Kabar transfer mengejutkan datang dari kancah sepak bola Belanda. Miliano Jonathans, talenta muda yang memiliki darah Indonesia, resmi merapat ke Excelsior Rotterdam. Kepindahan ini bukan sekadar transaksi biasa, melainkan sebuah babak baru yang menghubungkan Miliano dengan jejak-jejak menarik dari sepak bola Indonesia di Eropa.
Excelsior Rotterdam, klub yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga Belanda, Eredivisie, mengumumkan kesepakatan peminjaman Miliano Jonathans dari FC Utrecht pada Jumat (16/1) sore WIB. Langkah ini diambil Miliano demi satu tujuan utama: mendapatkan menit bermain yang lebih banyak, sesuatu yang sulit ia raih bersama Utrecht di musim ini.
Miliano Jonathans Cari Menit Bermain di Eredivisie
Bagi seorang pemain muda berusia 21 tahun seperti Miliano Jonathans, menit bermain adalah segalanya. Kesempatan untuk turun ke lapangan secara reguler sangat krusial untuk pengembangan karier dan potensi dirinya. Di FC Utrecht, persaingan di lini serang memang sangat ketat, sehingga opsi peminjaman ke klub lain menjadi solusi terbaik.
Excelsior Rotterdam, yang berstatus tim promosi di Eredivisie musim 2025/2026, menyambut kedatangan Miliano dengan tangan terbuka. Mereka finis sebagai runner-up di kasta kedua Liga Belanda atau Eerste Divisie musim lalu, dan kini tengah berjuang keras untuk mempertahankan posisinya di Eredivisie. Kehadiran Miliano diharapkan bisa memberikan suntikan energi dan kreativitas di lini serang mereka.
Pemain berposisi sayap ini dikenal dengan kecepatan dan kemampuan dribblingnya yang mumpuni. Kualitas tersebut sangat dibutuhkan oleh Excelsior yang membutuhkan pemain lincah untuk membongkar pertahanan lawan dan menciptakan peluang. Ini adalah kesempatan emas bagi Miliano untuk membuktikan kemampuannya di level tertinggi sepak bola Belanda.
Excelsior Rotterdam: Klub Penuh Sejarah dan Jejak Garuda
Excelsior Rotterdam mungkin bukan raksasa seperti Ajax, Feyenoord, atau PSV Eindhoven. Namun, klub berjuluk The Kralingers ini memiliki sejarah panjang dan identitas kuat di kancah sepak bola Belanda. Mereka adalah salah satu dari tiga klub profesional di kota Rotterdam, bersanding dengan Feyenoord dan Sparta Rotterdam.
Klub ini dikenal sebagai tim yang sering "naik-turun" antara Eredivisie dan Eerste Divisie. Prestasi terbaik mereka adalah tiga kali juara Eerste Divisie pada tahun 1974, 1979, dan 2006. Meskipun demikian, Excelsior sering menjadi "batu loncatan" bagi banyak talenta muda untuk berkembang sebelum akhirnya pindah ke klub yang lebih besar.
Yang membuat Excelsior semakin menarik bagi publik Indonesia adalah adanya "jejak Garuda" di sana. Bukan hanya satu, melainkan dua sosok penting dalam sejarah sepak bola Indonesia pernah bersinggungan dengan klub ini. Kehadiran Miliano Jonathans kini menambah daftar tersebut, menjadikannya pemain berdarah Indonesia kedua yang membela Excelsior.
Jejak Emas Henk Wullems: Dari Rotterdam ke Puncak Liga Indonesia
Tahukah kamu, Excelsior Rotterdam pernah dilatih oleh seorang legenda yang sangat dihormati di kancah sepak bola Indonesia? Dia adalah Henk Wullems, juru taktik asal Belanda yang menangani The Kralingers selama dua tahun, yakni pada periode 1986 hingga 1988. Masa kepelatihannya di Excelsior menjadi bagian dari awal karier manajerialnya yang panjang.
Setelah meninggalkan Excelsior dan sempat menangani AZ Alkmaar, petualangan Henk Wullems membawanya jauh ke Asia Tenggara, tepatnya ke Indonesia. Pada tahun 1995, ia dipercaya menukangi Bandung Raya di Liga Indonesia. Debutnya langsung berbuah manis dan mencetak sejarah.
