Jumat, 3 Oktober 2025, menjadi hari yang penuh drama di Pertamina Mandalika International Circuit. Sang Juara Dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, mengalami dua kali kecelakaan fatal dalam sesi latihan bebas (practice) Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025. Insiden ini sontak menjadi sorotan, mengingat ia baru saja merayakan gelar juara dunianya pekan lalu di Motegi.
Awal Buruk Sang Juara Dunia di Mandalika
Sesi practice yang seharusnya menjadi ajang pemanasan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Marquez. Pembalap berjuluk ‘The Alien’ ini terjatuh pertama kali saat sesi baru berjalan sekitar sembilan menit. Ia kehilangan kendali di tikungan 10, membuat motornya tergelincir dan terhempas ke gravel.
Tak lama berselang, nasib buruk kembali menghampirinya. Sekitar menit ke-31 sesi practice, Marquez kembali crash, kali ini di tikungan 5. Dua insiden dalam waktu kurang dari setengah jam ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi pembalap yang baru saja mengukuhkan dominasinya di musim ini.
Analisis Crash yang "Aneh" dari Marquez
Marquez sendiri tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil yang ia peroleh di Mandalika. Ia mengaku merasa aneh dengan insiden yang menimpanya, terutama setelah performa gemilang di Motegi. "Ya sejujurnya ini bukan cara terbaik untuk merayakan gelar juara, tetapi ini bukan yang pertama bagi saya di Mandalika," ujarnya.
Pembalap berusia 32 tahun itu menjelaskan bahwa crash pertamanya terjadi di bagian depan motor, namun ia merasa masalah utamanya ada di bagian belakang. Sementara itu, kecelakaan kedua adalah high side yang menurutnya tidak biasa, mengingat Ducati dan sistem elektroniknya biasanya sangat baik dalam menangani situasi tersebut. Ini menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dengan feeling Marquez di trek ini.
Mandalika: Trek Paling Sulit Bagi Marquez?
Bukan rahasia lagi bahwa Mandalika tampaknya menjadi "kutukan" bagi Marc Marquez. Ia secara terang-terangan mengakui bahwa sirkuit ini bukanlah trek yang cocok dengan gaya balapnya. "Ini jelas bukan trek [dengan karakter untuk] saya, ini adalah yang terburuk di kejuaraan ini untuk gaya saya, bukan treknya yang buruk, tetapi feeling saya," kata Marquez.
Pernyataan ini cukup mengejutkan, mengingat statusnya sebagai Juara Dunia MotoGP 2025. Namun, ini juga menunjukkan betapa kompleksnya dinamika antara pembalap, motor, dan karakteristik sirkuit. Setiap trek memiliki tantangan uniknya sendiri, dan Mandalika tampaknya menjadi batu sandungan besar bagi Marquez.
Pukulan Telak Bagi Kepercayaan Diri
Dua kali terjatuh dalam waktu singkat tentu saja menguras mental dan kepercayaan diri seorang pembalap, bahkan sekelas Marc Marquez. Ia mengakui bahwa insiden kedua sangat memukul mentalnya. "Insiden yang kedua sangat menguras kepercayaan diri saya," ungkapnya jujur.
Prioritasnya setelah itu bukan lagi mencetak waktu tercepat, melainkan menghindari kecelakaan lagi dan menyelesaikan sesi latihan. Kehilangan kepercayaan diri bisa menjadi faktor krusial yang mempengaruhi performa di sesi kualifikasi dan balapan utama. Ini adalah tantangan psikologis yang harus ia atasi.
Kondisi Trek dan Tantangan Umum Mandalika
Marquez juga menyoroti kondisi umum di Mandalika yang tampaknya memicu banyak insiden. Ia menyebutkan bahwa banyak kecelakaan telah terjadi di trek sejak sesi FP1. Ini bisa mengindikasikan bahwa permukaan trek, suhu, atau karakteristik tikungan tertentu memang sangat menantang bagi para pembalap.
Sirkuit Mandalika memang dikenal memiliki tantangan unik, mulai dari suhu yang panas hingga karakteristik aspal yang bisa sangat abrasif. Faktor-faktor ini bisa memengaruhi grip ban dan stabilitas motor, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pembalap.
Strategi Bangkit di Hari Berikutnya
Meski dihantam dua kali crash, Marquez tetap berupaya optimistis untuk sesi-sesi selanjutnya. Ia tahu bahwa ia harus segera memulihkan mental dan kembali fokus. "Besok kami harus keluar jalur dengan mentalitas untuk keluar dan Anda tidak bisa berpikir untuk tidak jatuh, tetapi mencoba lagi," tegasnya.
Pembalap Ducati ini menyadari pentingnya melupakan insiden hari ini dan memulai hari baru dengan pikiran yang segar. Prioritasnya adalah menemukan kembali feeling yang hilang dan membangun kembali kepercayaan diri. Ini akan menjadi ujian mental yang berat bagi sang juara dunia.
Dampak Potensial Terhadap Perebutan Poin
Meskipun Marquez sudah mengunci gelar Juara Dunia MotoGP 2025, performa buruk di Mandalika bisa berdampak pada perolehan poin tim dan prestise. Setiap balapan tetap penting untuk menunjukkan konsistensi dan dominasi. Kehilangan poin atau gagal finis di podium tentu akan menjadi catatan yang kurang menyenangkan.
Para rivalnya tentu akan memanfaatkan situasi ini untuk menunjukkan taring mereka dan meraih kemenangan. Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 masih menyisakan banyak drama, dan semua mata akan tertuju pada bagaimana Marc Marquez akan bangkit dari keterpurukan ini.
Menanti Kejutan dari Sang Alien
Meski mengalami hari yang sulit, tidak ada yang bisa meremehkan kemampuan Marc Marquez untuk bangkit. Ia adalah pembalap dengan mental baja dan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Para penggemar tentu berharap ia bisa menemukan solusi dan kembali menunjukkan performa terbaiknya di sesi kualifikasi dan balapan utama.
Mandalika mungkin bukan trek favoritnya, tetapi seorang juara sejati selalu menemukan cara untuk mengatasi tantangan. Kita nantikan saja kejutan apa yang akan disuguhkan oleh "The Alien" di sisa akhir pekan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 ini.


















