Panggung Proliga 2026 kembali menyajikan drama yang menguras emosi. Tim voli putri Bandung BJB Tandamata harus menelan pil pahit setelah mimpi mereka untuk melaju ke babak final four resmi kandas. Kekalahan 1-3 (12-25, 16-25, 25-20, 17-25) dari Jakarta Popsivo Polwan pada Kamis (19/2) menjadi penutup perjalanan yang penuh perjuangan bagi tim asal Kota Kembang tersebut.
Hasil ini sekaligus menjadi penegas bahwa persaingan di Proliga musim ini begitu ketat dan tak terduga. Bagi BJB Tandamata, kekalahan ini membuat mereka tak beranjak dari posisi keenam klasemen sementara, hanya mengoleksi empat kemenangan dari sebelas laga yang telah dilakoni. Sebuah hasil yang tentu saja jauh dari harapan para penggemar setia mereka.
Perjuangan BJB Tandamata yang Penuh Tekanan
Sejak awal pertandingan, terlihat jelas bahwa Jakarta Popsivo Polwan tampil lebih dominan. Dua set pertama berhasil mereka amankan dengan skor telak 12-25 dan 16-25, menunjukkan superioritas dalam serangan maupun pertahanan. Tekanan besar langsung menghantam para pemain BJB Tandamata yang memang didominasi oleh wajah-wajah muda.
Namun, semangat juang BJB Tandamata patut diacungi jempol. Mereka tidak menyerah begitu saja. Di set ketiga, tim asuhan Risco Herlambang ini berhasil bangkit dan memberikan perlawanan sengit, bahkan mampu membalikkan keadaan dan memenangkan set dengan skor 25-20. Momen ini sempat memicu harapan baru bagi para pendukung mereka.
Sayangnya, momentum positif itu tak mampu dipertahankan. Pada set keempat, Popsivo Polwan kembali menemukan ritme permainannya dan berhasil mengunci kemenangan dengan skor 17-25. Kekalahan ini memastikan BJB Tandamata harus mengubur dalam-dalam impian mereka untuk bersaing di babak final four Proliga 2026.
Apresiasi Pelatih dan Pelajaran Berharga untuk Masa Depan
Meskipun gagal mencapai target, pelatih Bandung BJB Tandamata, Risco Herlambang, tetap memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan anak asuhnya. Ia mengakui bahwa timnya sudah berusaha tampil lepas tanpa beban, namun tekanan pertandingan besar seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi pemain muda.
"Saya sudah instruksikan kepada para pemain untuk tampil lepas tanpa beban. Mungkin karena mayoritas pemain muda, saat mendapatkan tekanan mereka agak goyah," ungkap Risco. Pernyataan ini memberikan gambaran jelas tentang dinamika psikologis yang terjadi di lapangan, di mana pengalaman dan mentalitas menjadi faktor krusial.
Kekalahan ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi para pemain muda BJB Tandamata. Pengalaman menghadapi tekanan di level tertinggi Proliga akan menjadi bekal penting untuk pengembangan karier mereka di masa depan. Mereka akan memiliki satu laga tersisa melawan Jakarta Livin’ Mandiri pada Minggu (22/2) mendatang, yang akan menjadi kesempatan untuk menutup musim dengan kepala tegak dan memberikan pelipur lara bagi para pendukung.
Popsivo Polwan: Selangkah Lagi Menuju Final Four!
Di sisi lain, kemenangan atas BJB Tandamata menjadi angin segar bagi Jakarta Popsivo Polwan. Hasil positif ini membawa mereka semakin dekat dengan tiket menuju babak final four. Popsivo Polwan kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tempat mereka di babak penentuan juara Proliga 2026.
Perjalanan Popsivo Polwan musim ini memang patut diperhitungkan. Mereka menunjukkan konsistensi dan determinasi yang tinggi, menjadikannya salah satu kandidat kuat di kompetisi ini. Kemenangan krusial ini tentu saja meningkatkan moral tim dan kepercayaan diri para pemain menjelang laga-laga penentu.
Analisis Pelatih dan Kontribusi Pemain Muda Popsivo Polwan
Pelatih Popsivo Polwan, Darko Dobreskov, tidak menampik bahwa timnya sempat lengah pada gim ketiga. Ia mengakui bahwa kesalahan-kesalahan sendiri yang dilakukan oleh anak asuhnya memberikan celah bagi Bandung BJB Tandamata untuk bangkit. Sebuah pengakuan jujur yang menunjukkan evaluasi mendalam dari sang pelatih.
"Inilah bola voli. Ketika kamu banyak buat kesalahan, maka lawan akan menghukum kamu. Kami banyak melakukan kesalahan sendiri," ucap pelatih asal Serbia tersebut. Pernyataan ini menjadi pengingat penting bagi timnya untuk tetap fokus dan tidak meremehkan lawan, bahkan ketika sudah unggul jauh.
Salah satu bintang muda yang bersinar dalam pertandingan ini adalah Chelsa Berliana. Pemain kelahiran 24 Juni 2007 ini mengungkapkan kebahagiaannya bisa membawa timnya meraih kemenangan penting. Kepercayaan yang diberikan oleh pelatih untuk menjadi pilihan utama di lapangan menjadi motivasi tersendiri baginya.
"Pasti senang dipercaya kembali menjadi pilihan utama. Setiap ada kesempatan saya berupaya untuk tampil maksimal," ujar Chelsa. Kontribusi pemain muda seperti Chelsa menunjukkan regenerasi yang baik dalam tim Popsivo Polwan dan menjadi harapan cerah bagi masa depan voli Indonesia.
Menuju Laga Penentuan: Popsivo Polwan vs. Medan Falcons
Dengan satu kemenangan lagi yang dibutuhkan, fokus Popsivo Polwan kini tertuju pada pertandingan selanjutnya. Mereka akan berhadapan dengan Medan Falcons pada Jumat (27/2) malam. Di atas kertas, Popsivo Polwan memang diunggulkan dalam laga ini.
Pada putaran pertama, Popsivo Polwan berhasil mengalahkan Medan Falcons dengan skor telak 3-0 (25-20, 25-19, 25-14). Rekor pertemuan ini tentu memberikan keuntungan psikologis bagi Popsivo. Namun, dalam olahraga voli, segala kemungkinan bisa terjadi. Mereka harus tetap menjaga fokus dan tidak lengah demi mengamankan tiket final four.
Pertandingan ini diprediksi akan menjadi tontonan menarik bagi para pecinta voli. Akankah Popsivo Polwan berhasil mengunci tempat di final four, ataukah Medan Falcons akan memberikan kejutan dan menunda pesta kemenangan mereka? Kita tunggu saja drama selanjutnya di panggung Proliga 2026!


















