Panggung ASEAN Club Championship (ACC) 2025 di Malaysia baru saja menyajikan tontonan menarik. Johor Darul Ta’zim (JDT), raksasa sepak bola Malaysia, berhasil menunjukkan dominasinya dengan membantai Bangkok United 4-0 pada Kamis (25/9). Kemenangan telak ini tentu saja disambut euforia para pendukung tuan rumah.
Namun, di balik gemuruh sorak sorai kemenangan JDT, ada satu momen tak terduga yang justru mencuri perhatian dan menjadi perbincangan hangat. Momen ini melibatkan dua bintang muda dari negara serumpun, Pratama Arhan dari Indonesia dan Arif Aiman dari Malaysia. Interaksi keduanya sukses menyejukkan suasana di tengah rivalitas suporter yang kerap memanas.
JDT Menggila, Bangkok United Tak Berdaya
Pertandingan antara JDT dan Bangkok United berlangsung sengit sejak peluit kick-off dibunyikan. Di babak pertama, kedua tim saling jual beli serangan, namun JDT tampil lebih dominan dan terus menekan pertahanan tim tamu. Meski demikian, skor kacamata 0-0 tetap bertahan hingga turun minum, menunjukkan ketatnya persaingan di awal laga.
Memasuki babak kedua, segalanya berubah drastis. Hanya semenit setelah jeda, Bergson berhasil memecah kebuntuan dan membuka keunggulan untuk JDT. Gol cepat ini tampaknya meruntuhkan mentalitas pemain Bangkok United, membuat mereka kesulitan untuk bangkit.
Bergson benar-benar menjadi momok bagi pertahanan Bangkok United malam itu. Penyerang tajam ini tidak berhenti di satu gol, melainkan berhasil mencetak dua gol tambahan. Hattrick sensasionalnya memastikan JDT berpesta gol dan mengamankan kemenangan telak 4-0 di hadapan pendukung sendiri.
Arhan di Tribune, Aiman di Lapangan
Dalam skuad JDT yang berlaga di ACC 2025, nama Pratama Arhan memang turut dibawa ke Malaysia. Namun, sayangnya, bek kiri andalan Timnas Indonesia ini tidak masuk dalam daftar susunan pemain yang diturunkan. Arhan harus puas menyaksikan rekan-rekannya berjuang dari tribune penonton.
Berbeda dengan Arhan, Arif Aiman, bintang muda Timnas Malaysia, justru menjadi starter dalam pertandingan penting tersebut. Aiman dikenal sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di JDT dan Timnas Malaysia, dengan kecepatan dan skill individunya yang sering merepotkan lawan. Kehadirannya di lapangan sangat terasa dalam skema permainan JDT.
Meskipun memiliki peran yang berbeda dalam laga tersebut, takdir mempertemukan Arhan dan Aiman di luar lapangan. Momen inilah yang kemudian menjadi viral dan menyentuh hati banyak penggemar sepak bola di kawasan ASEAN.
Persahabatan “Serumpun” yang Bikin Adem
Melalui unggahan media sosial ASEAN United FC di Instagram, terlihat jelas momen keakraban antara Pratama Arhan dan Arif Aiman. Keduanya tampak sangat akrab, saling menyapa dengan senyum lebar dan bersalaman hangat. Setelah itu, mereka sempat mengobrol sejenak, menunjukkan bahwa ada ikatan yang kuat di antara mereka.
Puncak dari momen manis ini adalah ketika Arhan dan Aiman berpose bersama untuk sebuah foto. Raut wajah keduanya memancarkan kebahagiaan dan persahabatan yang tulus. Foto tersebut seolah menjadi simbol kuat dari hubungan baik yang terjalin antara Arhan dan Aiman, sebagai saudara serumpun dari dua negara tetangga.
Momen ini menjadi sangat istimewa mengingat rivalitas sengit yang sering terjadi antara suporter Timnas Indonesia dan Malaysia. Di media sosial, perdebatan dan persaingan antar pendukung kedua negara seringkali memanas, bahkan terkadang melampaui batas sportivitas. Oleh karena itu, keakraban Arhan dan Aiman ini menjadi oase yang menyejukkan.
Runtuhnya Batasan Rivalitas di Lapangan Hijau
Rivalitas antara Indonesia dan Malaysia dalam dunia sepak bola memang bukan rahasia lagi. Setiap kali kedua tim bertemu, atmosfer pertandingan selalu dipenuhi tensi tinggi, baik di lapangan maupun di tribune penonton. Namun, momen seperti yang ditunjukkan Arhan dan Aiman ini membuktikan bahwa persahabatan dan sportivitas bisa melampaui segala batasan.
Kedua pemain ini, meskipun berasal dari negara yang sering bersaing ketat, menunjukkan bahwa di luar lapangan, mereka adalah sesama atlet yang saling menghargai. Mereka adalah representasi dari generasi baru pesepak bola ASEAN yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Ini adalah pesan penting yang perlu terus digaungkan.
Momen Arhan dan Aiman ini bukan hanya sekadar foto atau obrolan biasa. Ini adalah sebuah pernyataan bahwa sepak bola, pada hakikatnya, adalah tentang persatuan dan persahabatan. Rivalitas di lapangan adalah bagian dari kompetisi, namun di luar itu, kita semua adalah bagian dari keluarga besar ASEAN.
Pesan Damai dari Lapangan Hijau
Keakraban yang ditunjukkan oleh Pratama Arhan dan Arif Aiman ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para penggemar sepak bola, khususnya di Indonesia dan Malaysia. Ini adalah pengingat bahwa di balik panasnya persaingan, ada nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan yang jauh lebih penting.
Semoga momen-momen seperti ini akan semakin sering terjadi di masa depan. Sepak bola seharusnya menjadi alat pemersatu, bukan pemecah belah. Dengan adanya interaksi positif antar pemain dari berbagai negara, diharapkan rivalitas antar suporter juga bisa menjadi lebih sehat dan menjunjung tinggi sportivitas.
Momen ini membuktikan bahwa para pemain profesional sendiri mampu menunjukkan kedewasaan dan rasa hormat satu sama lain, terlepas dari bendera negara yang mereka bela. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa persahabatan sejati bisa tumbuh di mana saja, bahkan di tengah arena persaingan yang paling sengit sekalipun.


















