Jakarta, IDN Times – Tahun 2025 mungkin akan tercatat dalam sejarah Ford sebagai tahun dengan jumlah penarikan kembali (recall) unit terbanyak. Bayangkan, hampir 13 juta unit mobil Ford harus ditarik dari peredaran untuk perbaikan. Angka ini tentu mengejutkan banyak pihak, bahkan bisa memunculkan citra negatif bagi sebagian besar produsen otomotif.
Namun, yang lebih mengejutkan lagi adalah bagaimana Ford menanggapi ‘pencapaian’ ini. Alih-alih merasa malu atau khawatir akan reputasi, raksasa otomotif asal Amerika Serikat ini justru melihatnya sebagai sebuah bentuk komitmen dan kebanggaan. Sebuah pandangan yang sangat kontras dengan persepsi umum, bukan?
Rekor Recall yang Mengejutkan Dunia Otomotif
Ini bukan sekadar angka biasa. Ford berhasil mencetak rekor recall sepanjang tahun 2025, menempatkannya di posisi teratas daftar produsen otomotif dengan penarikan unit terbanyak di Amerika Serikat. Total 152 kali recall dilakukan, yang berarti ada satu penarikan unit setiap dua setengah hari. Sebuah frekuensi yang luar biasa tinggi.
Jumlah 13 juta kendaraan yang ditarik ini bahkan jauh melampaui total gabungan sembilan produsen otomotif lainnya yang masuk dalam daftar. Selisihnya mencapai 23,59 ribu unit, sebuah angka yang fantastis dan sulit dipercaya. Data ini secara gamblang menunjukkan skala operasi recall Ford yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Mengapa Ford Menganggap Ini Sebuah ‘Pencapaian’?
Kepala Operasional Ford, Kumar Galhotra, menjelaskan alasan di balik pandangan unik perusahaannya. Menurutnya, konsumen perlu tahu bahwa Ford sangat berkomitmen terhadap kualitas produk-produknya dan siap bertanggung jawab penuh atas setiap masalah yang mungkin timbul. Ini adalah tentang transparansi dan integritas.
"Kualitas awal kami telah meningkat secara substansial tahun ini. Jika terjadi sesuatu yang salah dengan kendaraan mereka, saya ingin mereka tahu bahwa kami akan bertindak cepat untuk menanganinya," ujar Kumar, seperti dilansir Carscoops. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Ford memprioritaskan kepercayaan konsumen di atas segalanya, bahkan jika itu berarti harus melakukan recall besar-besaran.
Biang Kerok di Balik Jutaan Recall: Bukan Kualitas, Tapi Software?
Jadi, apa sebenarnya penyebab utama dari jutaan recall ini? Ford mengklaim bahwa sebagian besar masalah berasal dari perangkat lunak (software), bukan kerusakan fisik pada komponen utama atau cacat produksi yang mendasar. Ini adalah perbedaan krusial yang ingin ditekankan oleh perusahaan.
Dalam dunia otomotif modern yang semakin canggih, di mana mobil layaknya komputer berjalan, masalah perangkat lunak menjadi hal yang lumrah. Bahkan, sebanyak 40 kali recall khusus disebabkan oleh masalah sederhana: memastikan pembaruan ulang dari perbaikan sebelumnya terunduh dengan benar. Ini mengindikasikan bahwa masalahnya lebih sering terkait dengan update dan patch sistem digital daripada cacat manufaktur.
Bukti Komitmen Ford: Biaya Garansi Justru Menurun!
Salah satu argumen terkuat Ford untuk mendukung klaim kualitasnya adalah data biaya garansi. Meskipun jumlah recall melonjak drastis hingga mencapai rekor, biaya yang dikeluarkan untuk garansi justru menunjukkan tren penurunan. Ini adalah paradoks yang menarik dan menjadi kunci dari narasi Ford.
Kumar Galhotra menjelaskan, "Itu jelas terkait langsung dengan peningkatan kualitas awal kendaraan yang kami jual, serta peningkatan biaya perbaikan, dan penurunan biaya perbaikan untuk kendaraan yang sudah berada di tangan pelanggan." Artinya, produk baru Ford memiliki kualitas awal yang lebih baik, dan perbaikan yang dilakukan lebih efisien dan terarah. Penurunan biaya garansi ini secara tidak langsung membuktikan bahwa recall yang dilakukan adalah tindakan proaktif, bukan karena penurunan kualitas produk secara keseluruhan.
Masa Depan Kualitas Ford: Optimisme di Tengah Badai Recall
Walaupun angka recall Ford mungkin terlihat mengkhawatirkan di permukaan, ada sinyal positif dari pihak ketiga yang patut diperhatikan. Consumer Reports, lembaga independen yang dikenal ketat dalam penilaian kualitas produk, bahkan memasukkan Ford ke dalam daftar teratas perihal peningkatan kendala. Ini menunjukkan bahwa upaya Ford dalam meningkatkan kualitas tidak luput dari perhatian.
Perusahaan juga sangat yakin bahwa kualitas kendaraan produksi tahun 2025 termasuk yang terbaik sejauh ini. Ini menunjukkan bahwa Ford tidak hanya berani mengakui kesalahan dan bertindak cepat, tetapi juga terus berinovasi dan memperbaiki diri secara berkelanjutan. Mereka melihat recall sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas yang transparan dan bertanggung jawab.
Kisah recall Ford di tahun 2025 ini memberikan perspektif baru dalam industri otomotif. Apa yang sering dianggap sebagai ‘aib’ atau ‘skandal’, justru diubah oleh Ford menjadi bukti komitmen terhadap pelanggan dan kualitas produk. Pendekatan proaktif ini mungkin akan menjadi tren baru, di mana transparansi dan kecepatan respons menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan konsumen. Ford membuktikan bahwa terkadang, mengakui kesalahan dengan cepat dan bertanggung jawab adalah langkah terbaik untuk maju dan memperkuat citra merek di mata publik.


















