banner 728x250

Gila! Laga Persis Solo vs Arema FC Sajikan Drama Penuh Emosi, Skor Akhir Bikin Melongo

Dua pemain sepak bola Persis Solo dan Arema FC berduel udara memperebutkan bola.
Duel sengit antara pemain Persis Solo dan Arema FC mewarnai laga Super League 2025/2026 yang berakhir imbang dramatis 2-2.
banner 120x600
banner 468x60

Pertandingan Super League 2025/2026 antara Persis Solo dan Arema FC di Stadion Manahan, Solo, pada Minggu (28/9) berakhir dengan skor imbang 2-2 yang sangat dramatis. Laga ini menyuguhkan tontonan yang memacu adrenalin, di mana kedua tim saling berbalas gol hingga detik-detik terakhir, membuat para penonton terpaku di kursi masing-masing. Hasil ini tentu meninggalkan banyak cerita dan pelajaran bagi kedua kubu.

Sejak peluit awal dibunyikan, intensitas pertandingan sudah terasa begitu tinggi. Baik Persis Solo maupun Arema FC menunjukkan ambisi besar untuk meraih poin penuh, menciptakan jual beli serangan yang memanjakan mata para penggemar sepak bola. Atmosfer di Stadion Manahan pun membara, seolah menjadi saksi bisu dari drama yang akan terhampar.

banner 325x300

Babak Pertama: Persis Unggul Cepat, Arema Mengancam Balik

Persis Solo tidak membutuhkan waktu lama untuk memecah kebuntuan. Pada menit ke-11, Kodai Tanaka berhasil membawa Laskar Sambernyawa unggul 1-0. Gol ini berawal dari kesalahan fatal Arkhan Fikri dalam memberikan umpan, yang langsung dimanfaatkan dengan cerdik oleh barisan penyerang Persis untuk membangun serangan cepat.

Kodai Tanaka, dengan kecerdikannya, lolos dari jebakan offside dan berhadapan langsung dengan kiper lawan. Dengan tenang, ia melepaskan tembakan ke pojok kanan gawang yang sempat membentur tiang sebelum akhirnya masuk, membuat seisi stadion bergemuruh. Gol cepat ini memberikan suntikan moral yang besar bagi Persis Solo.

Tertinggal satu gol, Arema FC tidak tinggal diam. Singo Edan mulai meningkatkan tempo permainan dan melancarkan serangan balik yang berbahaya. Pada menit ke-26, Valdeci mengancam gawang Persis melalui sontekan keras, namun kiper Muhammad Riyandi tampil sigap dan berhasil mengamankan bola dengan sempurna.

Persis Solo juga tak berhenti menciptakan peluang. Di menit ke-33, melalui skema tendangan bebas, Zanadin Fariz melepaskan tembakan terarah. Sayangnya, bola masih mengarah tepat ke pelukan penjaga gawang Arema, sehingga belum mampu menggandakan keunggulan.

Tekanan dari Arema semakin menjadi-jadi menjelang akhir babak pertama. Dalberto sempat meneror gawang Persis dengan sundulan keras pada menit ke-36, namun bola masih melambung di atas mistar gawang. Dua menit berselang, giliran Matheus Nascimento yang melepaskan tembakan keras, namun lagi-lagi Muhammad Riyandi menunjukkan kelasnya dengan melakukan tepisan gemilang.

Kegigihan Riyandi kembali diuji pada menit ke-40, saat Arkhan Fikri mencoba peruntungannya dengan sontekan berbahaya. Namun, Riyandi berhasil menggagalkan upaya tersebut. Puncaknya, di menit ke-45, Dalberto mendapatkan peluang emas yang seharusnya bisa menjadi gol penyama, namun sontekannya lagi-lagi diblok dengan heroik oleh Riyandi. Hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan Persis Solo tetap bertahan, meski Arema tampil dominan di paruh akhir babak pertama.

Babak Kedua: Jual Beli Serangan, VAR, dan Gol yang Dianulir

Memasuki babak kedua, pertandingan semakin memanas. Kedua tim langsung tancap gas dan menciptakan peluang emas di awal-awal paruh kedua. Pada menit ke-46, sundulan penyerang Persis, Kodai Tanaka, masih bisa ditangkap oleh kiper Arema. Bola yang cepat dilemparkan kiper Arema kepada Dalberto langsung direspons dengan tembakan ke pojok kiri, namun Riyandi kembali menjadi pahlawan dengan tepisan krusialnya.

