banner 728x250

Kejutan Sensasional! Irak Bikin Thailand Gigit Jari, Lolos Semifinal AFC Futsal 2026!

kejutan sensasional irak bikin thailand gigit jari lolos semifinal afc futsal 2026 portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Timnas futsal Irak berhasil mengukir sejarah dan menciptakan kejutan besar di ajang AFC Futsal 2026. Mereka sukses melaju ke babak semifinal setelah menaklukkan raksasa futsal Asia Tenggara, Thailand, dengan skor meyakinkan 4-2. Pertandingan perempat final yang penuh drama ini berlangsung di Indonesia Arena pada Selasa (3/1), menyajikan tontonan yang mendebarkan bagi para penggemar futsal.

Sejak peluit kick-off babak pertama dibunyikan, Thailand, yang dikenal dengan gaya permainan cepat dan dominasi penguasaan bola, langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka tanpa henti menggempur pertahanan Irak, membangun tekanan demi tekanan yang membuat para pemain Irak harus bekerja keras meredam setiap ancaman. Atmosfer pertandingan terasa begitu intens, dengan Thailand berusaha keras untuk memecah kebuntuan lebih dulu.

banner 325x300

Strategi Kontras: Penguasaan Bola vs. Serangan Balik Mematikan

Meskipun terus-menerus ditekan, Timnas futsal Irak menunjukkan kedisiplinan tinggi dalam bertahan. Mereka tidak panik menghadapi gempuran Thailand. Sebaliknya, Irak memilih untuk mengandalkan strategi serangan balik cepat dan langsung, ketimbang mencoba meladeni permainan bola-bola pendek dari kaki ke kaki ala Thailand. Ini adalah pertaruhan yang berani, namun terbukti efektif.

Strategi ini membuahkan hasil manis pada menit kedelapan. Sebuah serangan balik kilat yang dibangun dengan apik berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari keberhasilan menggagalkan serangan Thailand, Salim Kadhim menunjukkan kelasnya dengan melewati dua pemain lawan. Ia menggiring bola dari lapangan sendiri hingga masuk ke area pertahanan Thailand dengan kecepatan luar biasa.

Salim Kadhim, yang menjadi motor serangan Irak, kemudian memberikan umpan terukur kepada Mustafa Ihsan. Dengan sekali kontrol yang sempurna, Ihsan melepaskan tembakan kaki kanan keras yang melesat indah, bersarang di pojok kanan gawang Thailand yang dijaga oleh Nuttapong Yeemarep. Gol ini sontak membuat seisi Indonesia Arena bergemuruh, sekaligus memberikan suntikan motivasi besar bagi Irak.

Respons Cepat Thailand dan Drama Jual Beli Serangan

Namun, keunggulan Irak tidak bertahan lama. Thailand menunjukkan mentalitas juara mereka dengan merespons gol tersebut hanya satu menit berselang. Pada menit kesembilan, Muhammad Osamanmusa berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sebuah gol yang lahir dari kerja sama tim yang sangat epik dan memanjakan mata.

Proses gol penyeimbang ini bermula dari umpan terobosan cerdik Sarawut Phalaphruek kepada Osamanmusa. Bola kemudian diteruskan kepada Panut Kittipanuwong, yang langsung melepaskan tembakan keras. Meskipun tembakannya sempat diblok oleh pemain lawan, Kittipanuwong tidak menyerah. Ia berhasil menguasai kembali bola liar tersebut dan dengan cepat mengopernya kembali kepada Osamanmusa, yang tanpa kesulitan menuntaskan menjadi gol penyeimbang.

Babak pertama berakhir dengan skor imbang 1-1, namun tensi pertandingan tidak sedikit pun menurun. Kedua tim menunjukkan determinasi tinggi untuk memenangkan laga krusial ini. Para pemain beristirahat sejenak, mempersiapkan diri untuk babak kedua yang diprediksi akan lebih sengit dan penuh kejutan.

Babak Kedua: Irak Tancap Gas, Thailand Tertekan

Memasuki babak kedua, Irak kembali menunjukkan efektivitas serangan mereka. Baru dua menit berjalan, mereka berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-1. Lagi-lagi, Mustafa Ihsan menjadi momok bagi pertahanan Thailand dengan mencetak gol keduanya di pertandingan ini. Kreator gol tersebut tak lain adalah Salim Kadhim, yang kembali memberikan assist brilian.

