banner 728x250

Siap-siap Pindah! Malaysia dan Indonesia Dinobatkan Jadi Destinasi Digital Nomad Termurah di Dunia

Data lama akses internet per hari di lima negara, Indonesia peringkat kelima.
Indonesia masuk lima besar negara dengan lama akses internet per hari, data Digital 2019.
banner 120x600
banner 468x60

Kabar gembira datang untuk para pekerja jarak jauh yang mendambakan kebebasan finansial dan petualangan. Malaysia dan Indonesia baru saja dinobatkan sebagai dua negara termurah di dunia bagi para digital nomad, menempati peringkat ketiga dan keempat secara global. Ini adalah pengakuan yang membanggakan, menempatkan kedua negara di garis depan tujuan impian para pekerja fleksibel.

Penobatan ini bukan tanpa alasan. Laporan terbaru dari Global Citizen Solutions, sebuah firma yang berfokus pada residensi dan kewarganegaraan melalui investasi, menjadi dasar peringkat bergengsi ini. Mereka melakukan analisis mendalam terhadap 64 negara berbeda di seluruh dunia, mengevaluasi berbagai aspek penting bagi gaya hidup digital nomad.

banner 325x300

Metodologi Penilaian: Apa Saja yang Dipertimbangkan?

Untuk menentukan daftar negara termurah, Global Citizen Solutions tidak hanya melihat satu atau dua faktor. Mereka menganalisis secara komprehensif biaya hidup, mulai dari akomodasi, kebutuhan sehari-hari, hingga transportasi. Selain itu, biaya fasilitas kerja seperti co-working space dan hot desk juga menjadi pertimbangan utama.

Yang tak kalah penting, keberadaan dan kemudahan program visa digital nomad di setiap negara turut memengaruhi peringkat. Ini menunjukkan bahwa negara-negara yang ramah terhadap pekerja jarak jauh dengan kebijakan visa yang mendukung, memiliki nilai lebih di mata para digital nomad global.

Indonesia dan Malaysia: Surga Baru Para Digital Nomad

Melansir dari VN Express, rincian biaya hidup menjadi kunci mengapa Malaysia dan Indonesia begitu menarik. Faktor-faktor seperti harga sewa, belanja kebutuhan pokok, ongkos transportasi, dan pengeluaran esensial lainnya dinilai sangat terjangkau dibandingkan negara lain. Ini memungkinkan para digital nomad untuk hidup nyaman dengan anggaran yang lebih efisien.

Peringkat ini tentu saja menjadi angin segar bagi industri pariwisata dan ekonomi lokal di kedua negara. Kedatangan para digital nomad tidak hanya membawa devisa, tetapi juga menciptakan ekosistem baru yang mendukung pertumbuhan bisnis kecil dan menengah, mulai dari kafe, penginapan, hingga penyedia jasa lokal.

Mengintip Syarat Visa Digital Nomad di Malaysia

Malaysia mengambil langkah proaktif dengan meluncurkan program visa digital nomad sejak Oktober 2022. Program ini dirancang khusus untuk menarik pekerja jarak jauh dari berbagai belahan dunia, membuka pintu bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman hidup dan bekerja di Negeri Jiran.

Untuk bisa memenuhi syarat program visa ini, pelamar diharuskan memiliki penghasilan tahunan minimal US$24.000. Angka ini setara dengan sekitar Rp394 juta, menunjukkan bahwa Malaysia mencari digital nomad yang memiliki stabilitas finansial. Dengan syarat yang jelas, proses aplikasi diharapkan lebih transparan dan efisien.

Program visa ini juga dikenal dengan nama "DE Rantau Nomad Pass," yang menawarkan masa tinggal hingga 12 bulan dengan opsi perpanjangan. Ini memberikan fleksibilitas bagi para digital nomad untuk menjelajahi keindahan Malaysia sambil tetap produktif dalam pekerjaan mereka.

Indonesia: Antara Bali dan Potensi Lainnya

Indonesia juga tidak ketinggalan. Sejak Oktober 2022, Indonesia memperkenalkan program visa kerja jarak jauh yang memungkinkan warga asing memenuhi syarat untuk tinggal di negara ini selama lima atau bahkan sepuluh tahun. Ini adalah komitmen jangka panjang yang menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menyambut era digital nomad.

