Panggung Miss Universe 2025 di Bangkok, Thailand, belum mencapai malam finalnya, namun sudah diwarnai berbagai drama yang menyita perhatian dunia. Salah satu insiden yang paling memanas adalah tatapan sinis Miss Israel, Melanie Shiraz, kepada Miss Palestina, Nadeen Ayoub. Momen singkat ini langsung viral dan memicu perdebatan sengit di media sosial, menghubungkan kontes kecantikan dengan ketegangan politik yang sudah lama membara.
Awal Mula Kontroversi Tatapan "Maut"
Semua bermula dari sebuah video singkat yang tersebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, Melanie Shiraz, perwakilan Israel, terlihat menolehkan kepalanya sejenak ke arah Nadeen Ayoub, Miss Palestina. Meskipun hanya sekilas, tatapan tersebut diinterpretasikan oleh banyak netizen sebagai gestur sinis, penuh ketidaknyamanan, atau bahkan permusuhan.
Video tersebut dengan cepat menjadi bahan perbincangan hangat, memicu gelombang komentar dan spekulasi. Banyak yang menganggap tatapan itu bukan sekadar kebetulan, melainkan cerminan dari ketegangan yang lebih besar antara kedua negara. Insiden ini menambah daftar panjang drama di ajang Miss Universe 2025, yang seolah tak pernah sepi dari sorotan.
Debut Bersejarah Miss Palestina di Panggung Dunia
Kehadiran Nadeen Ayoub sebagai Miss Palestina di ajang Miss Universe 2025 sendiri sudah merupakan sebuah sejarah. Ia adalah perempuan pertama yang secara resmi mewakili Palestina di kontes kecantikan paling bergengsi ini. Keikutsertaannya membawa harapan dan kebanggaan bagi banyak pihak, sekaligus menempatkannya dalam sorotan yang intens.
Sebagai perwakilan pertama, setiap gerak-gerik Nadeen Ayoub di panggung dunia tentu saja diperhatikan secara seksama. Kehadirannya sendiri sudah menjadi pernyataan politik dan budaya yang kuat, terlepas dari niat pribadinya. Oleh karena itu, insiden tatapan dari Miss Israel ini langsung dipersepsikan memiliki bobot yang lebih dari sekadar interaksi antar kontestan biasa.
Reaksi Netizen: Dari Cemburu Hingga Isu Politik
Setelah video tersebut viral, media sosial pun riuh dengan berbagai reaksi. Sebagian besar netizen mengecam keras Melanie Shiraz, menuduhnya menunjukkan sikap tidak sportif dan tidak etis. Ada yang berpendapat bahwa tatapan itu murni ekspresi kecemburuan terhadap kehadiran Nadeen Ayoub yang menarik perhatian.
Namun, tidak sedikit pula yang mengaitkan insiden ini langsung dengan konflik geopolitik antara Israel dan Palestina. Mereka melihat tatapan tersebut sebagai simbolisasi dari ketegangan yang tak kunjung usai, bahkan di panggung yang seharusnya menjunjung tinggi perdamaian dan persahabatan. Berbagai tagar terkait insiden ini pun membanjiri lini masa, menunjukkan betapa sensitifnya isu ini di mata publik global.
Klarifikasi Miss Israel dan Pro-Kontra Publik
Menyadari besarnya kontroversi yang ditimbulkan, Melanie Shiraz akhirnya angkat bicara melalui akun media sosialnya. Ia membantah tuduhan tatapan sinis tersebut. Menurut Shiraz, ia hanya sedang memperhatikan kontestan lain yang naik ke panggung saat itu, dan tatapannya ke arah Ayoub hanyalah kebetulan semata.
"Sangat jelas bahwa saya hanya melihat ke arah kontestan lain saat mereka naik ke panggung," ujar Shiraz dalam klarifikasinya. Ia juga menambahkan, "Saya harap kamu bisa mempertimbangkan kembali sebelum memilih viralitas dengan mengorbankan orang lain." Namun, klarifikasi ini tidak serta-merta meredakan amarah netizen. Banyak yang tetap tidak percaya, menganggapnya sebagai pembelaan diri yang kurang meyakinkan.
Panggung Kecantikan yang Tak Pernah Sepi dari Drama
Insiden antara Miss Israel dan Miss Palestina ini bukanlah satu-satunya drama yang mewarnai Miss Universe 2025. Sebelumnya, ajang ini juga sempat heboh dengan aksi walk out Miss Mexico, Fatima Bosch. Ia dan teman-temannya memutuskan meninggalkan panggung setelah Direktur Nasional Miss Universe Thailand, Nawat Itsaragrisil, menyebutnya ‘bodoh’.
Serangkaian insiden ini menunjukkan bahwa kontes kecantikan global seperti Miss Universe bukan lagi sekadar ajang unjuk pesona fisik semata. Ia telah menjadi platform yang kerap mencerminkan isu-isu sosial, politik, dan budaya yang lebih luas. Para kontestan, sebagai perwakilan negara, secara tidak langsung membawa beban ekspektasi dan simbolisme yang besar.
Menanti Malam Final Penuh Kejutan
Dengan segala drama dan kontroversi yang telah terjadi, malam final Miss Universe 2025 dipastikan akan menjadi tontonan yang sangat dinanti. Acara puncak yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 21 November mendatang, mungkin akan menyajikan lebih banyak kejutan. Publik tentu penasaran bagaimana para kontestan akan menghadapi tekanan dan bagaimana insiden-insiden ini akan memengaruhi jalannya kompetisi.
Miss Universe 2025 telah membuktikan bahwa di balik kilauan mahkota dan gaun indah, ada intrik, ketegangan, dan perdebatan yang tak kalah menarik. Panggung kecantikan ini sekali lagi menjadi cermin dinamika dunia, di mana setiap tatapan dan perkataan bisa memicu gelombang reaksi global.


















