Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) kembali menjadi saksi bisu perjuangan sengit Persebaya Surabaya. Dalam laga lanjutan Super League 2025/2026 yang digelar pada Jumat (19/9) malam, Bajul Ijo berhasil memetik kemenangan tipis 1-0 atas tim tamu, Semen Padang. Gol semata wayang yang dicetak oleh bintang asal Brasil, Bruno Moreira, di menit ke-78 menjadi penentu krusial, memecah kebuntuan setelah pertandingan berjalan alot.
Babak Pertama: Duel Sengit Tanpa Gol
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persebaya langsung tancap gas, berupaya mendominasi jalannya pertandingan. Serangan demi serangan coba dilancarkan, mencari celah di pertahanan rapat Semen Padang yang tampil disiplin. Tim tamu, Kabau Sirah, memang memilih strategi bertahan, menumpuk pemain di lini belakang untuk meredam agresivitas tuan rumah. Mereka sesekali melancarkan serangan balik cepat yang cukup merepotkan.
Peluang emas pertama Persebaya datang di menit ke-20 melalui Bruno Moreira, namun tembakan kerasnya masih melambung di atas mistar gawang. Ini menjadi sinyal awal betapa sulitnya menembus pertahanan kokoh Semen Padang.
Semen Padang membalas di menit ke-43 lewat Cornelius Ezekiel Stewart. Menggiring bola dengan cepat di sisi kanan, Stewart melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, yang untungnya bisa diamankan Ernando Ari dengan sigap.
Hingga turun minum, skor kacamata 0-0 tetap bertahan. Babak pertama menjadi cerminan duel taktis yang ketat, di mana kedua tim sama-sama kesulitan menciptakan gol pembuka.
Babak Kedua: Drama dan Gol yang Dinanti
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Semen Padang bahkan sempat membuat pendukung tuan rumah terdiam di menit ke-48 saat Cornelius Stewart membobol gawang Persebaya. Namun, kegembiraan mereka tak berlangsung lama, karena gol tersebut dianulir wasit karena offside.
Ancaman kembali datang dari Kabau Sirah di menit ke-68. Firman Juliansyah yang sudah berdiri bebas di depan gawang, gagal memanfaatkan umpan lambung dari rekannya dengan sundulan yang melambung tinggi. Ini adalah peluang emas yang terbuang sia-sia bagi tim tamu.
Persebaya tak tinggal diam. Catur Pamungkas mencoba membangun serangan dari sisi sayap di menit ke-69, namun umpan silangnya tidak menemukan rekan setim di kotak penalti lawan. Bajul Ijo terus mencari celah, namun pertahanan Semen Padang tetap solid.
Semen Padang terus mengandalkan serangan balik cepat sebagai senjata utama mereka. Kolaborasi Bruno dan Ronaldo Kwateh di menit ke-74 nyaris membuahkan hasil, beruntung tembakan Ronaldo masih bisa diblok bek Persebaya, hanya menghasilkan sepak pojok.
Tak lama berselang, Malik Risaldi juga sempat mengancam gawang Semen Padang di menit ke-76. Namun, tembakan kerasnya masih mampu diblok kiper lawan, menambah daftar peluang yang gagal dikonversi menjadi gol. Jual beli serangan terus terjadi, membuat pertandingan semakin mendebarkan dan menegangkan bagi kedua kubu.
Momen Magis Bruno Moreira: Gali Freitas Jadi Kunci!
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-78, dan Stadion GBT pun bergemuruh menyambut gol yang dinanti-nanti. Adalah Bruno Moreira yang menjadi pahlawan, mencetak gol indah yang memecah kebuntuan dan mengubah jalannya pertandingan.
Gol tersebut berawal dari penetrasi brilian Gali Freitas di sisi kiri pertahanan Semen Padang. Winger lincah asal Timor Leste itu menunjukkan kelasnya dengan melewati beberapa pemain lawan, kemudian melepaskan assist ‘manja’ yang sangat terukur ke arah Bruno.
Tanpa kesulitan, Bruno Moreira menyontek bola dengan tenang ke gawang Semen Padang, membuat kiper lawan tak berdaya. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Persebaya, membawa angin segar dan kelegaan bagi Bajul Ijo serta para Bonek yang memadati stadion.
Semen Padang Berusaha, Persebaya Pertahankan Keunggulan
Unggul satu gol, Persebaya mulai bermain lebih hati-hati namun tetap menjaga intensitas serangan. Mereka berusaha mengamankan keunggulan, sementara Semen Padang, di sisi lain, berupaya keras menyamakan kedudukan dengan sisa waktu yang semakin menipis.
Di menit ke-86, sempat terjadi insiden ketika bek Semen Padang, Leo Guntara, mengalami benturan keras di bagian leher dengan lutut penjaga gawang Kabau Sirah. Beruntung, ia masih bisa melanjutkan pertandingan setelah mendapatkan perawatan medis, menunjukkan semangat juang yang tinggi.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 1-0 untuk kemenangan Persebaya Surabaya tidak berubah. Tiga poin penting berhasil diamankan di kandang sendiri, hasil dari perjuangan keras dan gol tunggal yang krusial.
Persebaya Kokoh di Papan Atas Super League
Kemenangan ini menjadi bukti mental juara Persebaya yang tak mudah menyerah, bahkan di tengah tekanan dan kebuntuan. Gol tunggal Bruno Moreira tidak hanya berarti tiga poin, tetapi juga suntikan motivasi besar bagi tim untuk terus bersaing di jalur juara.
Hasil positif ini diharapkan mampu menjaga posisi Persebaya di papan atas klasemen Super League 2025/2026. Ini juga menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga selanjutnya di kompetisi paling bergengsi tanah air, membuktikan bahwa Bajul Ijo adalah salah satu kandidat kuat peraih gelar musim ini.


















