Bepergian dengan pesawat seringkali menjadi pengalaman yang dinanti, menjanjikan petualangan baru dan kenyamanan di ketinggian. Namun, di balik kursi empuk dan senyum ramah pramugari, tersimpan beberapa rahasia kecil tentang makanan dan minuman yang disajikan di udara. Ternyata, tidak semua pilihan di dalam kabin pesawat itu aman atau direkomendasikan untuk dikonsumsi.
Beberapa di antaranya bahkan disarankan untuk tidak dipesan sama sekali, bukan karena rasanya yang kurang enak, melainkan karena alasan kesehatan dan kebersihan yang mungkin belum banyak diketahui penumpang. Para pramugari, sebagai garda terdepan layanan penerbangan, akhirnya membocorkan apa saja makanan dan minuman yang sebaiknya kamu hindari selama penerbangan. Penasaran apa saja? Yuk, simak daftarnya!
1. Kopi dan Teh: Bukan Sekadar Minuman Hangat Biasa
Secangkir kopi atau teh hangat memang sering jadi pilihan favorit, apalagi saat penerbangan pagi yang panjang. Aroma kopi yang semerbak atau kehangatan teh bisa memberikan kenyamanan tersendiri di udara. Namun, mantan pramugari Alex Quigley punya saran penting yang mungkin akan membuatmu berpikir dua kali sebelum memesannya.
Menurutnya, air panas yang digunakan untuk menyeduh kopi dan teh di pesawat berasal dari tangki air "potable" yang ternyata jarang sekali dibersihkan. "Tidak ada yang tahu kapan terakhir kali tangki air itu dicuci," ujarnya, mengungkapkan fakta mengejutkan yang jarang diungkap ke publik. Kondisi tangki yang jarang dibersihkan ini berpotensi menjadi sarang bakteri, yang tentu saja bisa berdampak buruk bagi kesehatanmu.
Lebih parahnya lagi, Alex menambahkan bahwa sisa kopi tidak boleh dibuang ke saluran pembuangan biasa di dapur pesawat, melainkan harus dibuang ke toilet. Ini menunjukkan betapa rumitnya proses penanganan limbah di pesawat. "Selama saya bekerja, saya tidak pernah melihat teko kopi dicuci bersih antara satu penerbangan dan lainnya," tambahnya. Bayangkan saja, sisa kopi dari penerbangan sebelumnya mungkin masih menempel di teko yang sama, siap digunakan untuk menyeduh minumanmu.
Risiko kesehatan yang mengintai dari air dan peralatan yang kurang bersih ini tentu tidak sebanding dengan kenikmatan sesaat dari secangkir kopi atau teh. Bakteri seperti E. coli atau salmonella bisa saja berkembang biak di lingkungan yang tidak steril, menyebabkan masalah pencernaan atau bahkan keracunan makanan di tengah penerbangan. Oleh karena itu, jika kamu ingin tetap terhidrasi dan aman, lebih baik pilih air mineral kemasan yang terjamin kebersihannya.
2. Camilan Berbau Tajam: Demi Kenyamanan Bersama
Camilan memang teman setia saat penerbangan, apalagi untuk mengusir kebosanan. Namun, pramugari juga menyoroti jenis camilan tertentu yang sebaiknya dihindari, terutama yang memiliki bau menyengat seperti corn nuts, bawang goreng, atau keripik berbumbu barbeque. Meskipun mungkin terasa lezat bagimu, aroma kuat dari camilan ini bisa menjadi masalah besar di dalam kabin pesawat.
"Begitu bungkusnya dibuka, baunya langsung menyebar ke seluruh kabin," kata seorang pramugari anonim kepada Delish. Ruangan kabin pesawat yang tertutup dan sistem sirkulasi udara yang terbatas membuat aroma kuat sulit hilang, bahkan bisa bertahan cukup lama. Hal ini tentu saja bisa mengganggu kenyamanan penumpang lain yang mungkin tidak menyukai bau tersebut, atau bahkan memicu mual bagi sebagian orang yang sensitif terhadap aroma.
Beberapa maskapai bahkan tetap menyajikan camilan beraroma kuat ini di kelas utama, padahal efeknya tetap sama: aromanya bisa mengganggu penumpang lain. Selain corn nuts, camilan dengan rasa bawang, bawang putih, atau keju yang menyengat juga sebaiknya dihindari. Bayangkan jika seluruh kabin dipenuhi berbagai aroma kuat dari makanan, tentu akan sangat tidak nyaman bagi semua orang.
Memilih camilan yang tidak berbau menyengat adalah bentuk etika dan toleransi terhadap sesama penumpang. Kamu bisa memilih camilan yang lebih netral seperti biskuit tawar, buah-buahan segar, atau kacang-kacangan tanpa bumbu yang kuat. Dengan begitu, pengalaman penerbangan akan lebih menyenangkan dan nyaman bagi semua orang di dalam pesawat.
3. Hidangan Daging: Pertimbangkan Kembali Pilihanmu
Saat makan di pesawat, hidangan daging seringkali menjadi pilihan utama bagi banyak penumpang. Namun, jika kamu ditawari pilihan menu daging, sebaiknya pikir ulang matang-matang. Menurut Alex Quigley, makanan berbahan daging sangat rawan masalah penyimpanan dan penanganan yang kurang optimal selama proses katering penerbangan.
