banner 728x250

Kursi Panas Tottenham Kosong! Thomas Frank Dipecat, Ini 5 Kandidat Pelatih Baru yang Siap Guncang Premier League!

kursi panas tottenham kosong thomas frank dipecat ini 5 kandidat pelatih baru yang siap guncang premier league portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kabar mengejutkan datang dari London Utara. Tottenham Hotspur secara resmi memecat Thomas Frank dari kursi pelatih kepala pada Rabu (11/2). Keputusan ini diambil setelah serangkaian hasil buruk yang menimpa The Lilywhites di ajang Premier League.

Pemecatan Frank bukanlah tanpa alasan. Tottenham menelan kekalahan 1-2 dari Newcastle United akhir pekan lalu, menjadi kekalahan kedua beruntun mereka. Rentetan hasil minor ini membuat manajemen klub mengambil langkah tegas.

banner 325x300

Akhir Era Thomas Frank: Rentetan Hasil Buruk yang Tak Terhindarkan

Sejak awal musim, ekspektasi terhadap Thomas Frank cukup tinggi. Ia diharapkan bisa membawa Tottenham kembali bersaing di papan atas Premier League dan tampil konsisten. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain.

Klub asal London itu tercatat tidak pernah menang dalam delapan pertandingan terakhir secara beruntun. Empat kekalahan dan empat hasil imbang menjadi rapor merah yang tak bisa ditoleransi lagi oleh para petinggi klub dan tentunya, para penggemar setia Spurs.

Tekanan demi tekanan terus menghantam Frank, terutama setelah investasi besar yang dilakukan klub di bursa transfer. Performa tim yang jauh di bawah standar membuat posisinya semakin sulit dipertahankan.

Misi Berat John Heitinga: Menjaga Kapal Spurs Tetap Berlayar

Setelah pemecatan Thomas Frank, manajemen Tottenham menunjuk John Heitinga sebagai pelatih interim. Sebelumnya, Heitinga menjabat sebagai asisten pelatih di bawah Frank.

Tugas Heitinga tentu tidak mudah. Ia harus segera membangkitkan moral tim yang sedang terpuruk dan mencari formula terbaik untuk meraih kemenangan. Ini adalah periode krusial bagi Tottenham, dan Heitinga diharapkan bisa menjadi jembatan sebelum pelatih permanen tiba.

Meskipun hanya berstatus sementara, penampilan Tottenham di bawah Heitinga akan menjadi sorotan. Para penggemar berharap ada perubahan signifikan yang bisa membawa tim kembali ke jalur kemenangan.

Daftar Kandidat Pelatih Baru: Siapa yang Paling Ideal untuk Spurs?

Kini, spekulasi mengenai siapa yang akan mengisi kursi panas pelatih Tottenham mulai memanas. Beberapa nama besar dan pelatih dengan rekam jejak mumpuni disebut-sebut menjadi kandidat kuat. Siapa saja mereka?

1. Mauricio Pochettino: Nostalgia atau Realita?

Nama Mauricio Pochettino selalu punya tempat spesial di hati para penggemar Tottenham. Ia adalah sosok yang membawa Spurs ke final Liga Champions pada 2019, sebuah pencapaian historis bagi klub. Kini, ia sedang melatih timnas Amerika Serikat yang akan berlaga di Piala Dunia 2026.

Kembalinya Pochettino tentu akan membangkitkan euforia. Ia sudah sangat mengenal kultur klub dan memiliki hubungan baik dengan sebagian besar pemain. Gaya bermain menyerang yang ia terapkan juga sangat disukai.

Namun, ada kendala besar: komitmennya dengan timnas AS. Melepas jabatan di timnas menjelang turnamen besar seperti Piala Dunia 2026 tentu bukan keputusan mudah. Apakah Tottenham berani mengambil risiko untuk menunggu, atau Pochettino bersedia meninggalkan proyeknya di AS? Ini menjadi dilema besar bagi kedua belah pihak.

2. Roberto De Zerbi: Magician dari Brighton, Siapkah ke Level Lebih Tinggi?

Secara kebetulan, pemecatan Thomas Frank terjadi di hari yang sama dengan kabar Roberto De Zerbi meninggalkan Olympique Marseille. De Zerbi adalah nama yang sangat menarik perhatian di Premier League berkat karyanya bersama Brighton & Hove Albion.

Di Brighton, De Zerbi berhasil mengubah tim menjadi "kuda hitam" yang ditakuti. Filosofi "De Zerbi-ball" yang menekankan penguasaan bola, tekanan tinggi, dan permainan menyerang yang atraktif sukses memukau banyak pihak. Ia juga dikenal piawai dalam mengembangkan pemain muda hingga memiliki nilai jual tinggi.

