Dunia sepak bola Indonesia dibuat heboh. Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, telah merilis daftar 28 pemain pilihannya untuk menghadapi dua laga krusial di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Irak. Namun, pengumuman ini justru menyisakan tanda tanya besar dan memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar.
Dari daftar yang dirilis PSSI pada Kamis, 25 September 2025, ada tujuh nama besar yang selama ini menjadi langganan Tim Garuda, bahkan beberapa di antaranya adalah pilar penting, yang secara mengejutkan tidak dipanggil. Keputusan berani Kluivert ini sontak menjadi sorotan utama, mengingat pentingnya dua pertandingan yang akan berlangsung pada 8-14 Oktober mendatang.
Mengapa Marselino Ferdinan Absen?
Nama pertama yang paling mengejutkan adalah Marselino Ferdinan. Gelandang muda berbakat yang kini merumput bersama AS Trencin di Slovakia ini, sebelumnya selalu menjadi pilihan utama di setiap kesempatan Timnas Indonesia berlaga. Kehadirannya di lini tengah kerap menjadi pembeda dengan visi bermain dan kemampuan dribelnya yang di atas rata-rata.
Absennya Marselino menimbulkan banyak spekulasi. Apakah ini terkait dengan performanya di klub, strategi baru Kluivert, atau mungkin ada faktor lain yang tidak terungkap? Publik bertanya-tanya, mengapa pemain sekaliber Marselino, yang bahkan sempat tampil di laga uji coba FIFA Matchday melawan Taiwan dan Lebanon pada September lalu, kini harus ditepikan.
Mees Hilgers dan Ivar Jenner: Dua Pilar Eropa yang Ditepikan
Kejutan berlanjut dengan tidak dipanggilnya Mees Hilgers dan Ivar Jenner. Dua pemain keturunan yang berkiprah di Liga Belanda ini sebelumnya digadang-gadang sebagai masa depan lini pertahanan dan tengah Timnas Indonesia. Keduanya memiliki kualitas yang tak diragukan lagi, membawa pengalaman bermain di Eropa ke dalam skuad Garuda.
Mees Hilgers, bek tangguh dari FC Twente, belum sekalipun bermain untuk klubnya di musim ini. Minimnya menit bermain di level klub bisa jadi menjadi pertimbangan utama Kluivert untuk tidak memanggilnya kali ini. Sementara itu, alasan absennya Ivar Jenner, gelandang pekerja keras yang juga bermain di Belanda, masih menjadi misteri. Padahal, Ivar dikenal sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik yang dimiliki Timnas saat ini.
Lini Depan Pincang Tanpa Struick dan Adrian Wibowo?
Di lini serang, keputusan Kluivert juga tak kalah mengagetkan. Rafael Struick, striker muda yang memiliki banyak penggemar berkat penampilan energiknya, tidak masuk dalam daftar panggil. Padahal, Struick kerap menjadi andalan di lini depan Timnas, dengan kecepatan dan insting golnya yang cukup menjanjikan.
Selain Struick, Adrian Wibowo juga harus menelan pil pahit. Pemain yang baru saja melakoni debutnya bersama Timnas Indonesia saat bermain imbang melawan Lebanon pada 8 September lalu ini, kini harus absen. Sebuah keputusan yang cukup disayangkan, mengingat Adrian memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi aset berharga di masa depan.
Kluivert tampaknya memiliki preferensi lain untuk lini serangnya. Ia lebih memilih nama-nama seperti Ole Romeny, yang sudah pulih dari cedera dan siap kembali menunjukkan ketajamannya. Selain itu, winger lincah Dewa United, Egy Maulana Vikri, juga kembali mendapat kepercayaan. Keputusan ini menunjukkan bahwa Kluivert ingin memaksimalkan pemain yang sedang dalam performa terbaik atau memiliki karakteristik yang sesuai dengan taktiknya.
Absennya Dua Bek Sayap Andalan: Arhan dan Asnawi
Dua nama terakhir yang juga terpinggirkan adalah Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam. Keduanya adalah bek sayap andalan yang selama ini tak tergantikan di Timnas Indonesia. Pratama Arhan dikenal dengan lemparan ke dalam jarak jauhnya yang mematikan, seringkali menjadi senjata rahasia Tim Garuda. Sementara Asnawi Mangkualam, yang juga kerap menjabat sebagai kapten, adalah bek kanan dengan etos kerja tinggi dan jiwa kepemimpinan yang kuat.
Kedua pemain ini saat ini merumput di Liga Thailand. Namun, performa mereka di klub rupanya belum berhasil menarik perhatian Kluivert untuk meladeni kekuatan Arab Saudi dan Irak. Persaingan di posisi bek sayap memang semakin ketat, dengan munculnya nama-nama baru yang tak kalah berkualitas. Keputusan ini bisa jadi sinyal bahwa Kluivert mencari opsi lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktiknya di pertandingan-pertandingan penting ini.
Daftar Lengkap 7 Pemain yang Tidak Dipanggil ke Timnas Indonesia
Berikut adalah daftar lengkap tujuh pemain yang secara mengejutkan tidak dipanggil oleh Patrick Kluivert untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026:
- Marselino Ferdinan
- Mees Hilgers
- Ivar Jenner
- Rafael Struick
- Adrian Wibowo
- Pratama Arhan
- Asnawi Mangkualam
Apa Makna Keputusan Kluivert Ini?
Keputusan Patrick Kluivert untuk mencoret tujuh pemain kunci ini tentu bukan tanpa alasan. Ini bisa menjadi indikasi bahwa Kluivert sedang menerapkan filosofi dan strategi baru yang lebih berani. Ia tampaknya ingin membangun skuad berdasarkan performa terkini dan kesesuaian taktik, tanpa memandang status atau nama besar seorang pemain.
Ini juga bisa menjadi pesan keras bagi semua pemain Timnas Indonesia, baik yang dipanggil maupun yang tidak. Bahwa tidak ada tempat yang aman di skuad Garuda, dan setiap pemain harus terus berjuang untuk menunjukkan performa terbaiknya di level klub agar bisa menarik perhatian pelatih. Kluivert seolah ingin mengatakan bahwa ia tidak akan ragu membuat keputusan sulit demi kepentingan tim.
Tantangan Berat Menanti Timnas Indonesia
Dengan skuad yang telah dipilih, Timnas Indonesia kini dihadapkan pada tantangan berat melawan Arab Saudi dan Irak. Kedua tim ini dikenal memiliki kekuatan yang solid dan pengalaman di kancah internasional. Laga ini akan menjadi penentu langkah Tim Garuda menuju Piala Dunia 2026, sebuah mimpi besar yang ingin diwujudkan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Dukungan penuh dari para suporter tentu sangat dibutuhkan. Meskipun ada beberapa nama besar yang absen, kita harus percaya pada pilihan pelatih dan kemampuan para pemain yang ada. Ini adalah momen bagi pemain lain untuk membuktikan diri dan menunjukkan bahwa mereka layak mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia.
Kita semua berharap, dengan strategi baru dan semangat juang yang tinggi, Timnas Indonesia mampu meraih hasil positif di dua laga krusial ini. Perjalanan menuju Piala Dunia 2026 memang tidak mudah, namun dengan kerja keras dan kebersamaan, bukan tidak mungkin mimpi itu akan menjadi kenyataan. Mari kita dukung penuh Tim Garuda!


