Drama sebenarnya baru dimulai pada menit ke-58. Arema FC sempat bersorak gembira setelah Dalberto berhasil memecah kebuntuan melalui sundulan keras, meneruskan umpan silang akurat dari Ian Lucas Puleio Araya. Namun, euforia itu tidak berlangsung lama. Wasit memutuskan untuk menganulir gol tersebut setelah mendapatkan laporan dari VAR yang menunjukkan bahwa Dalberto sudah lebih dulu berada dalam posisi offside. Keputusan ini tentu saja memicu protes dari kubu Arema, namun wasit tetap pada keputusannya.

Meskipun golnya dianulir, semangat Arema FC tidak kendur. Mereka terus menggempur pertahanan Persis Solo. Pada menit ke-63, Puleio mendapatkan peluang emas, namun sontekannya masih bisa diblok oleh kiper Persis Riyandi yang tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Lima menit kemudian, Paulo Roberto Moccelin juga mencoba peruntungannya, namun tembakannya diblok oleh bek Arema sendiri, membuat bola melambat dan mudah ditangkap Riyandi.

Tekanan Arema terus berlanjut. Pada menit ke-74, Moccelin kembali mengancam gawang Persis dengan tembakan keras. Kali ini, bola melenceng tipis ke sisi kiri gawang setelah sempat mengenai kaki pemain lawan, menunjukkan betapa dekatnya Arema dengan gol penyama kedudukan.

Momen Krusial: Arema Balik Unggul, Persis Selamatkan Muka di Detik Akhir

Kesabaran Arema FC akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-77. Dalberto berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sundulan tajam usai meneruskan umpan silang matang dari Ahmad Alfarizi. Gol ini disambut dengan sorakan histeris dari para pendukung Arema, menandai kebangkitan Singo Edan di laga tersebut.

Tidak mau menyerah begitu saja, Persis Solo mencoba merespons dengan cepat. Pada menit ke-81, Gervane Kastaneer mendapatkan peluang emas untuk mengembalikan keunggulan, namun sontekannya masih bisa ditepis dengan gemilang oleh kiper Lucas Frigeri. Pertandingan semakin memanas dengan tempo yang sangat tinggi.

Puncaknya, pada menit ke-87, Arema FC berhasil menamatkan perlawanan Persis Solo, setidaknya untuk sementara waktu. Arkhan Fikri mencetak gol indah dengan tendangan chips yang sukses mengecoh Riyandi, setelah mendapatkan umpan matang dari Paulinho. Gol ini membuat Arema berbalik unggul 2-1 dan seolah sudah berada di ambang kemenangan. Para pemain Arema merayakan gol ini dengan penuh emosi, merasa bahwa tiga poin sudah di genggaman.

Namun, drama belum berakhir. Persis Solo menunjukkan mental baja dan tidak menyerah hingga peluit akhir. Pada menit ke-90+1, di masa injury time yang krusial, Gervane Kastaneer berhasil mencetak gol balasan. Memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang Arema, Kastaneer dengan sigap menyambar bola dan menyarangkannya ke jaring, mengubah skor menjadi 2-2. Gol ini meledakkan Stadion Manahan dan menyelamatkan Persis Solo dari kekalahan dramatis.

Hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Laga Persis Solo vs Arema FC pun ditutup dengan skor imbang 2-2 yang penuh drama dan emosi. Kedua tim menunjukkan perjuangan luar biasa dan menyuguhkan tontonan sepak bola yang menghibur. Hasil ini tentu saja meninggalkan rasa campur aduk bagi kedua belah pihak; Persis Solo mungkin merasa lega bisa menghindari kekalahan, sementara Arema FC mungkin merasa sedikit kecewa karena kemenangan yang sudah di depan mata harus buyar di menit-menit akhir. Pertandingan ini akan menjadi salah satu laga yang paling dikenang di Super League musim ini.

banner 325x300