banner 728x250

Timnas Indonesia Turun Peringkat FIFA ke-119: Bukan Karena Kalah, Tapi Ada yang Lebih Mengejutkan!

Infografis ranking FIFA terbaru Timnas Indonesia yang mengalami penurunan.
Timnas Indonesia turun satu peringkat dalam ranking FIFA terbaru, menempati posisi ke-146 dunia.
banner 120x600
banner 468x60

Kabar kurang mengenakkan datang dari dunia sepak bola Tanah Air. Posisi Timnas Indonesia dalam ranking FIFA terbaru yang dirilis pada Kamis (18/9) resmi mengalami penurunan. Skuad Garuda kini harus rela turun satu posisi, menempati peringkat ke-119 dunia.

Penurunan ini tentu saja menimbulkan tanda tanya besar di kalangan penggemar. Pasalnya, Indonesia justru berhasil menambah poin sebanyak 3,39 selama FIFA Matchday September. Ini adalah paradoks yang membuat banyak pihak bertanya-tanya, bagaimana bisa poin bertambah tapi peringkat malah merosot?

banner 325x300

Fakta Mengejutkan di Balik Penurunan Peringkat

Usut punya usut, penurunan peringkat Indonesia bukan disebabkan oleh hasil buruk yang membuat poin berkurang. Melainkan, ada dua negara yang performanya melonjak drastis dan berhasil menyalip posisi Merah Putih. Mereka adalah Niger dan Gambia.

Niger menunjukkan kenaikan signifikan dengan tambahan 12,11 poin, membuat mereka melesat empat posisi. Sementara itu, Gambia bahkan lebih impresif lagi, berhasil menambah 24,57 poin dan naik delapan peringkat. Lonjakan poin yang luar biasa dari kedua negara ini secara otomatis menggeser posisi Indonesia, meskipun Timnas kita juga berhasil mengumpulkan poin.

Perjalanan Timnas di FIFA Matchday September

Tambahan 3,39 poin yang didapatkan Indonesia merupakan hasil dari dua pertandingan yang dilakoni selama FIFA Matchday September. Skuad Garuda berhasil meraih kemenangan penting atas Taiwan, yang tentunya berkontribusi pada penambahan poin. Namun, hasil imbang saat menghadapi Lebanon sedikit mengurangi potensi poin maksimal yang bisa diraih.

Meski demikian, tidak kalah dan meraih satu kemenangan serta satu hasil imbang seharusnya menjadi modal positif. Namun, dinamika perhitungan poin FIFA yang kompleks, ditambah dengan performa gemilang tim-tim lain, membuat posisi Indonesia tetap terpengaruh. Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kancah sepak bola internasional, bahkan untuk tim-tim di peringkat menengah.

Dinamika Persaingan di Asia Tenggara

Di level Asia Tenggara, Thailand masih menjadi penguasa dengan ranking FIFA tertinggi. Tim Gajah Perang berhasil naik satu peringkat dan kini bertengger di posisi ke-101 dunia, menunjukkan konsistensi performa mereka. Ini menjadi tolok ukur bagi negara-negara ASEAN lainnya untuk terus berbenah.

Vietnam, rival abadi Indonesia, justru mengalami penurunan satu posisi ke peringkat 114 dunia. Sementara itu, Malaysia menunjukkan grafik positif dengan naik dua posisi ke peringkat 123. Keberhasilan Malaysia mengalahkan Singapura dan Palestina pada laga uji coba September menjadi kunci lonjakan peringkat mereka.

Di bawah Indonesia dan Malaysia, ada Filipina di peringkat 143 dan Singapura di peringkat 158. Pergerakan ranking ini menegaskan bahwa persaingan di kawasan Asia Tenggara semakin ketat. Setiap poin yang didapat dari FIFA Matchday sangat berarti untuk mengukuhkan dominasi regional dan meningkatkan prestise di mata dunia.

Puncak Dunia Bergeser: Spanyol Kembali Berjaya

Tidak hanya di level regional, dinamika menarik juga terjadi di puncak ranking FIFA. Spanyol berhasil merebut kembali posisi nomor satu dunia, sebuah pencapaian yang kali pertama mereka raih sejak tahun 2014. Ini menandai kembalinya dominasi La Furia Roja setelah beberapa tahun.

Prancis tetap kokoh di posisi kedua, menunjukkan konsistensi mereka sebagai salah satu kekuatan sepak bola global. Sementara itu, Argentina, yang sebelumnya merajai puncak, harus rela turun dua posisi ke peringkat ketiga. Pergeseran ini menunjukkan bahwa persaingan di level tertinggi pun sangat dinamis dan setiap pertandingan memiliki dampak besar pada ranking.

Misi Bangkit di Bulan Oktober: Peluang Emas untuk Garuda

Meskipun harus menerima kenyataan pahit dengan penurunan peringkat, Timnas Indonesia tidak boleh larut dalam kekecewaan. Ranking FIFA selanjutnya akan dirilis pada 23 Oktober 2025, dan ini menjadi kesempatan emas bagi skuad Garuda untuk memperbaiki posisi. Bulan Oktober akan menjadi bulan krusial dengan dua pertandingan penting.

Indonesia akan menghadapi dua lawan berat di babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertama, Timnas akan melawan Arab Saudi pada 8 Oktober, diikuti dengan pertandingan sengit melawan Irak pada 11 Oktober. Kedua pertandingan ini bukan hanya tentang kualifikasi Piala Dunia, tetapi juga tentang peluang besar untuk mendulang poin FIFA.

Menghadapi tim-tim dengan ranking lebih tinggi seperti Arab Saudi dan Irak adalah kesempatan terbaik untuk mendapatkan poin FIFA dalam jumlah besar. Kemenangan atau bahkan hasil imbang yang heroik akan memberikan dorongan signifikan bagi peringkat Indonesia. Ini adalah momen krusial bagi Timnas untuk membuktikan kualitas dan ambisi mereka di panggung internasional.

Harapan untuk Garuda: Dukungan Penuh dari Tanah Air

Penurunan peringkat ini memang sedikit mengecewakan, namun bukan berarti asa harus padam. Justru, ini menjadi pelecut semangat bagi Timnas Indonesia untuk bekerja lebih keras dan menunjukkan performa terbaik di pertandingan-pertandingan mendatang. Dukungan penuh dari seluruh rakyat Indonesia akan menjadi energi tambahan bagi para pemain.

Mari kita nantikan dengan antusiasme tinggi bagaimana Timnas Indonesia akan berjuang di bulan Oktober. Semoga skuad Garuda mampu memanfaatkan peluang emas ini untuk kembali merangkak naik di ranking FIFA dan membawa kebanggaan bagi seluruh bangsa. Perjalanan masih panjang, dan semangat pantang menyerah adalah kunci.

banner 325x300