banner 728x250

Takdir Juara? Borneo FC Ukir Rekor Fantastis, Persis Solo Jadi Korban Gol Dramatis Menit Akhir!

Pemain Borneo FC menendang bola saat melawan Persis Solo di Stadion Segiri.
Borneo FC raih kemenangan dramatis 1-0 atas Persis Solo, kokoh di puncak klasemen.
banner 120x600
banner 468x60

Borneo FC berhasil meraih kemenangan yang begitu dramatis dengan skor tipis 1-0 atas Persis Solo dalam laga pekan keenam Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di markas kebanggaan mereka, Stadion Segiri, pada Senin (22/9) malam itu, menjadi saksi bisu terciptanya rekor sempurna yang membuat publik sepak bola nasional berdecak kagum.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa. Ini adalah penegasan dominasi Pesut Etam yang kini menjadi satu-satunya tim di Super League musim ini yang berhasil mencatatkan lima kemenangan beruntun. Sebuah pencapaian yang luar biasa dan menempatkan mereka di puncak klasemen dengan penuh percaya diri.

banner 325x300

Duel Sengit di Stadion Segiri: Borneo FC vs Persis Solo

Sejak peluit kick-off dibunyikan, atmosfer di Stadion Segiri sudah terasa membara. Ribuan suporter tuan rumah tak henti-hentinya memberikan dukungan, menciptakan tekanan psikologis bagi tim tamu Persis Solo yang datang dengan misi mencuri poin. Borneo FC, yang bertindak sebagai tuan rumah, langsung tancap gas menguasai jalannya pertandingan.

Mereka berupaya keras mencari celah di lini pertahanan Persis yang tampil cukup solid. Fajar Fathur Rahman, dengan kecepatan dan kelincahannya, langsung mendapatkan peluang emas pada menit keempat. Sayangnya, ia terlalu lama menguasai bola, memberikan waktu bagi bek Persis untuk mematahkan ancaman tersebut.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Gol dan Gol Offside yang Kontroversial

Meskipun Borneo FC mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang, Persis Solo juga bukan tanpa perlawanan. Laskar Sambernyawa sesekali melancarkan serangan balik cepat yang cukup merepotkan. Bahkan, mereka sempat membuat jantung suporter tuan rumah berdegup kencang.

Pada menit ke-13, Kodai Tanaka berhasil membobol gawang Borneo FC melalui sepakan mendatar kaki kanannya. Mendapatkan umpan terobosan, Tanaka dengan tenang menggiring bola di sisi kiri hingga kotak penalti sebelum menaklukkan kiper Nadeo Argawinata. Dari sisi kiri, Tanaka menempatkan bola ke tiang kedua dengan placing kaki kanan yang akurat.

Namun, kegembiraan Persis Solo harus sirna. Gol Tanaka dianulir oleh wasit karena ia lebih dulu berada dalam posisi offside. Keputusan ini tentu saja memicu protes dari kubu Persis, namun wasit tetap pada keputusannya. Skor tetap imbang 0-0, dan Persis gagal unggul atas Borneo FC.

Borneo FC terus menekan, mengandalkan duet Mariano Peralta dan Joel Vinicius sebagai ujung tombak. Keduanya tak henti-hentinya membombardir pertahanan Persis, namun keberuntungan belum berpihak pada Pesut Etam. Hingga turun minum, skor kacamata 0-0 tetap bertahan, membuat babak kedua diprediksi akan semakin panas.

Gebrakan Pesut Etam di Babak Kedua: Gempuran Tiada Henti

Memasuki babak kedua, Borneo FC langsung meningkatkan intensitas serangan mereka. Pelatih tampaknya memberikan instruksi khusus untuk lebih agresif dan efektif dalam penyelesaian akhir. Muhammad Riyandi, penjaga gawang Persis Solo, langsung dibuat jatuh bangun mengamankan gawangnya dari gempuran bertubi-tubi.

Tembakan kaki kiri Juan Villa hanya menyamping tipis di sisi kiri gawang Persis setelah mendapatkan umpan tarik dari sisi kanan. Momen ini hampir saja memecah kebuntuan, namun Dewi Fortuna masih belum berpihak pada tuan rumah. Suporter di tribun pun dibuat menahan napas.

Tak lama berselang, Joel Vinicius unjuk kebolehan dengan melakukan tendangan salto yang spektakuler. Memanfaatkan umpan dari sisi kanan, bola hasil tendangannya masih belum juga bersarang di gawang Riyandi. Sebuah upaya yang patut diacungi jempol, meski belum membuahkan hasil.

