Kiper andalan Real Madrid, Thibaut Courtois, melontarkan peringatan keras menjelang leg pertama babak playoff 16 besar Liga Champions. Ia mendesak rekan-rekannya untuk belajar dari kesalahan fatal di masa lalu saat menghadapi Benfica di Stadion Da Luz. Laga krusial ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan ajang pembuktian sekaligus penebusan dosa bagi Los Blancos.
Madrid masih dihantui memori pahit kekalahan telak 2-4 dari Benfica pada pertandingan terakhir babak penyisihan Liga Champions, Januari lalu. Hasil memalukan itu membuat raksasa Spanyol ini terlempar dari delapan besar klasemen akhir dan harus menjalani jalur playoff yang penuh risiko. Courtois tidak ingin sejarah kelam tersebut terulang kembali.
Trauma Kekalahan di Fase Grup: Sebuah Luka yang Belum Sembuh
Kekalahan 2-4 dari Benfica di fase grup lalu adalah pukulan telak bagi Real Madrid. Hasil tersebut bukan hanya merusak rekor mereka, tetapi juga memaksa tim asuhan Carlo Ancelotti melewati rintangan ekstra di babak playoff. Sebuah skenario yang seharusnya bisa dihindari oleh tim sekelas Real Madrid.
Pertandingan tersebut menjadi cerminan kurangnya fokus dan koordinasi di lini belakang, serta ketidakefektifan dalam memanfaatkan peluang. Courtois, yang saat itu juga berdiri di bawah mistar gawang, tentu merasakan langsung betapa rapuhnya pertahanan timnya. Kini, ia menuntut perubahan sikap dan mentalitas yang drastis.
Misi Revans dan Tekanan di Kandang Lawan
Laga kali ini menjadi kesempatan emas bagi Real Madrid untuk membalas dendam atas kekalahan sebelumnya. Namun, Courtois mengingatkan bahwa misi revans ini tidak akan mudah. Benfica adalah tim kuat yang bermain di kandang sendiri, dengan dukungan penuh dari para suporter fanatik mereka.
"Bermain di babak play-off ini bukanlah yang kami inginkan, tetapi itulah yang harus kami lakukan," ujar Courtois, dikutip dari beIN Sports. "Kami menghadapi tim hebat yang telah menyakiti kami di stadion mereka. Ini akan menjadi tantangan besar."
Pentingnya Kekompakan dan Kerja Sama Tim
Kiper asal Belgia itu menekankan pentingnya kekompakan dan kerja sama tim yang solid. Menurutnya, tanpa dua elemen tersebut, Real Madrid akan kembali terseok-seok di babak playoff ini. Pengalaman pahit sebelumnya harus menjadi pelajaran berharga untuk membangun strategi yang lebih matang.
"Kami harus meningkatkan diri, belajar dari kekalahan itu, dan memiliki sikap yang sama seperti saat melawan Real Sociedad untuk mendapatkan hasil yang baik," tambah Courtois. Ini bukan hanya tentang taktik, tetapi juga tentang mentalitas juang yang harus dimiliki setiap pemain.
Strategi Dua Leg: Keuntungan di Bernabeu
Courtois juga menyoroti perbedaan format pertandingan kali ini yang menggunakan sistem dua leg. Ia memahami bahwa Benfica akan berusaha keras mencari keuntungan di kandang mereka. Oleh karena itu, Real Madrid harus mampu bertahan dan menyerang secara kolektif untuk membawa pulang hasil positif ke Santiago Bernabeu.
"Ini akan berbeda, karena ini pertandingan dua leg," jelasnya. "Kita tahu bahwa mereka akan mencari keuntungan di stadion mereka, dan kita harus bersatu dalam bertahan dan menyerang untuk kembali ke Bernabeu dengan hasil yang baik." Mencetak gol tandang atau setidaknya tidak kebobolan terlalu banyak akan menjadi kunci.
Badai Cedera dan Hukuman Kartu: Tantangan Ganda Ancelotti
Menjelang laga krusial ini, Real Madrid tidak akan diperkuat sejumlah pemain utama. Rodrygo harus absen karena menjalani hukuman kartu merah pada pertandingan sebelumnya. Sementara itu, Jude Bellingham dan Eder Militao masih harus menepi akibat cedera yang mereka alami.
Absennya tiga pilar penting ini tentu menjadi tantangan ganda bagi pelatih Carlo Ancelotti. Rodrygo adalah penyerang sayap yang lincah dan sering menjadi pemecah kebuntuan. Bellingham adalah motor serangan dan gelandang pekerja keras yang punya naluri gol tinggi. Sedangkan Militao adalah bek tengah tangguh yang krusial di lini pertahanan.
Siapa Pengganti dan Bagaimana Taktik Ancelotti?
Dengan absennya Rodrygo, Ancelotti kemungkinan akan mengandalkan Vinicius Jr. dan Federico Valverde atau Brahim Diaz untuk mengisi lini serang. Posisi Bellingham di lini tengah mungkin akan diisi oleh Luka Modric atau Dani Ceballos, yang diharapkan bisa memberikan kreativitas dan pengalaman.
Untuk lini belakang, Nacho Fernandez atau Antonio Rüdiger akan menjadi pilihan utama untuk mendampingi David Alaba atau Aurélien Tchouaméni jika ia digeser ke belakang. Ancelotti harus meracik strategi yang tepat agar tim tetap solid tanpa kehadiran para pemain kunci tersebut. Kedalaman skuad Real Madrid akan benar-benar diuji dalam pertandingan ini.
Benfica: Lawan yang Tak Boleh Diremehkan
Benfica bukan tim sembarangan. Mereka memiliki sejarah panjang di kompetisi Eropa dan dikenal sebagai tim yang agresif, terutama saat bermain di kandang. Dengan dukungan penuh dari Estadio Da Luz, mereka akan menjadi lawan yang sangat merepotkan. Para pemain Benfica juga memiliki motivasi tinggi untuk mengulang kemenangan mereka atas Real Madrid.
Kekuatan Benfica terletak pada kecepatan serangan balik, kemampuan individu beberapa pemain kunci, serta organisasi pertahanan yang disiplin. Real Madrid harus ekstra hati-hati dan tidak memberikan ruang sedikit pun bagi lawan untuk mengembangkan permainan mereka.
Jalan Terjal Menuju Babak Selanjutnya
Babak playoff Liga Champions selalu menyajikan drama dan ketegangan. Bagi Real Madrid, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan mental juara mereka. Peringatan Courtois adalah alarm yang harus didengar oleh seluruh tim. Mereka harus bermain dengan hati-hati, fokus, dan penuh semangat juang untuk memastikan langkah mereka tidak terhenti di babak ini.
Perjalanan menuju gelar Liga Champions ke-15 tidak akan mudah, dan rintangan pertama di babak gugur ini adalah Benfica. Sebuah ujian berat yang harus dilewati dengan kepala tegak dan performa terbaik.


















