Jakarta, CNN Indonesia — Sebuah kejutan datang dari Istana Negara. Erick Thohir, sosok yang tak asing lagi di kancah nasional, kini resmi mengemban amanah baru sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Pengumuman ini sontak menyita perhatian publik, terutama para pegiat olahraga dan pemuda di seluruh Indonesia.
Pada Rabu, 17 September 2025, setelah resmi terpilih, Erick Thohir langsung diserbu pertanyaan oleh awak media. Para jurnalis penasaran dengan langkah-langkah awal yang akan diambilnya untuk memajukan sektor pemuda dan olahraga di bawah kepemimpinannya.
Namun, di tengah suasana serius tersebut, Erick Thohir justru melontarkan sebuah gurauan yang sukses memecah tawa. Target jangka pendek yang diungkapkannya ternyata jauh dari dugaan banyak orang, dan justru bikin geleng-geleng kepala.
Gurauan Menpora yang Bikin Geger Ruang Konferensi
Momen tersebut terjadi saat para wartawan terus mendesak Erick Thohir untuk mengungkapkan prioritas utamanya. Ia memang sempat menjelaskan bahwa detail akan dibahas setelah serah terima jabatan (Sertijab) yang dijadwalkan pada Kamis, 18 September.
"Prioritasnya itu tadi pemuda dan olahraga. Besok baru sertijab. Nanti baru kita review seperti apa. Itu yang harus kita lakukan," kata Erick Thohir dengan nada serius, mencoba menjawab pertanyaan bertubi-tubi dari para kuli tinta.
Namun, jawaban tersebut belum memuaskan rasa ingin tahu para jurnalis. Mereka terus menggali lebih dalam, dan di sinilah momen tak terduga itu muncul. Dengan senyum lebar, Erick Thohir melontarkan sebuah target yang bikin seisi ruangan tertawa.
"Ngurusin badan," ujarnya singkat, disambut tawa renyah dari para wartawan. Ia melanjutkan, "Karena sudah mesti bulu tangkis lagi, renang lagi." Sebuah pengakuan jujur yang menunjukkan sisi humanis dari seorang menteri baru.
Bukan Sekadar Gurauan: Ada Misi Besar di Balik Tawa
Meskipun gurauan tersebut sempat mencairkan suasana, Erick Thohir menegaskan bahwa tugasnya sebagai Menpora adalah amanah besar. Ia tidak main-main dalam menjalankan visi dan misi yang telah digariskan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan "ngurusin badan" mungkin terdengar ringan, namun di baliknya tersirat komitmen untuk kembali aktif dalam kegiatan olahraga. Ini bisa diartikan sebagai bentuk teladan, bahwa seorang Menpora juga harus sehat dan bugar, sejalan dengan semangat yang ingin ia tanamkan pada masyarakat.
Lebih dari itu, ia memaparkan dua sektor utama yang akan menjadi fokus perhatiannya: pemuda dan olahraga. Kedua sektor ini memiliki peran krusial dalam pembangunan bangsa dan masa depan Indonesia.
Prioritas Utama: Membangun Pemuda Indonesia yang Tangguh
Erick Thohir menjelaskan bahwa ia mendapat tugas langsung dari Presiden Prabowo untuk fokus pada sektor pemuda. Seringkali, kata dia, perhatian publik hanya tertuju pada olahraga, padahal pemuda memiliki potensi yang tak kalah besar.
"Nomor satu saya mendapat tugas dari Presiden [Prabowo]. Saya profesional, tentu sebagai pembantu presiden saya tegak lurus," tegasnya. Ia menekankan bahwa pemuda adalah aset berharga yang harus dikelola dengan baik.
Indonesia memiliki sekitar 131 juta pemuda, angka yang sangat signifikan. Menurut Erick, mereka adalah basis masa depan bangsa yang harus dibangun kapabilitasnya. Tujuannya jelas: agar mampu bersaing secara global dan tetap memiliki rasa cinta tanah air yang kuat.
Membangun kapabilitas ini tidak hanya sebatas pendidikan formal, tetapi juga pengembangan keterampilan, karakter, dan jiwa kepemimpinan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk memastikan Indonesia memiliki generasi penerus yang kompeten dan berintegritas.
Olahraga sebagai Pemersatu dan Duta Bangsa
Selain pemuda, sektor olahraga tentu saja menjadi fokus utama lainnya. Erick Thohir, yang memiliki rekam jejak panjang di dunia olahraga, memahami betul potensi besar yang dimiliki bidang ini.
"Untuk olahraga sendiri, tentu olahraga harus bisa menjadi alat pemersatu bangsa," ujarnya. Ia percaya bahwa di tengah perbedaan, olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat di bawah satu bendera kebanggaan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa olahraga adalah duta bangsa Indonesia di mata dunia. Setiap atlet yang berlaga di kancah internasional membawa nama baik negara. Oleh karena itu, olahraga harus mampu menjaga dan menaikkan muruah serta martabat bangsa Indonesia.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Erick Thohir berencana mendorong lebih banyak kompetisi, baik di tingkat daerah maupun pusat. Ini penting untuk pembinaan atlet sejak dini, sekaligus sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui kegiatan olahraga. "Karena basis manusia itu butuh badan yang sehat tapi juga pikiran yang sehat untuk membangun bangsa," pungkasnya.
Sertijab dan Langkah Konkret yang Dinanti
Dengan jadwal Sertijab pada Kamis, 18 September, publik menantikan langkah-langkah konkret dari Menpora baru ini. Setelah prosesi serah terima jabatan, diharapkan Erick Thohir akan segera menyusun program kerja yang lebih detail dan terukur.
Peninjauan ulang program-program yang sudah ada akan menjadi agenda awal. Ini penting untuk memastikan efektivitas dan relevansi kebijakan yang akan diterapkan, serta untuk mengidentifikasi area-area yang memerlukan inovasi dan perbaikan.
Transformasi di Kementerian Pemuda dan Olahraga di bawah kepemimpinan Erick Thohir tentu akan menjadi sorotan. Dengan pengalaman dan visinya, banyak pihak berharap ia mampu membawa angin segar dan perubahan positif yang signifikan.
Harapan Besar di Pundak Menpora Baru
Penunjukan Erick Thohir sebagai Menpora memunculkan harapan besar dari berbagai kalangan. Dengan latar belakangnya yang kuat di dunia bisnis, media, dan olahraga, ia diharapkan mampu membawa pendekatan yang lebih profesional dan modern dalam mengelola sektor pemuda dan olahraga.
Tantangan yang menanti tentu tidak sedikit, mulai dari peningkatan prestasi olahraga, pemerataan fasilitas, hingga pemberdayaan pemuda di seluruh pelosok negeri. Namun, dengan semangat dan komitmen yang ditunjukkan, publik optimistis bahwa Erick Thohir akan mampu menjawab tantangan tersebut.
Kini, semua mata tertuju pada Menpora baru. Gurauan "ngurusin badan" mungkin hanya pembuka, namun di baliknya tersimpan janji untuk mengurus masa depan pemuda dan olahraga Indonesia dengan sepenuh hati. Mari kita nantikan gebrakan-gebrakan selanjutnya!


















