Jakarta, CNN Indonesia — Pernah merasa frustrasi karena sudah gonta-ganti produk skincare tapi kulit tetap gitu-gitu aja? Atau mungkin kamu sudah menghabiskan banyak uang untuk berbagai serum dan krim, tapi hasilnya nihil? Ternyata, rahasia kulit sehat dan kencang bukan cuma dari luar, lho.
Seorang dietisien profesional justru menyarankan pendekatan yang berbeda. Menurutnya, alih-alih terus berganti produk perawatan kulit, kunci utamanya ada pada apa yang kamu makan setiap hari. Perubahan sederhana pada asupan harianmu bisa jadi jawaban untuk mendapatkan kulit bersih, cerah, dan kencang impianmu.
Tren perawatan kulit memang selalu berubah, dengan berbagai rangkaian produk yang kadang bikin pusing. Mulai dari 10 langkah perawatan hingga penggunaan bahan-bahan eksotis, semuanya menjanjikan kulit sempurna. Namun, menurut dietisien Rhaki Roy, ketahanan kulit yang sesungguhnya justru memerlukan keseimbangan antara perawatan dari luar dan, yang tak kalah penting, dari dalam.
"Sederhanakan perawatan kulit Anda, dan variasikan pola makan Anda. Rotasikan makanan Anda, bukan perawatan kulit Anda," ujar Roy, seperti dilansir dari Mind, Body, Green. Ini adalah filosofi yang mungkin terdengar sederhana, tapi dampaknya luar biasa.
Roy pun membagikan tiga kebiasaan makan yang, jika diterapkan secara konsisten, dijamin bakal mengubah tampilan kulitmu jadi lebih bersih, kencang, dan bercahaya. Penasaran apa saja rahasianya? Yuk, simak baik-baik!
1. Perbanyak Pangan Nabati: Kunci Usus Sehat, Kulit Glowing
Kamu mungkin sering mendengar bahwa kesehatan usus itu penting, tapi tahukah kamu bahwa kondisi ususmu bisa langsung terlihat pada kulit? Ya, usus yang sehat berarti kulit yang lebih sehat pula. Mikrobioma usus yang seimbang dapat mengurangi peradangan sistemik yang seringkali muncul sebagai jerawat, eksim, atau rosacea di kulit.
Salah satu cara terbaik untuk menyehatkan mikrobioma usus adalah dengan memperkaya keberagaman pola makan, terutama dengan pangan nabati. Ini bukan berarti kamu harus jadi vegetarian atau vegan sepenuhnya, melainkan lebih fokus untuk meningkatkan asupan makanan yang berasal dari tumbuhan.
Kebanyakan orang, kata Roy, hanya mengonsumsi sekitar 14-16 gram serat sehari. Padahal, wanita dewasa setidaknya membutuhkan 25 gram serat per hari, sementara pria membutuhkan sekitar 38 gram. Kekurangan serat ini bisa membuat mikrobioma usus tidak optimal, dan dampaknya bisa terlihat jelas pada kulit.
Serat tidak hanya membantu melancarkan pencernaan, tetapi juga menjadi "makanan" bagi bakteri baik di usus. Ketika bakteri baik ini berkembang biak, mereka menghasilkan senyawa yang bermanfaat bagi seluruh tubuh, termasuk kulit. Serat juga membantu detoksifikasi tubuh dari racun yang bisa memicu masalah kulit.
"Targetkan lima jenis makanan nabati sehari. Lakukan itu tujuh kali seminggu dan Anda akan mencapai 35," imbuh Roy. Ini bisa berarti menambahkan buah beri ke sarapan, mengemil sayuran mentah seperti wortel atau timun, memasukkan berbagai jenis sayuran hijau ke dalam makan siang, atau mencoba biji-bijian utuh seperti quinoa atau oat di menu harianmu. Semakin beragam warna dan jenis pangan nabati yang kamu konsumsi, semakin kaya pula nutrisi yang diterima kulitmu.
2. Perhatikan Gula Darah: Hindari Lonjakan Pemicu Masalah Kulit
Kamu tidak perlu memantau kadar gula darahmu dengan alat khusus. Kulit biasanya akan memberitahu kamu jika ada sesuatu yang salah. Lonjakan asupan gula, terutama dari makanan olahan dan minuman manis, dapat memicu reaksi peradangan di dalam tubuh.
