Dunia sepak bola Indonesia, khususnya para pecinta PSM Makassar, dikejutkan dengan kabar tak terduga. Bernardo Tavares, pelatih yang telah menukangi skuad Juku Eja selama kurang lebih 3,5 musim, resmi menyatakan mundur dari jabatannya. Keputusan ini sontak memicu beragam spekulasi dan pertanyaan di kalangan suporter setia.
Perpisahan Mengejutkan dengan Sang Arsitek
Kabar pengunduran diri Bernardo Tavares disampaikan langsung oleh manajemen PSM Makassar pada Sabtu (4/10) malam. Pelatih asal Portugal ini dikenal sebagai arsitek di balik beberapa capaian penting PSM, termasuk membawa tim meraih gelar juara Liga 1. Selama 3,5 musim, ia telah menjadi bagian integral dari identitas dan semangat juang Juku Eja.
Media Officer PSM, Sulaiman Karim, yang akrab disapa Sule, mengonfirmasi perpisahan ini. "Klub menghormati keputusan yang telah diambil dan mengucapkan terima kasih atas segala capaian prestasi yang telah dicapai selama kurang lebih 3,5 musim perjalanannya bersama tim," ujarnya dalam rilis resmi. Pernyataan ini menunjukkan bahwa keputusan Tavares adalah murni inisiatifnya, dan klub memilih untuk menghormatinya.
Kepergian Tavares tentu meninggalkan lubang besar di kursi kepelatihan. Ia bukan hanya sekadar pelatih, melainkan sosok yang mampu membangkitkan gairah dan mentalitas juara dalam tim. Warisan taktik dan semangat yang ia tanamkan akan selalu dikenang oleh para pemain dan suporter.
Ahmad Amiruddin: Nahkoda Sementara Juku Eja
Untuk mengisi kekosongan yang mendadak ini, manajemen PSM Makassar bergerak cepat. Mereka menunjuk Ahmad Amiruddin, yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih, sebagai pelatih sementara atau caretaker. Penunjukan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas tim di tengah transisi penting ini.
"Asisten Pelatih, Ahmad Amiruddin, akan bertindak sebagai caretaker sampai ditetapkannya pelatih kepala yang baru," jelas Sule. Ahmad Amiruddin bukanlah nama asing di lingkungan PSM. Pengalamannya sebagai asisten pelatih memberinya pemahaman mendalam tentang karakter tim, strategi, dan dinamika ruang ganti.
Tugas pertama Amiruddin tentu tidak ringan. Ia harus segera memastikan bahwa semangat dan fokus tim tetap terjaga, terutama menjelang sisa pertandingan Super League musim 2025/2026. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi jembatan transisi yang mulus, sembari manajemen mencari sosok pelatih kepala definitif.
Mengapa Tavares Pergi? Misteri di Balik Pengunduran Diri
Hingga saat ini, alasan pasti di balik pengunduran diri Bernardo Tavares belum diungkapkan secara detail kepada publik. Pihak klub hanya menyatakan menghormati keputusan yang diambil oleh sang pelatih. Hal ini tentu memunculkan berbagai spekulasi di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola.
Apakah ada tekanan internal, perbedaan visi, atau tawaran dari klub lain yang lebih menggiurkan? Atau mungkin ini adalah keputusan pribadi yang berkaitan dengan keluarga atau keinginan untuk mencari tantangan baru? Tanpa penjelasan resmi, semua pertanyaan ini masih menjadi misteri yang menyelimuti perpisahan ini.
Yang jelas, kepergian seorang pelatih di tengah musim selalu menjadi momen krusial bagi sebuah tim. Ini bisa menjadi titik balik yang positif, namun juga berpotensi mengganggu performa jika tidak ditangani dengan baik. Manajemen PSM kini dihadapkan pada tugas berat untuk menjaga momentum dan moral tim.
Tantangan Berat di Sisa Musim 2025/2026
Dengan kepergian Tavares, PSM Makassar harus menghadapi sisa pertandingan Super League musim 2025/2026 dengan nahkoda baru. Meskipun hanya berstatus sementara, Ahmad Amiruddin memikul tanggung jawab besar untuk menjaga performa tim agar tetap kompetitif. Setiap poin di sisa musim ini akan sangat berharga untuk mencapai target klub.