Muhammad Riyandi: Dinding Kokoh yang Hampir Tak Tertembus

Di tengah gempuran Borneo FC, nama Muhammad Riyandi patut diacungi jempol. Penjaga gawang Persis Solo ini tampil heroik sepanjang pertandingan, menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus. Ia melakukan sejumlah penyelamatan penting yang membuat frustrasi para penyerang Borneo.

Pada menit ke-70, Kodai Tanaka kembali menunjukkan ancaman serius kepada Borneo. Sundulannya yang memaksimalkan umpan Gervane Kastaneer berhasil ditangkap dengan sigap oleh Nadeo. Namun, momen yang paling krusial bagi Riyandi terjadi pada menit ke-73. Ia dengan gemilang menepis sundulan keras Douglas Coutinho setelah menerima umpan silang akurat dari Caxambu.

Penyelamatan demi penyelamatan yang dilakukan Riyandi membuat Persis Solo tetap menjaga asa untuk setidaknya membawa pulang satu poin dari Segiri. Lini belakang Laskar Sambernyawa, yang dipimpin oleh Riyandi, tampil sangat disiplen dan konsisten dalam mematahkan setiap upaya Caxambu maupun Peralta.

Detik-detik Menegangkan: Gol Penentu di Ujung Laga

Waktu terus berjalan, dan papan skor masih menunjukkan angka 0-0. Rasa frustrasi mulai menyelimuti para pemain Borneo FC dan juga suporter mereka. Apakah rekor sempurna akan terhenti di pekan keenam ini? Pertanyaan itu mulai menghantui benak banyak orang.

Namun, Borneo FC tidak mengendurkan serangan mereka. Mereka terus menekan, mencari celah sekecil apa pun. Pertahanan Persis Solo yang begitu rapat dan disiplin membuat setiap serangan Borneo harus bekerja ekstra keras. Saat pertandingan memasuki menit-menit akhir injury time, ketegangan mencapai puncaknya.

Dan kemudian, keajaiban itu terjadi. Pada menit ke-90+8, di ambang berakhirnya pertandingan, Mariano Peralta menjadi pahlawan bagi Borneo FC. Dari sisi kanan, Peralta mulanya seperti berniat melepaskan umpan silang ke kotak penalti. Namun, bola hasil sepakannya melengkung indah dan langsung mengarah ke gawang, mengecoh Riyandi yang sudah mati langkah.

Gol! Stadion Segiri meledak dalam euforia yang tak terbendung. Para pemain Borneo FC langsung berlari merayakan gol dramatis ini, sementara kubu Persis Solo terdiam membisu, terpukul oleh gol di detik-detik terakhir. Sebuah gol yang mengubah segalanya, memastikan Borneo akhirnya menang dramatis 1-0 atas Persis.

Rekor Sempurna yang Menggila: Borneo FC di Puncak Super League

Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin, melainkan sebuah pernyataan tegas dari Borneo FC. Dengan hasil ini, mereka kini menjadi satu-satunya tim yang mencatatkan rekor sempurna, meraih lima kemenangan dari lima pertandingan yang telah mereka jalani di Super League 2025/2026. Sebuah start yang mengesankan dan penuh janji.

Rekor ini tentu saja menjadi modal berharga bagi Pesut Etam untuk mengarungi sisa kompetisi. Mentalitas juara dan semangat pantang menyerah yang mereka tunjukkan dalam laga ini akan menjadi kekuatan tambahan. Mereka telah membuktikan bahwa mereka adalah tim yang patut diperhitungkan sebagai kandidat juara musim ini.

Apa Selanjutnya untuk Borneo FC dan Persis Solo?

Bagi Borneo FC, kemenangan dramatis ini akan semakin memompa semangat dan kepercayaan diri mereka. Tugas selanjutnya adalah menjaga konsistensi dan terus menampilkan performa terbaik. Mereka kini memimpin klasemen dengan nyaman, namun perjalanan masih panjang.

Sementara itu, bagi Persis Solo, kekalahan di menit akhir ini tentu terasa menyakitkan. Namun, mereka juga bisa memetik pelajaran berharga dari pertandingan ini. Pertahanan solid dan beberapa ancaman serangan balik menunjukkan potensi yang mereka miliki. Mereka hanya perlu sedikit keberuntungan dan ketajaman di lini depan untuk bisa meraih hasil yang lebih baik di pertandingan selanjutnya. Super League 2025/2026 masih panjang, dan setiap tim pasti akan berjuang hingga akhir.

banner 325x300