Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi saksi bisu drama sepak bola yang menguras emosi pada Rabu (18/2) malam. Dalam laga leg kedua 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) melawan Ratchaburi FC, Persib Bandung harus menghadapi kenyataan pahit bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama usai Uilliam Barros diganjar kartu merah. Momen krusial ini datang setelah gol indah Andrew Jung yang sempat membangkitkan asa, membuat babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Maung Bandung, namun dengan beban yang jauh lebih berat.
Misi Mustahil di Kandang Sendiri
Sebelum peluit kick-off dibunyikan, Persib Bandung sudah dihadapkan pada tantangan yang sangat berat. Kekalahan telak 3-0 pada leg pertama di kandang Ratchaburi FC membuat mereka wajib menang dengan selisih minimal empat gol untuk bisa melaju ke babak selanjutnya. Sebuah misi yang terasa nyaris mustahil, namun semangat juang para pemain dan dukungan penuh dari Bobotoh yang memadati GBLA tak pernah padam.
Tekanan Berat Sejak Awal
Sejak menit pertama, tekanan besar terasa di pundak setiap penggawa Maung Bandung. Mereka harus bermain menyerang habis-habisan, namun tetap waspada agar tidak kebobolan yang bisa semakin mempersulit keadaan. Ratchaburi, dengan keunggulan agregat yang nyaman, cenderung bermain lebih sabar dan mengandalkan serangan balik cepat.
Dominasi Awal yang Penuh Harapan
Meski di bawah tekanan, Persib menunjukkan karakter sebagai tim besar. Mereka langsung mengambil inisiatif serangan, mendominasi penguasaan bola, dan terus-menerus mencoba membongkar pertahanan rapat Ratchaburi. Beberapa peluang tercipta, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang atau sigapnya kiper lawan membuat skor masih kacamata hingga pertengahan babak pertama.
Gol Pemecah Kebuntuan: Andrew Jung Beraksi!
Kerja keras Persib akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-39. Sebuah skema serangan apik berhasil dibangun, di mana Alfeandra Dewangga menunjukkan visi bermain yang luar biasa. Umpan tarik akuratnya ke dalam kotak penalti langsung disambut dengan tembakan kaki kiri keras dan terarah oleh Andrew Jung. Bola melesat tanpa bisa dihalau kiper, membuat jala gawang Ratchaburi bergetar dan skor berubah menjadi 1-0 untuk Persib.
Drama VAR yang Bikin Jantung Berdebar
Euforia gol Jung sempat tertunda sejenak. Wasit Al Shamrani dari Arab Saudi, yang memimpin pertandingan, meminta masukan dari wasit Video Assistant Referee (VAR). Ada indikasi offside dari Dewangga saat memberikan umpan. Momen ini membuat seluruh stadion menahan napas, Bobotoh harap-harap cemas, dan para pemain Persib terlihat tegang menunggu keputusan. Setelah peninjauan yang memakan waktu, gol akhirnya dinyatakan sah! Dewangga dalam posisi onside, dan kegembiraan pun meledak di GBLA. Asa untuk membalikkan keadaan kembali menyala.
Petaka Kartu Merah: Uilliam Barros Diusir Wasit
Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Hanya beberapa menit setelah gol Jung disahkan, petaka justru menghampiri Persib. Uilliam Barros, yang tampil dengan semangat tinggi dan agresivitas luar biasa untuk merebut setiap bola, terlibat dalam insiden yang mengubah jalannya pertandingan.
Momen Kontroversial yang Mengubah Segalanya
Dalam upaya merebut bola dari kaki Jonathan Khemdee, Barros melakukan tekel keras. Sayangnya, tekel tersebut justru mengenai betis Khemdee dengan kekuatan yang cukup signifikan. Tanpa ragu, wasit Al Shamrani langsung mencabut kartu merah dari sakunya, mengusir Barros dari lapangan. Keputusan ini sontak membuat para pemain Persib terkejut dan tidak percaya.
Protes Tak Digubris, Keputusan Bulat Wasit
Para pemain Persib segera mengerubungi wasit, mencoba membujuknya untuk meninjau ulang keputusan tersebut melalui VAR. Mereka berargumen bahwa Barros tidak sengaja atau bahwa pelanggaran tersebut tidak layak diganjar kartu merah langsung. Namun, Al Shamrani tetap kukuh pada pendiriannya. Baginya, pelanggaran dari belakang yang mengenai betis lawan adalah tindakan yang membahayakan dan pantas diganjar kartu merah langsung, tanpa perlu peninjauan VAR lebih lanjut. Protes keras para pemain Maung Bandung pun tak menggubris keputusan wasit asal Arab Saudi tersebut.
Tantangan Berat di Babak Kedua
Dengan diusirnya Uilliam Barros, Persib Bandung harus melanjutkan perjuangan mereka dengan 10 pemain. Ini adalah pukulan telak, mengingat mereka sudah harus mengejar defisit gol yang besar dan kini harus bermain dengan satu pemain lebih sedikit. Skor 1-0 untuk keunggulan Persib bertahan hingga peluit babak pertama dibunyikan, namun beban di pundak Maung Bandung terasa semakin berat.
Apa Artinya Bagi Maung Bandung?
Bermain dengan 10 orang berarti pelatih harus memutar otak lebih keras lagi. Strategi harus diubah, energi harus dihemat, dan setiap pemain harus bekerja dua kali lipat lebih keras. Kehilangan Barros, yang merupakan salah satu motor serangan dan pertahanan, tentu akan sangat terasa di babak kedua. Ini bukan hanya tentang taktik, tapi juga tentang mentalitas dan ketahanan fisik.
Babak Pertama Penuh Lika-Liku
Babak pertama pertandingan ini benar-benar menjadi roller coaster emosi. Dari dominasi awal yang menjanjikan, gol indah yang membangkitkan harapan, drama VAR yang mendebarkan, hingga akhirnya petaka kartu merah yang membuat Persib harus pincang. Semua terjadi dalam tempo kurang dari 45 menit, menciptakan narasi yang penuh drama dan intensitas.
Harapan yang Masih Ada
Meskipun dihadapkan pada situasi yang sangat sulit, Bobotoh dan para pemain Persib tahu bahwa dalam sepak bola, apapun bisa terjadi. Semangat juang Maung Bandung tidak boleh padam. Mereka harus berjuang mati-matian di babak kedua, memanfaatkan setiap peluang, dan berharap keajaiban bisa datang di GBLA. Mampukah Persib bangkit dari keterpurukan ini dan menciptakan sejarah? Hanya waktu yang akan menjawabnya.


