Kondisi peradangan ini bisa bermanifestasi sebagai berbagai masalah kulit, seperti jerawat yang meradang, eksim yang memburuk, atau rosacea yang semakin parah. Gula juga dapat memicu proses glikasi, di mana molekul gula menempel pada protein seperti kolagen dan elastin, merusaknya, dan membuat kulit kehilangan kekenyalan serta memicu penuaan dini.
Namun, bukan berarti kamu harus menghindari gula atau karbohidrat selamanya. Tubuh tetap membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi. Kuncinya adalah keseimbangan dan pemilihan jenis karbohidrat yang tepat.
"Ini tentang keseimbangan. Kita tahu bahwa memadukan protein dengan karbohidrat membantu meredam lonjakan gula darah," ujar Roy. Misalnya, jika kamu ingin makan buah, tambahkan segenggam kacang-kacangan atau yogurt Yunani untuk memperlambat penyerapan gula. Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum utuh, atau ubi, yang dicerna lebih lambat dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah drastis.
Mengurangi asupan gula tersembunyi dalam makanan olahan, minuman kemasan, dan camilan manis juga sangat penting. Biasakan membaca label nutrisi dan pilih produk dengan kandungan gula yang lebih rendah. Dengan menjaga kadar gula darah tetap stabil, kamu tidak hanya membantu mencegah masalah kulit, tetapi juga menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
3. Perbanyak Protein: Fondasi Kulit Kuat dan Sehat
Roy menekankan bahwa kulit membutuhkan lebih banyak protein daripada yang kamu kira, apalagi jika ada luka atau sedang dalam proses memperbaiki skin barrier yang rusak. Protein adalah blok bangunan utama bagi sel-sel tubuh, termasuk sel kulit. Tanpa asupan protein yang cukup, kulit akan kesulitan untuk meregenerasi diri, memperbaiki kerusakan, dan menjaga kekencangannya.
Kolagen dan elastin, dua protein penting yang menjaga kulit tetap kenyal dan elastis, sangat bergantung pada asupan protein yang memadai dari makanan. Ketika kamu kekurangan protein, produksi kolagen dan elastin bisa terganggu, menyebabkan kulit tampak kusam, kendur, dan lebih mudah berkerut.
"Saya telah melihat langsung bagaimana menggandakan asupan protein saat makan dapat memberikan dampak yang besar—tidak hanya pada kulit Anda tetapi juga pada suasana hati, energi, bahkan tidur Anda," katanya. Protein juga membantu kamu merasa kenyang lebih lama, yang bisa membantu mengelola berat badan dan mengurangi keinginan untuk ngemil makanan tidak sehat yang bisa memicu masalah kulit.
Untuk meningkatkan asupan protein, kamu bisa menambahkan sumber protein berkualitas tinggi ke setiap makananmu. Contohnya, daging tanpa lemak, ikan, telur, produk susu rendah lemak, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Untuk sarapan, coba tambahkan telur atau yogurt Yunani. Saat makan siang dan malam, pastikan ada porsi protein yang cukup. Bahkan untuk camilan, pilihlah snack tinggi protein seperti kacang almond atau edamame.
Dengan memastikan tubuh mendapatkan protein yang cukup, kamu tidak hanya membangun fondasi kulit yang kuat dan sehat dari dalam, tetapi juga merasakan manfaat positif pada energi, suasana hati, dan kualitas tidurmu. Ini adalah pendekatan holistik yang benar-benar bisa mengubah penampilan kulitmu secara permanen.
Jadi, daripada terus-menerus mencari produk skincare terbaru yang menjanjikan keajaiban, mengapa tidak mencoba fokus pada apa yang kamu masukkan ke dalam tubuh? Tiga kebiasaan makan sederhana ini—memperbanyak pangan nabati, memperhatikan gula darah, dan memperbanyak protein—bisa jadi investasi terbaik untuk kulit sehat, bersih, dan kencang yang selama ini kamu impikan. Mulailah perubahan kecil hari ini, dan lihatlah bagaimana kulitmu berterima kasih!
[Gambas:Video CNN]


