"Kita tidak pernah tahu berapa lama makanan itu disimpan sebelum disajikan, apalagi jika terjadi penundaan atau gangguan teknis," katanya. Proses katering untuk pesawat sangat kompleks, melibatkan persiapan makanan jauh sebelum waktu keberangkatan, pendinginan, pengangkutan ke pesawat, dan kemudian pemanasan kembali di udara. Setiap tahapan ini memiliki potensi untuk masalah kontrol suhu, yang bisa memicu pertumbuhan bakteri berbahaya.
Risiko terbesar dari konsumsi hidangan daging yang tidak disimpan dengan baik adalah keracunan makanan. Bayangkan, keracunan makanan di ketinggian 30 ribu kaki adalah hal terakhir yang kamu inginkan. Gejala seperti mual, muntah, diare, atau kram perut bisa sangat menyiksa dan membuat penerbanganmu menjadi mimpi buruk. Apalagi, akses ke bantuan medis di pesawat sangat terbatas.
Untuk meminimalkan risiko ini, pramugari seringkali menyarankan untuk memilih opsi vegetarian atau vegan jika tersedia. Makanan berbasis sayuran cenderung lebih stabil dan memiliki risiko kontaminasi yang lebih rendah dibandingkan daging. Jika tidak ada pilihan lain, pastikan kamu memeriksa kondisi makanan sebelum mengonsumsinya dan jangan ragu untuk bertanya kepada pramugari jika ada keraguan. Lebih baik aman daripada menyesal di kemudian hari.
4. Makanan Pemicu Gas: Hindari Perut Kembung di Udara
Pernah merasa perut kembung dan tidak nyaman saat naik pesawat? Ternyata, hal itu bukan hanya karena kamu salah posisi duduk. Beberapa jenis makanan dan minuman yang kamu konsumsi sebelum atau selama penerbangan bisa menjadi pemicu utamanya. Kacang-kacangan, produk susu, soda, dan sayuran hijau seperti brokoli sebaiknya kamu hindari.
"Udara di kabin pesawat bersirkulasi terus-menerus dan tidak segar. Jika seseorang buang gas, udara itu akan terus berputar di sekitar kita," kata Quigley. Tekanan udara di kabin pesawat yang lebih rendah dibandingkan di darat memang dapat memengaruhi sistem pencernaan. Udara di dalam tubuh, termasuk gas di usus, akan mengembang sekitar 30 persen saat berada di ketinggian.
Akibatnya, perutmu akan terasa lebih kembung, begah, dan tidak nyaman. Selain mengganggu dirimu sendiri dengan rasa tidak enak di perut, gas yang keluar juga bisa mengganggu penumpang lain di ruang kabin yang terbatas. Bau tidak sedap akan sulit dihilangkan dan bisa membuat pengalaman penerbangan orang lain menjadi kurang menyenangkan.
Untuk menghindari masalah ini, ada baiknya kamu memilih makanan yang mudah dicerna dan tidak memicu produksi gas berlebih. Hindari makanan berserat tinggi yang sulit dicerna, minuman berkarbonasi, serta makanan yang dikenal sebagai pemicu gas bagi tubuhmu. Mengonsumsi air putih yang cukup dan bergerak sesekali di lorong pesawat juga bisa membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi penumpukan gas.
5. Minuman Beralkohol: Efeknya Lebih Kuat di Ketinggian
Meneguk segelas bir, wine, atau koktail mungkin terasa menyenangkan dan bisa membuatmu lebih rileks di udara. Namun, menurut para pramugari, alkohol justru memperburuk kondisi tubuh di ketinggian. "Tekanan udara yang rendah membuat tubuh sulit menyerap oksigen," ujar Quigley. Ini berarti, efek alkohol akan terasa lebih kuat dan lebih cepat membuatmu pusing atau mabuk dibandingkan saat kamu minum di darat.
Dehidrasi juga menjadi masalah serius. Udara di kabin pesawat sangat kering, dan konsumsi alkohol hanya akan mempercepat proses dehidrasi tubuhmu. Beberapa minuman seperti Bloody Mary, misalnya, bisa memperparah dehidrasi karena kadar garamnya yang tinggi. Dehidrasi bisa menyebabkan sakit kepala, kelelahan, dan memperburuk jet lag.
Campuran alkohol dengan jus jeruk atau minuman asam lainnya juga bisa meningkatkan kadar asam di lambung, yang berpotensi mengiritasi saluran pencernaanmu. Ini bisa menyebabkan mulas atau ketidaknyamanan perut yang tentu saja tidak diinginkan selama penerbangan. Kondisi tubuh yang tidak prima di ketinggian bisa membuatmu merasa sangat tidak enak badan.
"Kalau ingin tetap segar, cukup minum air putih," saran seorang pramugari. Air putih adalah pilihan terbaik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan meminimalkan efek negatif dari tekanan udara dan udara kering di kabin. Jika kamu memang ingin menikmati minuman beralkohol, pastikan untuk membatasinya dan selalu imbangi dengan banyak air putih. Kesehatan dan kenyamananmu selama penerbangan adalah prioritas utama.
Meskipun bepergian dengan pesawat adalah pengalaman yang menyenangkan, mengetahui rahasia kecil di balik layanan makanan dan minuman bisa membuat perjalananmu lebih aman dan nyaman. Dengan menghindari lima jenis makanan dan minuman ini, kamu tidak hanya menjaga kesehatan dirimu sendiri, tetapi juga turut menciptakan suasana penerbangan yang lebih menyenangkan bagi semua penumpang. Selamat terbang dan semoga perjalananmu menyenangkan!


















