persaingan sehat di antara para produsen EV.

Desain Beda Rasa, Platform Sama dengan Chery E5

Meskipun Jaecoo J5 EV lahir dari basis atau platform yang serupa dengan saudara kandungnya, Chery E5, namun Jaecoo berhasil memberikan sentuhan desain yang sangat berbeda. Jika Chery E5 tampil dengan desain yang lebih tajam dan agresif, J5 EV justru hadir dengan tampilan yang lebih mengotak dan kokoh. Perbedaan desain ini menunjukkan strategi Jaecoo untuk menyasar segmen pasar yang berbeda.

Desain mengotak pada J5 EV memberikan kesan tangguh dan modern, cocok bagi konsumen yang mencari kendaraan listrik dengan karakter kuat. Ini juga menunjukkan bahwa meskipun berbagi platform, setiap merek memiliki kebebasan untuk menciptakan identitas visualnya sendiri, memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen.

Performa dan Spesifikasi yang Bikin Terpana

Jangan remehkan performa Jaecoo J5 EV. Mobil listrik ini menggendong baterai berkapasitas 60,9 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak 461 km untuk sekali pengecasan penuh. Angka ini cukup impresif dan sangat memadai untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah.

Di sektor dapur pacu, motor listriknya memiliki tenaga 155 hp dan torsi 288 Nm. Kombinasi ini memungkinkan J5 EV untuk berakselerasi dari 0-100 km per jam hanya dalam 7,3 detik. Performa yang responsif dan bertenaga ini tentu akan memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan lincah di perkotaan.

Fitur Adaptasi Lokal: AC Baris Kedua Jadi Prioritas

Salah satu penyesuaian penting yang dilakukan Jaecoo untuk pasar Indonesia adalah dari sisi fitur. Ryan menjelaskan bahwa J5 EV telah mengalami beberapa penyesuaian demi menyesuaikan kebutuhan dan preferensi konsumen di Indonesia. Salah satu penambahan yang paling signifikan adalah kehadiran AC di baris kedua.

"Penyesuaian ada sedikit terkait dengan fitur. Tetapi seperti baterai, penggerak, sama. Sebenarnya gak dikurang, ditambah malahan. Seperti AC, kalau yang CBU kemarin yang memang versi Eropa, tidak ada AC di baris kedua. Sekarang kita tambah karena kondisi di Indonesia lebih panas," jelas Ryan. Penambahan AC baris kedua ini menunjukkan pemahaman Jaecoo terhadap iklim tropis Indonesia yang cenderung panas, memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang.

Masa Depan Cerah Jaecoo di Indonesia

Langkah Jaecoo memproduksi J5 EV secara lokal dengan TKDN 40 persen adalah sinyal kuat akan komitmen jangka panjang mereka di Indonesia. Ini bukan hanya tentang menjual mobil, tetapi juga tentang berkontribusi pada ekosistem industri otomotif nasional, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong transfer teknologi.

Dengan harga yang kompetitif, spesifikasi mumpuni, dan adaptasi fitur yang sesuai dengan kebutuhan lokal, Jaecoo J5 EV siap menjadi pilihan menarik bagi konsumen Indonesia yang mencari mobil listrik berkualitas. Kehadiran J5 EV ini diharapkan dapat semakin memacu pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Tanah Air, membawa kita selangkah lebih dekat menuju masa depan transportasi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

banner 325x300