banner 728x250

Geger! Wasit Laga Persib vs Ratchaburi yang Bikin Bobotoh Ngamuk Justru Dipuji AFC

geger wasit laga persib vs ratchaburi yang bikin bobotoh ngamuk justru dipuji afc portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Asia, menyusul drama panas di leg kedua 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC. Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan agregat Persib ini ternyata menyimpan cerita di balik layar yang kini memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dilaporkan memberikan apresiasi tinggi kepada wasit Majed Al Shamrani, pengadil lapangan asal Arab Saudi yang memimpin laga krusial tersebut. Pujian ini sontak menjadi sorotan tajam, mengingat serangkaian keputusan kontroversialnya yang dituding merugikan Maung Bandung, bahkan hingga memicu amarah Bobotoh.

banner 325x300

Drama di GBLA: Harapan yang Pupus di Tengah Kontroversi

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC. Laga ini adalah penentu nasib Persib di kancah Asia, setelah mereka menelan kekalahan 0-2 di leg pertama. Harapan besar untuk membalikkan keadaan dan melaju ke babak perempat final membara di dada para pemain dan jutaan Bobotoh.

Persib tampil menyerang sejak awal, berupaya keras mengejar defisit gol. Gol semata wayang dari Andrew Jung berhasil membangkitkan semangat, membuat skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Maung Bandung di leg kedua. Namun, kemenangan tipis ini belum cukup untuk membawa mereka lolos, karena agregat masih 1-3.

Kartu Merah Kontroversial dan Dampaknya pada Laga

Titik balik krusial dalam pertandingan itu terjadi pada menit ke-45+5, ketika wasit Majed Al Shamrani mengeluarkan kartu merah untuk Uilliam Barros, pemain kunci Persib. Keputusan ini langsung memicu protes keras dari kubu Maung Bandung, yang merasa dirugikan dan tidak adil.

Bermain dengan sepuluh pemain sejak akhir babak pertama jelas menjadi pukulan telak bagi Persib. Strategi yang sudah disusun rapi harus dirombak total, dan mereka dipaksa bermain lebih bertahan di babak kedua. Insiden kartu merah ini dianggap banyak pihak sebagai salah satu faktor utama yang memupus harapan Persib untuk mencetak lebih banyak gol dan membalikkan keadaan.

Kemarahan Bobotoh yang Tak Terbendung

Peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan disambut dengan kekecewaan mendalam dan kemarahan yang meluap dari tribun penonton. Bobotoh, suporter setia Persib, tak kuasa menahan emosi melihat tim kesayangan mereka tersingkir di tengah dugaan keputusan wasit yang merugikan.

Insiden tak terduga pun terjadi. Ribuan Bobotoh yang merasa kecewa dan marah langsung merangsek masuk ke lapangan setelah pertandingan usai. Tidak hanya itu, beberapa benda juga dilemparkan ke arah pemain dan staf pelatih, menciptakan suasana yang mencekam dan tidak kondusif di GBLA.

Pujian AFC yang Membingungkan dan Dukungan dari Arab Saudi

Di tengah kekacauan dan kemarahan Bobotoh, muncul kabar yang lebih mengejutkan lagi. Media Arab Saudi, Arriyadiyah, melaporkan bahwa Direktur Wasit AFC, Shamsul Maidin, justru memberikan pujian kepada Majed Al Shamrani dan timnya. Menurut Maidin, keputusan Al Shamrani, khususnya terkait kartu merah untuk Barros, sudah tepat dan sesuai aturan.

Pujian ini tentu saja menimbulkan tanda tanya besar. Bagaimana mungkin seorang wasit yang keputusannya memicu kontroversi hebat dan bahkan kerusuhan suporter, justru mendapat apresiasi dari otoritas sepak bola Asia? Publik pun bertanya-tanya, apakah ada standar ganda dalam penilaian kinerja wasit, ataukah ada faktor lain yang melatarbelakangi pujian tersebut.

Tidak hanya itu, Al Shamrani juga dikabarkan menerima telepon dari kepala komite wasit Federasi Sepak Bola Arab Saudi. Panggilan tersebut bertujuan untuk mengecek kondisinya dan mengonfirmasi keabsahan semua keputusannya selama pertandingan. Dukungan penuh dari federasi negaranya ini semakin memperkuat narasi bahwa ada semacam "perlindungan" terhadap sang wasit.

Ancaman Sanksi dan Masa Depan Sepak Bola Asia

Insiden kerusuhan di GBLA, termasuk masuknya suporter ke lapangan dan pelemparan benda, tentu saja tidak bisa dianggap remeh. Semua kejadian tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Sekretariat AFC. Laporan ini akan diteruskan ke komite disiplin AFC untuk ditinjau lebih lanjut dan kemungkinan penerapan sanksi yang sesuai.

Persib Bandung dan GBLA berpotensi menghadapi hukuman berat, mulai dari denda finansial yang besar, larangan bermain di kandang sendiri tanpa penonton, hingga sanksi yang lebih serius. Kejadian ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya menjaga ketertiban dan sportivitas, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Di sisi lain, kontroversi wasit dan pujian yang menyertainya ini juga memicu diskusi lebih luas tentang integritas dan transparansi perwasitan di kompetisi AFC. Apakah standar perwasitan sudah merata? Bagaimana mekanisme pengawasan dan evaluasi wasit agar kejadian serupa tidak terulang? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi krusial demi menjaga kepercayaan publik terhadap fair play di sepak bola Asia.

Kejadian di GBLA ini menjadi cerminan kompleksitas sepak bola, di mana hasil pertandingan tidak hanya ditentukan oleh skill pemain, tetapi juga oleh keputusan-keputusan di lapangan yang kadang kala mengundang polemik. Semoga insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, demi kemajuan dan keadilan sepak bola di masa depan.

banner 325x300