Pekan keenam Super League baru saja usai, menyisakan drama dan kejutan yang membuat peta persaingan semakin memanas di setiap lini. Dua tim raksasa, Persib Bandung dan Borneo FC, berhasil mencatatkan kemenangan penting yang mengubah dinamika klasemen secara signifikan. Para penggemar sepak bola di seluruh Indonesia tentu penasaran, bagaimana posisi tim kesayangan mereka setelah serangkaian laga sengit yang penuh emosi ini?
Borneo FC: Kokoh di Puncak, Sulit Tergoyahkan?
Borneo FC kembali menunjukkan dominasinya di Super League musim ini, menegaskan status mereka sebagai kandidat kuat juara. Mereka berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persis Solo dalam laga yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Senin (22/9) malam. Gol tunggal Mariano Peralta di menit-menit akhir pertandingan menjadi penentu tiga poin krusial bagi Pesut Etam, menunjukkan mentalitas pantang menyerah hingga peluit akhir.
Kemenangan ini membuat Borneo FC semakin nyaman di puncak klasemen dengan koleksi 15 poin dari enam pertandingan. Mereka kini unggul lima poin dari pesaing terdekat, Persija dan PSIM, sebuah margin yang cukup signifikan di awal musim yang bisa menjadi modal berharga. Performa konsisten Borneo, baik dalam menyerang maupun bertahan, menjadi sinyal bahaya bagi tim-tim lain yang mengincar gelar juara.
Drama Penuh Air Mata: Persib Bandung Bangkit dari Keterpurukan
Di sisi lain, Persib Bandung sukses mencuri perhatian dengan kemenangan dramatis atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (22/9) sore. Maung Bandung harus berjuang keras setelah tertinggal lebih dulu melalui gol Matheus Blade di menit ke-12, membuat ribuan Bobotoh yang hadir sempat terdiam. Situasi semakin sulit ketika mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-64 setelah salah satu pemain diganjar kartu merah.
Namun, semangat juang Persib tak padam begitu saja, justru menyala lebih terang di bawah tekanan. Uilliam Barros berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-59, membangkitkan harapan tim dan suporter. Puncaknya, Federico Barba mencetak gol kemenangan di menit keempat injury time babak kedua, mengubah kekalahan menjadi kemenangan 2-1 yang heroik. Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin, melainkan juga bukti mentalitas baja dan spirit pantang menyerah yang dimiliki anak asuh Bojan Hodak, mengirimkan pesan kuat kepada para rival.
Peta Persaingan Empat Besar Makin Ketat
Kemenangan heroik Persib Bandung membawa mereka melesat ke peringkat keempat klasemen dengan total 10 poin. Mereka berhasil menggeser Persebaya dan Dewa United yang kini sama-sama mengoleksi 9 poin, membuat persaingan di papan atas semakin sengit. Hanya terpaut satu hingga dua poin antar tim, setiap hasil pertandingan kini menjadi sangat krusial.
Persija dan PSIM masih menempel ketat di posisi kedua dan ketiga dengan 11 poin, menjaga asa mereka untuk terus bersaing di papan atas dan menekan Borneo FC. Setiap pertandingan ke depan akan menjadi penentu penting bagi tim-tim ini untuk mengamankan posisi terbaik di zona Liga Champions Asia atau Piala AFC.
Perebutan Posisi Tengah: Siapa yang Mampu Konsisten?
Tidak hanya di papan atas, persaingan di papan tengah juga tak kalah seru dan penuh intrik. Empat klub, yaitu Malut United, Arema FC, Bhayangkara FC, dan Persijap, kini sama-sama mengumpulkan 8 poin. Mereka membentuk klaster tim yang berpotensi naik atau turun sewaktu-waktu tergantung hasil laga selanjutnya, menjadikan setiap pertandingan seperti final.
Sedikit di bawahnya, ada Persik Kediri dan Persita Tangerang dengan 7 poin, serta Bali United, PSM, dan Madura United dengan 6 dan 5 poin. Zona tengah ini menjadi ajang pembuktian konsistensi dan strategi tim, di mana setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal pada posisi mereka di klasemen akhir. Tim-tim ini berjuang bukan hanya untuk kebanggaan, tetapi juga untuk menghindari tekanan dari zona bawah.
Zona Degradasi Memanas: Ancaman Nyata Bagi Tiga Tim
Di dasar klasemen, ancaman degradasi semakin terasa nyata dan menghantui bagi tiga tim. Persis Solo, yang baru saja kalah dari Borneo FC, kini terperosok ke peringkat 16 dengan 5 poin, merasakan dinginnya zona merah. Mereka ditemani oleh PSBS Biak (4 poin) dan Semen Padang (4 poin) yang juga harus berjuang keras untuk bertahan di kasta tertinggi.
Tiga tim ini harus segera berbenah dan mencari strategi terbaik untuk bisa keluar dari jerat degradasi yang mematikan. Setiap poin yang diraih akan sangat berharga, dan tekanan untuk meraih kemenangan akan semakin besar di pekan-pekan mendatang. Ini adalah pertarungan hidup-mati yang akan menguji mental dan strategi mereka.
Klasemen Super League Pekan Keenam (Update 22 September 2025)
Berikut adalah klasemen lengkap Super League setelah seluruh pertandingan pekan keenam rampung, menunjukkan perubahan signifikan di berbagai posisi:
- Borneo FC 15 poin
- Persija 11 poin
- PSIM 11 poin
- Persib 10 poin
- Persebaya 9 poin
- Dewa United 9 poin
- Malut United 8 poin
- Arema FC 8 poin
- Bhayangkara FC 8 poin
- Persijap 8 poin
- Persik Kediri 7 poin
- Persita Tangerang 7 poin
- Bali United 6 poin
- PSM 6 poin
- Madura United 5 poin
- Persis Solo 5 poin
- PSBS Biak 4 poin
- Semen Padang 4 poin
Menanti Kejutan di Pekan Selanjutnya
Dengan hasil-hasil yang begitu dramatis dan perubahan posisi yang signifikan, Super League musim ini dipastikan akan terus menyajikan tontonan menarik dan penuh ketegangan. Setiap tim memiliki motivasi berbeda, mulai dari mempertahankan puncak klasemen, merangsek ke atas untuk meraih tiket kompetisi kontinental, hingga berjuang mati-matian keluar dari zona degradasi.
Pekan-pekan selanjutnya akan menjadi penentu arah bagi banyak tim, membentuk narasi yang akan dikenang sepanjang musim. Akankah Borneo FC terus tak terbendung dan memperlebar jarak? Mampukah Persib menjaga momentum kebangkitan heroik mereka dan terus merangkak naik? Dan siapa yang akan berhasil keluar dari zona merah, atau justru terpaksa menyerah pada nasib? Semua pertanyaan ini akan terjawab seiring berjalannya waktu, menjanjikan lebih banyak drama dan kejutan di setiap laga Super League.


