Namun, ada sedikit perbedaan dalam persyaratan finansial di Indonesia. Pelamar visa diwajibkan memiliki bukti dana minimal 2 miliar rupiah Indonesia di rekening bank mereka, atau sekitar US$130.000. Angka ini cukup signifikan, mengindikasikan bahwa visa ini lebih condong ke arah "Second Home Visa" atau visa jangka panjang bagi mereka yang memiliki aset besar.

Selain bukti dana, pelamar juga harus memiliki paspor yang berlaku setidaknya 36 bulan dan menyertakan resume dalam aplikasi mereka. Meski persyaratannya cukup ketat, daya tarik Indonesia, terutama Bali, tetap menjadi magnet kuat bagi para digital nomad yang mencari kehidupan tropis dengan biaya terjangkau.

Daya Tarik Asia Tenggara: Lebih dari Sekadar Biaya Hidup

Selain biaya hidup yang murah, ada banyak alasan lain mengapa Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Indonesia, menjadi destinasi favorit para digital nomad. Iklim tropis yang hangat sepanjang tahun, keindahan alam yang memukau, serta kekayaan budaya yang beragam adalah beberapa di antaranya.

Makanan lokal yang lezat dan terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri. Dari nasi lemak di Malaysia hingga nasi goreng di Indonesia, setiap hidangan menawarkan petualangan kuliner yang tak terlupakan. Belum lagi keramahan penduduk lokal yang seringkali membuat para pendatang merasa seperti di rumah sendiri.

Komunitas digital nomad yang berkembang pesat di kota-kota seperti Kuala Lumpur, Penang, Bali, dan Jakarta juga menjadi faktor penting. Adanya co-working space modern, kafe-kafe dengan koneksi internet stabil, dan acara jejaring sosial memudahkan para digital nomad untuk terhubung, berkolaborasi, dan membangun jaringan profesional.

Siapa Saja yang Masuk Daftar Teratas?

Dalam daftar negara termurah untuk digital nomad, laporan Global Citizen Solutions juga menempatkan India sebagai destinasi paling terjangkau di dunia. Negeri Bollywood ini menduduki posisi teratas, diikuti oleh Ekuador yang berada di posisi kedua. Keberadaan India dan Ekuador di puncak daftar menunjukkan bahwa tren digital nomad semakin menyebar ke berbagai belahan dunia, tidak hanya terpusat di satu kawasan saja.

Ini adalah bukti bahwa gaya hidup bekerja jarak jauh bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah realitas global yang terus berkembang. Negara-negara yang mampu menawarkan kombinasi biaya hidup terjangkau, infrastruktur yang memadai, dan kebijakan visa yang mendukung akan menjadi pemenang dalam persaingan menarik para talenta global ini.

Tips untuk Calon Digital Nomad di Malaysia & Indonesia

Jika kamu tertarik untuk menjadi digital nomad di Malaysia atau Indonesia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan kamu memahami betul persyaratan visa yang berlaku, terutama terkait bukti finansial. Kedua, lakukan riset mendalam tentang kota atau daerah yang ingin kamu tinggali, termasuk biaya sewa, transportasi, dan fasilitas umum.

Ketiga, jangan lupakan asuransi perjalanan dan kesehatan. Meskipun biaya hidup murah, biaya medis bisa sangat mahal. Keempat, bergabunglah dengan komunitas digital nomad lokal untuk mendapatkan informasi dan dukungan. Dengan persiapan yang matang, pengalamanmu sebagai digital nomad di dua negara Asia Tenggara ini pasti akan sangat berkesan dan menguntungkan.

Malaysia dan Indonesia tidak hanya menawarkan biaya hidup yang murah, tetapi juga pengalaman budaya yang kaya, keindahan alam yang memukau, dan komunitas yang ramah. Ini adalah kesempatan emas bagi para digital nomad untuk mewujudkan impian bekerja sambil menjelajahi dunia. Jadi, siapkah kamu untuk menjadi bagian dari petualangan ini?

banner 325x300