Tim akan kembali melakukan persiapan latihan pada tanggal 10 Oktober 2025, setelah jeda FIFA International break. Periode ini akan menjadi waktu krusial bagi Amiruddin untuk mengonsolidasi tim, mengevaluasi strategi, dan mungkin melakukan penyesuaian yang diperlukan. Para pemain juga dituntut untuk segera beradaptasi dengan gaya kepemimpinan baru.
Fokus utama adalah menjaga stabilitas mental dan fisik para pemain. Perubahan pelatih bisa memengaruhi psikologis tim, dan tugas Amiruddin adalah memastikan transisi ini berjalan sehalus mungkin. Hasil di beberapa pertandingan awal di bawah kepemimpinannya akan sangat menentukan arah PSM ke depan.
Jeda Internasional: Waktu untuk Konsolidasi dan Pencarian Pelatih Baru
Beruntungnya, pengunduran diri Tavares terjadi menjelang jeda FIFA International break. Momen ini memberikan sedikit ruang bernapas bagi manajemen PSM untuk melakukan konsolidasi dan memulai proses pencarian pelatih kepala yang baru secara lebih tenang. Jeda ini bisa dimanfaatkan untuk menyusun daftar kandidat, melakukan wawancara, dan menimbang opsi terbaik.
Pencarian pelatih kepala definitif tentu akan menjadi prioritas utama manajemen. Mereka harus mencari sosok yang tidak hanya memiliki rekam jejak bagus, tetapi juga memahami filosofi permainan PSM dan mampu beradaptasi dengan karakter pemain. Kriteria seperti pengalaman di Liga 1, kemampuan mengembangkan pemain muda, dan gaya kepelatihan yang cocok dengan tim akan menjadi pertimbangan penting.
Selama proses ini berlangsung, Ahmad Amiruddin akan menjadi garda terdepan. Ia harus memastikan bahwa tim tetap berada di jalur yang benar, menjaga semangat juang, dan memberikan hasil terbaik di setiap pertandingan. Peran caretaker sangat vital dalam menjaga agar tim tidak kehilangan arah di tengah ketidakpastian.
Harapan dan Dukungan Penuh dari Suporter Setia
Dalam situasi seperti ini, dukungan dari suporter setia PSM Makassar menjadi sangat krusial. Sule, Media Officer PSM, secara khusus menyampaikan harapan agar para pendukung tetap memberikan dukungan penuh kepada klub kebanggaan warga Sulawesi Selatan ini. Solidaritas suporter dapat menjadi suntikan semangat yang tak ternilai bagi tim.
"Dukungan dan doa dari seluruh pecinta PSM Makassar sangat penting ke depannya," tutur Sule. Suara gemuruh di stadion, spanduk dukungan, dan kehadiran di setiap pertandingan akan menjadi energi tambahan bagi para pemain dan staf pelatih. Di masa transisi ini, kebersamaan antara klub dan suporter adalah kunci.
Para Juku Eja Mania diharapkan dapat memahami situasi yang ada dan terus memberikan energi positif. Sepak bola adalah tentang pasang surut, dan di saat-saat sulit seperti ini, dukungan tanpa henti adalah yang paling dibutuhkan. Bersama-sama, mereka bisa melewati masa transisi ini dan menatap masa depan yang lebih cerah.
Apa Selanjutnya untuk PSM Makassar?
Kepergian Bernardo Tavares menandai berakhirnya satu era dan dimulainya babak baru bagi PSM Makassar. Dengan Ahmad Amiruddin sebagai pelatih sementara, tim akan berjuang untuk tetap fokus pada sisa pertandingan Super League 2025/2026. Manajemen kini memiliki tugas ganda: menjaga performa tim dan mencari pelatih kepala definitif yang tepat.
Proses pencarian pelatih baru diharapkan dapat segera membuahkan hasil, agar tim memiliki arah yang jelas untuk jangka panjang. Sementara itu, seluruh elemen klub, mulai dari pemain, staf, hingga manajemen, harus bersatu padu menghadapi tantangan ini. Dengan semangat Juku Eja yang tak pernah padam dan dukungan penuh dari suporter, PSM Makassar diharapkan mampu melewati masa transisi ini dengan baik dan kembali meraih kejayaan di kancah sepak bola nasional.


















