banner 728x250

Sering Scrolling HP di Toilet? Awas, Wasir Mengintai Lebih Cepat!

Petugas kepolisian berjalan di jalanan perkotaan dengan kendaraan polisi di latar belakang.
Studi baru mengungkap risiko wasir akibat penggunaan ponsel di toilet.
banner 120x600
banner 468x60

Pernahkah kamu merasa waktu berlalu begitu cepat saat asyik scrolling media sosial atau main game di toilet? Kebiasaan yang mungkin terlihat sepele ini ternyata menyimpan risiko kesehatan yang serius, lho. Sebuah studi terbaru mengungkap korelasi mengejutkan antara penggunaan handphone di toilet dengan peningkatan risiko wasir.

Studi Terbaru Ungkap Fakta Mengejutkan

banner 325x300

Penelitian yang dipimpin oleh Trisha Pasricha, seorang gastroenterolog terkemuka dari Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston, melibatkan 125 orang dewasa. Mereka semua menjalani kolonoskopi skrining dan mengisi survei mendalam tentang kebiasaan buang air besar, termasuk detail penggunaan ponsel di kamar mandi. Survei ini juga menanyakan faktor lain seperti mengejan, asupan serat, dan rutinitas olahraga yang juga memengaruhi risiko wasir.

Hasilnya? Mengejutkan! Sebanyak 66 persen responden mengaku rutin menggunakan ponsel saat berada di toilet. Yang lebih mengkhawatirkan, kebiasaan ini secara signifikan meningkatkan risiko wasir hingga 46 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan ponsel.

Bukan Mengejan, Tapi Waktu Duduk yang Jadi Biang Keroknya

Selama ini, banyak yang mengira wasir disebabkan oleh mengejan terlalu keras. Namun, studi ini membantah asumsi tersebut. Fokus utama masalahnya ternyata bukan pada seberapa keras kamu mengejan, melainkan pada durasi dudukmu di toilet.

Penelitian menunjukkan bahwa 37 persen pengguna ponsel menghabiskan waktu lebih dari lima menit di toilet. Bandingkan dengan hanya 7 persen dari mereka yang tidak menggunakan ponsel yang duduk selama itu. Perbedaan waktu duduk yang signifikan inilah yang menjadi biang keladinya.

Pasricha menjelaskan, dudukan toilet yang terbuka memberikan tekanan langsung pada area rektum. Seiring waktu, tekanan ekstra dari dudukan toilet ini bisa menyebabkan darah terkumpul dan membengkakan bantalan wasir. Ini terjadi karena tidak ada dukungan pada dasar panggul saat duduk di dudukan toilet yang terbuka.

"Hipotesis saya adalah penggunaan ponsel secara pasif membuat bantalan wasir ini membengkak dan menonjol, dan itulah yang menyebabkan wasir," sambung Pasricha. Jadi, bukan karena kamu mengejan lebih keras, tapi karena kamu duduk terlalu lama sambil asyik scrolling.

Generasi Muda Lebih Rentan?

Meskipun studi ini melibatkan orang dewasa berusia 45 tahun ke atas, Pasricha menegaskan bahwa temuannya relevan untuk generasi yang lebih muda. Bahkan, kelompok usia muda justru lebih rentan karena mereka adalah pengguna handphone yang paling aktif dan cenderung selalu membawanya ke mana pun, termasuk ke toilet.

Dr. Sandhya Shukla, seorang gastroenterolog dari Atlantic Coast Gastroenterology Associates di New Jersey, turut mengamini. Ia mengamati peningkatan jumlah pasien muda yang didiagnosis wasir. Meskipun faktor lain seperti kurangnya asupan serat dan obesitas juga berperan, kebiasaan scrolling ponsel di toilet menjadi salah satu penyebab utama yang tak bisa diabaikan.

Jadi, Berapa Lama Idealnya di Toilet?

Lalu, bagaimana solusinya? Para ahli merekomendasikan langkah sederhana namun efektif: jangan membawa handphone ke toilet. Jika memang terpaksa membawanya, batasi waktu dudukmu seminimal mungkin.

Gastroenterolog menyarankan agar waktu ideal buang air besar hanya sekitar tiga hingga lima menit. Maksimal, jangan lebih dari 10 menit. Lebih dari itu, kamu sudah berisiko tinggi terkena wasir.

Dr. Shukla bahkan menekankan, "Banyak konsensus ahli menyebutkan tiga menit per sekali buang air besar, tapi setiap orang berbeda." Intinya, semakin cepat kamu menyelesaikan ‘urusan’ di toilet, semakin baik bagi kesehatan rektummu.

Tips Mencegah Wasir Selain Jauhi HP di Toilet

Selain menjauhkan handphone dari toilet, ada beberapa kebiasaan sehat lain yang bisa kamu terapkan untuk mencegah wasir:

  • Konsumsi Serat yang Cukup: Pastikan asupan serat harianmu terpenuhi dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Serat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit, yang merupakan salah satu pemicu wasir.
  • Minum Air yang Banyak: Hidrasi yang cukup sangat penting untuk menjaga feses tetap lunak dan mudah dikeluarkan. Air membantu mencegah konstipasi, sehingga kamu tidak perlu mengejan berlebihan.
  • Rutin Berolahraga: Aktivitas fisik membantu meningkatkan pergerakan usus dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah di rektum. Olahraga teratur juga menjaga berat badan ideal, yang mengurangi risiko wasir.
  • Jangan Menunda Buang Air Besar: Segera pergi ke toilet saat kamu merasa ingin buang air besar. Menunda bisa membuat feses mengeras dan lebih sulit dikeluarkan, meningkatkan risiko mengejan.
  • Hindari Mengejan Berlebihan: Biarkan proses buang air besar berjalan alami. Mengejan terlalu keras hanya akan menambah tekanan pada rektum dan pembuluh darah di sekitarnya, memperburuk atau memicu wasir.

Jadi, mulai sekarang, coba deh tinggalkan handphone-mu di luar kamar mandi. Kebiasaan kecil ini mungkin terasa berat di awal, tapi demi kesehatan jangka panjang, terutama untuk mencegah wasir yang menyakitkan, itu sangat sepadan. Ingat, toilet adalah tempat untuk ‘buang air besar’, bukan ‘buang-buang waktu’ sambil scrolling. Prioritaskan kesehatanmu, yuk!

banner 325x300