Kehadiran De Zerbi bisa membawa angin segar dan gaya bermain yang revolusioner bagi Tottenham. Namun, pertanyaan besarnya adalah, apakah ia siap menghadapi tekanan dan ekspektasi di klub sebesar Tottenham? Pengalaman di Marseille yang singkat mungkin menjadi catatan tersendiri.

3. Marco Silva: Konsistensi Fulham, Solusi Pragmatis untuk Spurs?

Kegemilangan Fulham pada musim ini tidak bisa dilepaskan dari tangan dingin Marco Silva. Ia berhasil membawa The Cottagers tampil konsisten dan bersaing di papan tengah Premier League, jauh dari ancaman degradasi.

Kontrak Silva dengan Fulham akan berakhir pada musim ini, dan belum ada tanda-tanda perpanjangan. Situasi ini membuka peluang bagi Tottenham untuk merekrutnya tanpa biaya kompensasi yang besar. Silva dikenal sebagai pelatih yang pragmatis dan mampu memaksimalkan potensi skuad yang ia miliki.

Meskipun mungkin bukan pilihan yang paling "glamor", Silva menawarkan stabilitas dan pengalaman di Premier League. Perekrutannya bisa menjadi langkah cerdas bagi Tottenham yang membutuhkan fondasi kuat.

4. Oliver Glasner: Taktisi Modern dengan Potensi Konflik Transfer?

Sama seperti Silva, kontrak Oliver Glasner dengan Crystal Palace juga akan berakhir pada musim ini. Glasner telah menunjukkan kemampuannya di Palace, membawa gaya bermain yang lebih terorganisir dan agresif.

Namun, ada isu yang bisa menjadi penghalang. Glasner dikabarkan memiliki kekesalan dengan manajemen Palace terkait kebijakan transfer, terutama potensi kepergian pemain kunci seperti Marc Guehi dan Eberechi Eze. Ini bisa menjadi peringatan bagi Tottenham, mengingat Daniel Levy dikenal sebagai negosiator ulung di bursa transfer.

Glasner adalah pelatih modern dengan filosofi yang jelas. Jika Tottenham bisa menjamin dukungan penuh di bursa transfer, ia bisa menjadi pilihan menarik untuk membangun tim yang kompetitif.

5. Andoni Iraola: Kesempatan Kedua Setelah Penolakan Musim Lalu?

Tottenham pernah dikaitkan dengan Andoni Iraola pada musim lalu, namun tawaran mereka ditolak. Penolakan Iraola saat itu yang akhirnya membuat Tottenham merekrut Thomas Frank. Kini, setelah Frank dipecat, nama Iraola kembali mencuat.

Iraola dikenal dengan gaya bermainnya yang intens, menekan tinggi, dan menyerang. Ia telah membuktikan kemampuannya di Bournemouth, mengubah mereka menjadi tim yang sulit dikalahkan.

Menurut laporan ESPN, Tottenham perlu lebih berhati-hati dalam kembali mendekati Iraola guna menghindari kesalahan yang sama. Mereka harus memastikan bahwa kali ini, Iraola benar-benar tertarik dan siap menerima tantangan di Tottenham. Jika berhasil, Iraola bisa membawa energi dan semangat baru ke dalam tim.

Tantangan Besar di Depan: Apa yang Dibutuhkan Tottenham dari Pelatih Baru?

Siapa pun yang akhirnya terpilih, pelatih baru Tottenham akan menghadapi tantangan besar. Tim ini membutuhkan lebih dari sekadar perubahan taktik; mereka butuh identitas, mentalitas pemenang, dan konsistensi.

Para penggemar Spurs mendambakan sepak bola menyerang yang atraktif, namun juga diiringi dengan hasil positif. Keseimbangan antara gaya bermain dan efektivitas adalah kunci. Selain itu, pelatih baru harus mampu mengelola ekspektasi tinggi dan tekanan yang datang dari salah satu klub terbesar di Inggris.

Keputusan Krusial Daniel Levy: Masa Depan Spurs di Tangan Siapa?

Keputusan akhir ada di tangan Daniel Levy, ketua Tottenham Hotspur. Pilihan pelatih baru ini akan sangat krusial dalam menentukan arah dan masa depan klub. Apakah Levy akan memilih nostalgia dengan Pochettino, mengambil risiko dengan De Zerbi, atau mencari stabilitas dengan Silva atau Glasner? Atau mungkin, ia akan mencoba lagi peruntungan dengan Iraola?

Waktu terus berjalan, dan Tottenham harus segera menemukan nahkoda baru yang tepat. Pilihan yang tepat bisa membawa The Lilywhites kembali ke puncak, sementara pilihan yang salah bisa memperpanjang periode sulit mereka. Semua mata kini tertuju pada London Utara, menanti pengumuman besar dari Tottenham Hotspur.

banner 325x300