Panggung tenis dunia kembali memanas di Abu Dhabi Open 2026. Sorotan tertuju pada sebuah pertarungan yang menjanjikan drama, ketegangan, dan mungkin saja, sebuah kejutan besar. Pasangan ganda putri fenomenal dari Asia Tenggara, Janice Tjen dari Indonesia dan Alexandra Eala dari Filipina, siap menghadapi tantangan terberat mereka di babak perempat final. Mereka akan berhadapan langsung dengan unggulan kedua turnamen, duo tangguh Cristina Bucsa dan Zhang Shuai, di Zayed Sports City International Tennis Centre pada Kamis (5/2) mendatang.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket semifinal, melainkan sebuah ujian mental dan fisik bagi Janice dan Eala. Keduanya adalah bintang yang tengah bersinar, membawa harapan besar dari negara masing-masing. Namun, lawan yang mereka hadapi kali ini adalah tembok raksasa yang dibangun dari pengalaman dan segudang prestasi. Akankah energi muda dan semangat membara mampu meruntuhkan dominasi para senior di lapangan?
Perjalanan Heroik Janice/Eala Menuju Perempat Final
Janice Tjen dan Alexandra Eala berhasil mengamankan tempat di perempat final setelah melalui pertarungan sengit yang menguras energi. Mereka menyingkirkan pasangan kuat Leylah Fernandez dan Kristina Mladenovic dalam duel tiga set yang mendebarkan, dengan skor akhir 7-5, 3-6, 10-6. Kemenangan ini bukan hanya menunjukkan ketangguhan fisik, tetapi juga mentalitas baja yang mereka miliki.
Setiap poin yang mereka raih dalam pertandingan sebelumnya adalah bukti dari chemistry yang mulai terbentuk di antara keduanya. Meskipun ini adalah debut mereka sebagai pasangan, Janice dan Eala mampu menunjukkan koordinasi yang apik dan saling melengkapi. Janice dengan pukulan-pukulan akuratnya, dan Eala dengan kecepatan serta kecerdasannya di lapangan, menjadi kombinasi yang patut diperhitungkan. Kemenangan atas Fernandez/Mladenovic, yang juga bukan lawan sembarangan, telah membuktikan bahwa mereka punya kapasitas untuk melangkah lebih jauh.
Menghadapi Tembok Raksasa: Bucsa/Zhang
Di sisi lain lapangan, menanti Cristina Bucsa dan Zhang Shuai, dua nama yang sudah sangat dikenal di kancah tenis internasional. Mereka melaju ke babak perempat final setelah mengalahkan ganda Ukraina, Lyudmyla Kichenok/Nadiia Kichenok, dengan skor meyakinkan 6-1, 6-4. Kemenangan cepat ini menunjukkan betapa solid dan siapnya mereka menghadapi turnamen ini.
Bucsa dan Zhang adalah perpaduan sempurna antara kekuatan dan pengalaman. Cristina Bucsa, petenis asal Spanyol, saat ini menduduki peringkat ke-57 di nomor tunggal dan peringkat ke-22 di nomor ganda WTA. Angka-angka ini mencerminkan konsistensinya di level tertinggi, baik sebagai pemain tunggal maupun ganda. Ia dikenal dengan permainan baseline yang solid dan kemampuan bertahan yang luar biasa.
Namun, bintang yang paling bersinar di antara keduanya adalah Zhang Shuai. Petenis asal China ini adalah legenda hidup dengan koleksi tiga gelar Grand Slam di nomor ganda putri. Ia pernah menjuarai Australia Open 2019 dan US Open 2021 bersama Samantha Stosur, serta Australia Open 2026 yang baru saja diraihnya bersama Elise Mertens. Prestasi ini menempatkannya di peringkat ke-7 dunia untuk ganda putri dan ke-82 di nomor tunggal.
Pertarungan Strategi dan Mentalitas
Menghadapi pasangan dengan kaliber seperti Bucsa/Zhang tentu akan menjadi tantangan yang sangat berat bagi Janice/Eala. Ini bukan hanya tentang adu pukulan, tetapi juga adu strategi, ketahanan mental, dan pengalaman. Bucsa/Zhang akan mencoba mendominasi permainan dengan pengalaman mereka yang melimpah, memanfaatkan setiap celah dan kelemahan lawan. Mereka tahu bagaimana mengelola tekanan di momen-momen krusial.
Di sisi lain, Janice/Eala harus bermain tanpa beban, memanfaatkan status mereka sebagai underdog. Kecepatan, agresivitas, dan semangat muda bisa menjadi senjata utama mereka. Mereka perlu berani mengambil risiko, mencoba variasi pukulan, dan menjaga fokus di setiap poin. Kunci bagi mereka adalah tidak gentar menghadapi nama besar lawan dan tetap percaya pada kemampuan diri sendiri serta chemistry yang telah mereka bangun.
Dukungan Penuh dari Tanah Air dan Diaspora
Salah satu faktor non-teknis yang bisa menjadi pendorong semangat bagi Janice/Eala adalah dukungan penuh dari para penggemar. Sebagai "duo Asia Tenggara," mereka berpotensi mendapatkan dukungan luar biasa dari warga Indonesia dan Filipina yang tinggal di Uni Emirat Arab. Saat melawan Fernandez/Mladenovic, tribune penonton sudah terlihat penuh dengan suporter yang tak henti-hentinya memberikan semangat.
Dukungan semacam ini bisa menjadi energi tambahan yang sangat berharga. Sorakan dan tepuk tangan dari penonton dapat memompa adrenalin, membangkitkan semangat juang, dan bahkan memberikan tekanan psikologis kepada lawan. Janice dan Eala, yang membawa nama baik bangsa, pasti akan merasakan dorongan moral yang besar dari setiap teriakan "Indonesia!" dan "Philippines!" yang menggema di stadion.
Lebih dari Sekadar Pertandingan: Inspirasi untuk Generasi Muda
Terlepas dari hasil akhir, pertandingan ini memiliki makna yang lebih dalam. Bagi Janice Tjen dan Alexandra Eala, ini adalah kesempatan emas untuk belajar, mengukur kemampuan, dan menunjukkan bahwa petenis-petenis dari Asia Tenggara memiliki potensi besar di kancah internasional. Berhadapan dengan juara Grand Slam seperti Zhang Shuai adalah pengalaman tak ternilai yang akan membentuk karier mereka di masa depan.
Bagi para penggemar tenis di Indonesia dan Filipina, perjalanan Janice/Eala di Abu Dhabi Open 2026 adalah sumber inspirasi. Ini membuktikan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan keberanian, impian untuk bersaing di level tertinggi bisa diwujudkan. Mereka adalah simbol harapan bagi generasi muda yang bercita-cita menjadi atlet profesional.
Kamis nanti, semua mata akan tertuju ke Zayed Sports City International Tennis Centre. Akankah Janice Tjen dan Alexandra Eala mampu menciptakan kejutan terbesar di Abu Dhabi Open 2026? Atau akankah pengalaman dan dominasi Bucsa/Zhang terlalu kuat untuk mereka taklukkan? Yang pasti, pertandingan ini akan menjadi tontonan yang tak boleh dilewatkan, sebuah kisah tentang semangat juang, ambisi, dan potensi tak terbatas dari bintang-bintang muda Asia Tenggara.


