Umpan matang dari Salim Kadhim dari sisi kanan lapangan berhasil dituntaskan Mustafa Ihsan dengan tembakan kaki kanan dari luar lingkaran. Bola melaju deras dan tidak bisa dibendung oleh kiper Yeemarep, membuat Irak kembali memimpin. Gol cepat di awal babak kedua ini jelas memberikan tekanan psikologis yang besar bagi Thailand, yang harus kembali mengejar ketertinggalan.

Setelah unggul 2-1, Irak memilih untuk lebih fokus pada pertahanan yang solid. Mereka membiarkan Thailand menguasai bola lebih banyak, namun dengan sigap menutup setiap celah. Thailand, di sisi lain, mulai menunjukkan tanda-tanda frustrasi. Transisi mereka dari bertahan ke menyerang terasa lamban dan kurang efektif, membuat mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya yang berarti.

Pukulan Telak dan Bencana Powerplay Thailand

Meskipun demikian, Irak tetap jeli memanfaatkan setiap celah yang terbuka di pertahanan Thailand. Pada menit ke-33, mereka kembali menambah keunggulan menjadi 3-1. Kali ini, giliran Salim Kadhim yang mencatatkan namanya di papan skor, hasil dari umpan satu-dua yang cantik dengan Mustafa Ihsan. Kerja sama apik kedua pemain ini benar-benar menjadi kunci kemenangan Irak.

Tertinggal dua gol dan waktu semakin menipis, Thailand memutuskan untuk mengambil risiko besar dengan memainkan powerplay. Ini adalah strategi di mana kiper diganti dengan pemain lapangan untuk menambah daya gedor dan menciptakan keunggulan jumlah pemain di area lawan. Namun, keputusan ini justru berbalik menjadi bumerang dan mimpi buruk bagi mereka.

Nahas bagi Thailand, saat mereka berusaha keras mengejar ketertinggalan dengan powerplay, gawang mereka justru kembali kebobolan. Panut Kittipanuwong, yang berperan sebagai pemain powerplay, terlalu maju dan meninggalkan gawang kosong. Ketika serangan Thailand kandas di tangan kiper Irak, Ibrahim Ahmed tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut.

Dengan sigap, Ibrahim Ahmed langsung menendang bola jauh ke arah gawang Thailand yang kosong melompong. Bola meluncur mulus dan bersarang di jaring, membuat Irak unggul jauh 4-1 pada menit ke-37. Gol ini praktis memupus harapan Thailand untuk bangkit dan menyamakan kedudukan, sekaligus menjadi pukulan telak yang mematikan semangat mereka.

Gol Hiburan dan Kemenangan Bersejarah Irak

Thailand memang sempat memperkecil ketinggalan menjadi 2-4 pada menit ke-39 lewat gol Chaowala Sriarwut. Gol ini lahir dari operan kapten Itticha Praphaphan dari sisi tengah yang dituntaskan oleh Chaowala Sriarwut dengan tembakan kaki kiri dari sisi kanan. Namun, gol tersebut hanya menjadi gol hiburan semata, karena waktu yang tersisa sudah terlalu sedikit untuk mengubah hasil pertandingan.

Tanpa tambahan gol pada sisa laga, Irak berhasil mempertahankan keunggulan 4-2 atas Thailand. Peluit panjang dibunyikan, menandai kemenangan bersejarah bagi Timnas futsal Irak. Kemenangan ini tidak hanya membawa mereka lolos ke babak semifinal AFC Futsal 2026, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa mereka adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah futsal Asia.

Bagi Thailand, kekalahan ini tentu menjadi pil pahit dan mengakhiri perjalanan mereka di turnamen ini. Sementara itu, Irak kini akan mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan selanjutnya di babak semifinal, dengan semangat dan kepercayaan diri yang membumbung tinggi setelah berhasil menyingkirkan salah satu tim favorit juara. Perjalanan mereka di AFC Futsal 2026 masih berlanjut, dan dunia futsal menantikan kejutan apa lagi yang akan mereka ciptakan.

banner 325x300