Pasar pariwisata global sedang bergeser, dan ada satu nama yang kini jadi primadona: turis India. Ya, bukan rahasia lagi kalau wisatawan dari Negeri Bollywood ini punya potensi luar biasa. Indonesia, khususnya Bali, jadi salah satu destinasi yang paling diincar. Angka kunjungan mereka terus meroket dari tahun ke tahun, menunjukkan daya tarik yang tak terbantahkan.
Bali memang punya magnet tersendiri bagi turis India. Kedekatan budaya dan kepercayaan Hindu yang kuat di kedua wilayah ini menjadi jembatan emosional yang tak bisa diabaikan. Ini bukan sekadar liburan, tapi juga sebuah perjalanan spiritual dan budaya yang mendalam.
Penerbangan Langsung Bikin Bali Makin Mudah Dijangkau
Sejak 1 Desember 2023, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, sudah melayani penerbangan langsung dari New Delhi, India. Ini adalah game-changer! Bayangkan, turis India kini bisa terbang langsung tanpa transit yang merepotkan.
Kemudahan akses ini tentu saja memangkas waktu perjalanan dan biaya, membuat Bali makin menarik di mata mereka. Tak heran jika minat untuk berkunjung ke Pulau Dewata semakin memuncak, didorong oleh konektivitas yang lebih efisien.
Data BPS Ungkap Fakta Mengejutkan: Turis India di Peringkat Atas!
Badan Pusat Statistik (BPS) Bali baru-baru ini merilis data kunjungan turis asing ke Bali. Selama Juli 2025, total ada 697.107 orang yang berlibur di sana. Dan tahu apa yang menarik? Turis India menempati peringkat ketiga dengan 45.288 kunjungan!
Meskipun Australia masih mendominasi dengan 161.051 kunjungan dan Tiongkok di posisi kedua dengan 59.651 kunjungan, posisi India di tiga besar ini adalah sinyal kuat. Ini menunjukkan bahwa pasar India bukan lagi "calon", tapi sudah menjadi "pemain utama" di industri pariwisata Bali.
Momen Musim Kawin di India, Bali Kebanjiran Bulan Madu
Ada satu fenomena unik yang bikin turis India makin banyak datang ke Bali. Pada Mei 2025 lalu, BPS Bali mencatat lonjakan signifikan kunjungan turis India, bertepatan dengan musim menikah di Negeri Hindustan. Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan fenomena ini.
"Mengalami peningkatan cukup tinggi 36,93 persen (sebelumnya 49.658 kunjungan), kalau lihat di media-media, India bulan Mei sedang musim menikah," kata Agus. Ia menambahkan, banyak pasangan India yang memilih Bali sebagai destinasi bulan madu atau liburan setelah pernikahan, mirip dengan tradisi "duwasa ayu" atau tanggal baik untuk menikah di Bali.
Pada Mei 2025, jumlah kunjungan wisatawan asal India mencapai 67.995, menduduki peringkat kedua tertinggi. Angka ini membuktikan bahwa Bali bukan hanya tujuan liburan biasa, tapi juga destinasi impian untuk merayakan momen spesial seperti pernikahan dan bulan madu. Ini adalah segmen pasar yang sangat potensial dan harus terus digarap.
Meski Sempat Turun, India Tetap Jadi Penyumbang Terbesar Kedua
Data dari Badan Pusat Statistik juga menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2023, sebanyak 606.439 turis India berkunjung ke Indonesia. Angka ini fantastis dan menunjukkan betapa besarnya potensi pasar ini.
Menariknya, pada tahun 2024, jumlah kunjungan turis India ke Bali memang sedikit turun menjadi 550.379 kunjungan. Namun, penurunan ini tidak lantas membuat India tergeser. Mereka tetap kokoh menempati posisi kedua sebagai penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak, hanya kalah dari Australia.
Ini adalah bukti bahwa meskipun ada fluktuasi, daya tarik Bali bagi turis India tetap kuat dan stabil. Konsistensi ini menunjukkan bahwa ada fondasi yang kokoh dalam hubungan pariwisata antara kedua negara.
Koneksi Budaya dan Spiritual: Bukan Sekadar Liburan
Salah satu alasan utama di balik ketertarikan turis India pada Bali adalah kedekatan budaya dan spiritual. Mayoritas penduduk Bali menganut agama Hindu, sama seperti sebagian besar masyarakat India. Ini menciptakan ikatan yang mendalam dan rasa familiaritas.
Bagi turis India, Bali bukan hanya menawarkan pantai indah atau kehidupan malam yang semarak, tetapi juga pengalaman spiritual yang autentik. Mereka bisa menemukan kuil-kuil megah, upacara adat yang kaya makna, dan filosofi hidup yang selaras dengan kepercayaan mereka. Ini adalah nilai tambah yang tidak banyak ditemukan di destinasi lain.
Potensi Visa Bebas: Indonesia Wajib Tiru Malaysia dan Thailand!
Melihat tren positif ini, ada satu kebijakan yang bisa membuat jumlah kunjungan turis India ke Indonesia melonjak drastis: pembebasan visa. Malaysia dan Thailand sudah membuktikan efektivitas kebijakan ini. Kedua negara Asia Tenggara tersebut telah membebaskan visa bagi warga negara India, dan hasilnya sangat memuaskan.
Jika Indonesia mengikuti jejak mereka, bukan mustahil Bali dan destinasi lain di Indonesia akan kebanjiran turis India. Kebijakan visa bebas akan menghilangkan salah satu hambatan terbesar bagi wisatawan, membuat proses perjalanan menjadi lebih mudah dan menarik. Ini akan meningkatkan daya saing Indonesia di mata pasar India yang sangat besar.
Pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata perlu serius mempertimbangkan langkah ini. Membuka pintu lebih lebar bagi turis India bukan hanya soal angka kunjungan, tetapi juga potensi peningkatan pendapatan devisa, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan citra Indonesia sebagai destinasi yang ramah dan mudah diakses. Pasar India adalah peluang emas yang tak boleh disia-siakan.


















