Derby Manchester edisi 2025/2026 berakhir dengan pesta gol bagi Manchester City. Bermain di kandang sendiri, Stadion Etihad, Minggu (14/9) malam WIB, The Citizens sukses melumat rival sekota mereka, Manchester United, dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang dominasi total dan performa gemilang beberapa bintang baru.
Pertandingan ini menjadi panggung debut yang tak terlupakan bagi Gianluigi Donnarumma di bawah mistar gawang City. Kiper asal Italia itu tampil cemerlang dengan beberapa penyelamatan krusial, memastikan gawangnya tetap perawan. Sementara itu, Erling Haaland kembali menunjukkan ketajamannya dengan memborong dua gol, melengkapi kemenangan yang dibuka oleh Phil Foden.
Dominasi Biru di Etihad: Awal yang Menggebrak
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Manchester City langsung tancap gas. Belum genap satu menit, tepatnya di detik ke-23, Erling Haaland sudah menebar ancaman ke gawang Manchester United. Sayangnya, sontekan awal sang striker masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Setan Merah.
City terus menekan dan mengurung pertahanan United. Serangan-serangan cepat dari sisi sayap menjadi senjata utama, menunjukkan ambisi mereka untuk segera membuka keunggulan. Atmosfer di Etihad pun semakin memanas seiring dengan intensitas permainan yang tinggi.
Foden Buka Keran Gol, Doku Jadi Kunci Serangan
Keran gol Manchester City akhirnya terbuka di menit ke-17. Berawal dari pergerakan lincah Jeremy Doku yang berhasil merangsek masuk ke kotak penalti MU, umpan lambung akurat kemudian dikirimkannya. Phil Foden, yang berdiri bebas, sukses menyundul bola masuk ke gawang Altay Bayindir, mengubah skor menjadi 1-0.
Doku memang menjadi motor serangan City di babak pertama. Di menit ke-24, ia kembali menciptakan peluang berbahaya dengan mengirimkan umpan kepada Tijani Reijnders. Namun, tembakan Reijnders masih bisa diblok dengan sigap oleh kiper MU, Altay Bayindir, yang bekerja keras di bawah tekanan.
Donnarumma Tembok Kokoh, Gagalkan Peluang Emas MU
Meskipun City mendominasi, Manchester United bukan tanpa perlawanan. Di menit ke-33, Setan Merah nyaris menyamakan kedudukan melalui situasi satu lawan satu antara Benjamin Sesko dan Gianluigi Donnarumma. Namun, sontekan Sesko berhasil diblok dengan gemilang oleh Donnarumma, yang langsung mendapatkan apresiasi dari rekan-rekannya.
Penyelamatan krusial itu menjadi bukti bahwa Donnarumma bukan hanya sekadar kiper baru, tetapi juga tembok kokoh yang bisa diandalkan. Hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 untuk keunggulan Man City tetap bertahan, sebagian berkat aksi heroik kiper debutan tersebut.
Haaland Menggila di Babak Kedua, Setan Merah Tak Berdaya
Memasuki babak kedua, Manchester United mencoba mengambil inisiatif serangan. Mereka berusaha menekan pertahanan City, namun The Citizens memilih bermain lebih pragmatis dengan menumpuk pemain di garis kotak penalti, termasuk Haaland yang ikut membantu pertahanan. City hanya menyisakan Doku dan Phil Foden di depan untuk memanfaatkan serangan balik cepat.
Strategi ini terbukti efektif. Di menit ke-53, Manchester City berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Lagi-lagi, Jeremy Doku menjadi kreator dengan umpan matang yang berhasil disontek Erling Haaland menjadi gol. Gol ini semakin menunjukkan betapa berbahayanya kombinasi dua pemain tersebut.
Mbeumo Berusaha, Donnarumma Terus Cemerlang
Tak lama berselang, di menit ke-55, Haaland nyaris mencetak gol ketiganya. Namun, penyelesaian akhirnya masih membentur tiang gawang MU, membuat Setan Merah sedikit bernapas lega. Serangan City memang sangat mematikan dan membuat pertahanan lawan kocar-kacir.
United tidak menyerah begitu saja. Di menit ke-60, Bryan Mbeumo mendapatkan peluang emas lewat tendangan voli keras. Namun, lagi-lagi, Donnarumma tampil luar biasa dengan menepis bola dan melakukan penyelamatan gemilang. Penampilan Donnarumma yang konsisten cemerlang benar-benar membuat frustrasi para penyerang MU.
Blunder Shaw dan Gol Penutup Haaland
Di menit ke-64, Haaland kembali mengancam gawang MU, namun tendangannya masih bisa ditangkap oleh Bayindir. Namun, hanya empat menit kemudian, kesalahan fatal terjadi di lini belakang United. Luke Shaw melakukan passing yang ceroboh, dan bola berhasil direbut pemain City.
Serangan balik cepat pun dilancarkan, dan Erling Haaland tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol keduanya di pertandingan ini. Skor berubah menjadi 3-0 untuk keunggulan Manchester City, semakin membenamkan harapan Manchester United. Gol ini menjadi pukulan telak bagi Setan Merah.
MU Frustrasi, Peluang Emas Terbuang Sia-sia
Meski tertinggal jauh, Manchester United terus mencoba mencari gol hiburan. Di menit ke-75, City nyaris menambah keunggulan lewat Tijani Reijnders, namun tembakannya melenceng tipis. Setelah itu, giliran MU yang mendapatkan serangkaian peluang emas.
Di menit ke-81, tembakan melengkung Bryan Mbeumo masih melenceng tipis. Kemudian, di menit ke-84, Mbeumo kembali mendapat umpan matang dari Amad Diallo di muka gawang, namun sontekannya lagi-lagi melenceng. Puncaknya, di menit ke-85, Casemiro gagal memanfaatkan bola pantulan dari tembakan Bruno Fernandes, dengan sontekannya yang juga melenceng.
Man City Kokoh di Puncak, Derby Milik Biru Langit
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Manchester City berhasil mengamankan kemenangan telak 3-0 atas Manchester United. Kemenangan ini menegaskan dominasi City di Derby Manchester dan mengirimkan pesan kuat kepada para pesaing di Liga Inggris.
Debut gemilang Gianluigi Donnarumma dan ketajaman Erling Haaland menjadi sorotan utama. Man City tidak hanya memenangkan pertandingan, tetapi juga menunjukkan kedalaman skuad dan strategi yang solid. Derby Manchester kali ini benar-benar milik The Citizens, yang kini semakin kokoh di jalur perburuan gelar juara.


















