Sepak bola Asia kembali dihebohkan dengan pengumuman nominasi Pemain Terbaik Asia AFC 2025. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada seorang bintang muda dari Asia Tenggara yang berhasil mencetak sejarah baru, mengukir namanya di antara para raksasa benua kuning. Dia adalah Arif Aiman Hanapi, penyerang andalan timnas Malaysia dan klub Johor Darul Ta’zim (JDT).
Arif Aiman menjadi pemain pertama asal Malaysia yang berhasil menembus daftar prestisius ini, sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol dan membanggakan seluruh negeri jiran. Pengumuman resmi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Kamis (26/9) ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola.
Arif Aiman Hanapi: Sang Pencetak Sejarah dari Malaysia
Bukan tanpa alasan Arif Aiman Hanapi dinominasikan untuk penghargaan bergengsi ini. Penampilannya sepanjang musim 2024/25 bersama Johor Darul Ta’zim (JDT) memang luar biasa, bahkan bisa dibilang fenomenal. Ia menjadi motor serangan timnya yang berhasil melaju hingga babak 16 besar AFC Champions League Elite.
Di kompetisi antarklub paling elite di Asia tersebut, Arif Aiman sukses mencetak lima gol yang krusial. Tak hanya di kancah Asia, performa gemilangnya juga membawa JDT meraih treble domestik, menegaskan dominasi mereka di liga Malaysia.
AFC secara eksplisit menyebutkan bahwa kontribusi Arif Aiman yang konsisten dan memukau di panggung Asia menjadi faktor utama nominasinya. Selain itu, ia juga merupakan sosok kunci bagi timnas Malaysia yang tengah berjuang keras untuk lolos ke Piala Asia AFC Arab Saudi 2027. Kehadirannya memberikan harapan baru bagi Harimau Malaya.
Para Pesaing Berat: Bintang Qatar dan Arab Saudi
Perjalanan Arif Aiman untuk meraih gelar Pemain Terbaik Asia tentu tidak akan mudah. Ia harus bersaing dengan dua nama besar yang sudah sangat familiar di kancah sepak bola Asia, bahkan dunia. Mereka adalah Akram Afif dari Qatar dan Salem Al Dawsari, kapten timnas Arab Saudi.
Akram Afif adalah bintang timnas Qatar yang pernah menyabet gelar Pemain Terbaik Asia AFC pada tahun 2019. Skill individu, visi bermain, dan ketajamannya di depan gawang membuatnya menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di benua ini. Pengalamannya memenangkan penghargaan ini tentu menjadi modal berharga.
Sementara itu, Salem Al Dawsari adalah Pemain Terbaik Asia edisi 2022. Pemain andalan Al Hilal ini musim lalu juga menunjukkan performa impresif, membawa klubnya lolos ke semifinal Liga Champions Elite Asia dan mencetak 10 gol. Duel antara tiga pemain ini dipastikan akan sangat ketat dan menarik untuk disaksikan.
Mengapa Nominasi Ini Penting untuk Sepak Bola Asia Tenggara?
Masuknya Arif Aiman Hanapi dalam nominasi Pemain Terbaik Asia bukan hanya kebanggaan bagi Malaysia, tetapi juga menjadi angin segar bagi seluruh kawasan Asia Tenggara. Selama ini, penghargaan individu tertinggi di Asia kerap didominasi oleh pemain-pemain dari Asia Timur dan Asia Barat.
Keberhasilan Arif Aiman membuktikan bahwa talenta dari Asia Tenggara memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi. Ini bisa menjadi inspirasi bagi pemain-pemain muda lainnya di kawasan ini untuk terus bekerja keras dan bermimpi besar, menembus dominasi yang sudah ada.
Ini juga menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola di ASEAN. Dengan semakin banyaknya pemain yang tampil gemilang di kancah klub maupun timnas, diharapkan kualitas liga-liga domestik dan kompetisi regional juga akan ikut terangkat.
Perbedaan Pemain Terbaik Asia dan Pemain Internasional Asia
Penting untuk diketahui bahwa AFC membedakan dua kategori penghargaan utama untuk pemain pria. Ada "AFC Player of the Year" yang diperuntukkan bagi pemain-pemain Asia yang berkarier di klub-klub dalam benua Asia. Inilah kategori tempat Arif Aiman bersaing.
Kemudian, ada "AFC Asian International Player of the Year" yang secara khusus diberikan kepada pemain-pemain Asia yang berkarier di luar benua Asia, biasanya di liga-liga top Eropa. Kategori ini mengakui kontribusi pemain Asia di panggung global.
Tiga pemain yang masuk nominasi AFC Asian International Player of the Year adalah nama-nama yang sudah tak asing lagi. Mereka adalah Lee Kang In (PSG/Korea Selatan), Mehdi Taremi (Inter Milan, Olympiacos/Iran), dan Takefusa Kubo (Real Sociedad/Jepang). Ketiganya menunjukkan performa luar biasa di klub-klub elite Eropa.
Bagaimana dengan Indonesia? Harapan dan Tantangan ke Depan
Pertanyaan yang mungkin muncul di benak banyak penggemar sepak bola Indonesia adalah: "Kapan giliran pemain Indonesia?" Sayangnya, untuk edisi 2025 ini, belum ada satu pun pemain Indonesia yang berhasil menembus nominasi Pemain Terbaik Asia.
Ini tentu menjadi "PR" besar bagi sepak bola Indonesia. Meskipun timnas Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan banyak pemain muda berbakat yang mulai bersinar, konsistensi di level klub Asia dan Eropa masih menjadi tantangan.
Untuk bisa menembus nominasi Pemain Terbaik Asia, seorang pemain harus menunjukkan performa yang benar-benar menonjol di kompetisi antarklub Asia seperti AFC Champions League Elite atau AFC Cup, atau bahkan di liga-liga top Asia lainnya. Selain itu, kontribusi besar di tim nasional juga menjadi nilai tambah.
Indonesia memiliki banyak talenta muda potensial seperti Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Rafael Struick, dan lainnya yang berkarier di luar negeri atau di Liga 1. Namun, mereka perlu terus mengasah kemampuan, mendapatkan menit bermain yang konsisten, dan menunjukkan performa kelas dunia secara reguler agar bisa bersaing di level ini. Semoga saja, dalam beberapa tahun ke depan, nama pemain Indonesia bisa ikut menghiasi daftar nominasi bergengsi ini.
Menuju Malam Penghargaan AFC 2025
Puncak dari rangkaian penghargaan ini adalah upacara AFC Awards 2025 yang akan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, pada 16 Oktober mendatang. Malam itu akan menjadi momen penentuan siapa yang berhak membawa pulang trofi Pemain Terbaik Asia dan berbagai penghargaan lainnya.
Selain kategori Pemain Terbaik Asia dan Pemain Internasional Asia, AFC juga akan mengumumkan pemenang untuk kategori lain, termasuk AFC Women’s Player of the Year. Untuk kategori wanita, nominasi diisi oleh Holly McNamara (Melbourne City FC/Australia), Wang Shuang (Wuhan Jiangda Women’s FC/China), dan Hana Takahashi (Urawa Red Diamonds Ladies/Jepang).
Malam penghargaan ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi para individu, tetapi juga perayaan bagi perkembangan sepak bola di seluruh benua Asia. Kita tunggu saja, apakah Arif Aiman Hanapi akan berhasil mengukir sejarah lebih jauh dengan membawa pulang gelar Pemain Terbaik Asia ke Malaysia.


