Henk Wullems sukses membawa Bandung Raya meraih gelar juara Divisi Utama Liga Indonesia 1995/1996, sebuah pencapaian fenomenal yang mengukir namanya dalam tinta emas sepak bola nasional. Gaya melatihnya yang disiplin dan strateginya yang inovatif membuat banyak pihak terkesima.
Prestasi gemilang itu membuat PSSI kepincut. Henk Wullems kemudian ditunjuk untuk menukangi Timnas Indonesia pada tahun 1996. Di bawah arahannya, skuad Garuda menunjukkan peningkatan signifikan. Prestasi terbaiknya bersama Timnas adalah meraih medali perak di SEA Games 1997, sebuah pencapaian membanggakan bagi Indonesia.
Setelah itu, Henk Wullems tetap setia dengan sepak bola Indonesia. Ia sempat menjadi direktur teknik PSM Makassar (1999-2000), kembali menjadi pelatih di Arema Malang (2002/2003), dan Bali Persegi FC (2007/2008). Jejaknya di Indonesia sangat mendalam, membentuk banyak pemain dan memberikan warna tersendiri bagi perkembangan sepak bola tanah air.
Nathan Tjoe-A-On: Inspirasi dari Bek Timnas untuk Miliano
Selain Henk Wullems, ada satu lagi nama yang sangat familiar bagi penggemar Timnas Indonesia yang pernah membela Excelsior: Nathan Tjoe-A-On. Bek kiri andalan Timnas Indonesia ini menghabiskan empat musim di Rotterdam sebelum akhirnya bergabung dengan Swansea City pada tahun 2023.
Nathan Tjoe-A-On adalah contoh nyata bagaimana Excelsior bisa menjadi panggung yang tepat bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan. Selama di Excelsior, Nathan berkembang menjadi bek modern yang kuat dalam bertahan dan juga aktif membantu serangan. Performa apiknya di sana menarik perhatian klub-klub Eropa lainnya.
Kisah Nathan yang kemudian dinaturalisasi dan menjadi pilar penting di Timnas Indonesia, bahkan membawa tim Garuda melaju jauh di Piala Asia, tentu menjadi inspirasi besar bagi Miliano Jonathans. Nathan membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kesempatan bermain, seorang pemain bisa mencapai level tertinggi dan mengharumkan nama bangsa. Miliano kini memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti jejak tersebut.
Tantangan dan Harapan Miliano di Tanah Rantau
Pindah ke klub baru selalu membawa tantangan tersendiri, apalagi di liga sekompetitif Eredivisie. Miliano Jonathans harus segera beradaptasi dengan gaya bermain Excelsior, rekan-rekan setim baru, dan tuntutan taktik dari pelatih. Excelsior membutuhkan kontribusi instan dari Miliano untuk membantu mereka bertahan di Eredivisie.
Sebagai seorang winger, Miliano diharapkan bisa memberikan dimensi baru dalam serangan Excelsior. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan visi bermainnya akan menjadi aset berharga. Gol dan assist tentu menjadi target utama yang diharapkan dari dirinya. Ini adalah panggung besar untuk menunjukkan bahwa ia layak mendapatkan tempat di level tertinggi.
Bagi Miliano pribadi, ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan diri. Jika ia mampu tampil gemilang dan mendapatkan menit bermain yang konsisten, bukan tidak mungkin ia akan menarik perhatian klub-klub yang lebih besar di masa depan. Lebih jauh lagi, performa apiknya di Eredivisie bisa membuka pintu baginya untuk dilirik oleh Timnas Indonesia, mengikuti jejak Nathan Tjoe-A-On.
Mengukir Sejarah Baru: Miliano, Generasi Penerus di Eropa
Kepindahan Miliano Jonathans ke Excelsior Rotterdam adalah bagian dari tren positif semakin banyaknya pemain berdarah Indonesia yang meniti karier di Eropa. Ini menunjukkan bahwa talenta-talenta muda dengan akar Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah sepak bola global.
Miliano kini menjadi bagian dari generasi penerus yang diharapkan bisa membawa nama Indonesia semakin berkibar di panggung internasional. Dengan semangat juang dan dedikasi, ia memiliki kesempatan untuk mengukir sejarahnya sendiri di Excelsior, meneruskan warisan yang ditinggalkan oleh Henk Wullems dan Nathan Tjoe-A-On. Semoga Miliano Jonathans sukses dan mampu memberikan dampak positif bagi Excelsior Rotterdam!


















