Ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terus membayangi, ditambah tekanan ekonomi yang kian terasa, memang bisa jadi pemicu stres luar biasa. Banyak pekerja kini hidup dalam bayang-bayang kecemasan, takut kehilangan sumber penghasilan utama dan merasakan beban hidup yang terus meningkat. Tanpa disadari, tumpukan rasa khawatir ini bisa menggerogoti kesehatan mental kita.
Namun, bukan berarti kita harus pasrah dan membiarkan stres menguasai. Psikolog Arnold Lukito dari Tabula Rasa menegaskan bahwa stres akibat tekanan hidup dan ancaman PHK sebenarnya bisa dikendalikan. Kuncinya ada pada diri sendiri untuk menghalau rasa cemas yang berujung pada stres tersebut.
"Ada banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental agar tetap waras di masa penuh tekanan ini," kata Arnold saat dihubungi CNNIndonesia.com. "Dengan langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, pekerja bisa tetap tenang dan berpikir jernih meski tekanan ekonomi terus menekan."
Mari kita bedah tujuh trik jitu dari para ahli yang bisa jadi penyelamat mentalmu di tengah badai ketidakpastian ini.
Ancaman PHK Bikin Stres? Kamu Gak Sendirian!
Merasa cemas dan tertekan saat mendengar berita PHK di mana-mana adalah hal yang wajar. Banyak dari kita merasakan hal yang sama, seolah ada beban berat yang terus menekan pikiran dan hati. Namun, penting untuk diingat bahwa kamu tidak sendirian menghadapi situasi ini.
Mengakui perasaan cemas adalah langkah pertama untuk mengatasinya. Daripada memendam dan membiarkannya menumpuk, mari kita cari tahu cara-cara praktis untuk menjaga kesehatan mental agar tetap stabil dan produktif.
Rahasia #1: Jaga Tubuh, Jaga Jiwa: Tidur Cukup dan Rutin Bergerak
Tubuh yang sehat adalah fondasi utama bagi pikiran yang stabil dan jernih. Arnold Lukito menekankan betapa pentingnya tidur yang cukup dan rutin bergerak untuk menjaga keseimbangan mental kita. Kurang tidur bisa membuat kita lebih mudah marah, cemas, dan sulit fokus.
Cobalah untuk tidur 7-8 jam setiap malam secara konsisten. Selain itu, luangkan waktu untuk olahraga ringan seperti jalan cepat selama 20-30 menit setiap hari. Aktivitas fisik terbukti efektif menurunkan hormon stres kortisol dan memperbaiki suasana hati secara signifikan.
Jangan lupakan kekuatan sinar matahari pagi! Paparan cahaya matahari di pagi hari secara ilmiah terbukti dapat menurunkan gejala kecemasan dan depresi. Jadi, manfaatkan beberapa menit di pagi hari untuk berjemur atau sekadar menikmati udara segar di luar ruangan.
Rahasia #2: Kendalikan Pikiranmu dengan Jurnal dan Teknik Napas
Stres seringkali muncul karena pikiran kita dipenuhi hal-hal yang terasa di luar kendali. Arnold menyarankan untuk mulai menulis jurnal sederhana setiap hari sebagai salah satu cara efektif mengelola pikiran. Tuliskan hal-hal yang bisa kamu kendalikan, dan belajarlah melepaskan hal-hal yang berada di luar kuasamu.
"Ini membantu otak berhenti memutar kecemasan berulang dan memberikan perspektif yang lebih jernih," jelasnya. Selain itu, latihan napas bisa menjadi ‘pertolongan pertama’ saat kamu merasa stres melanda. Coba teknik napas 4-6 (tarik napas 4 detik, hembuskan 6 detik) atau square breathing dengan pola dua detik untuk setiap fase (tarik, tahan, hembus, tahan). Teknik ini membantu menenangkan sistem saraf dan mengembalikan fokusmu.
Rahasia #3: Filter Informasi, Jaga Ketenangan Mental
Terlalu banyak membaca berita negatif, terutama soal PHK atau kondisi ekonomi yang memburuk, justru bisa memperburuk kecemasanmu. Otak kita akan terus-menerus siaga, membuat kita cepat lelah secara mental dan emosional. Batasi paparanmu terhadap berita-berita semacam itu.
Pilihlah sumber berita yang informatif dan terpercaya, bukan yang memicu ketakutan atau sensasi. Gunakan media sosial secukupnya, hindari doomscrolling yang hanya akan menambah beban pikiran. Fokuslah pada informasi yang relevan dan konstruktif.
Rahasia #4: Siapkan ‘Plan B’ Agar Lebih Tenang Menghadapi Ketidakpastian
Rasa aman seringkali muncul dari persiapan yang matang. Arnold menyarankan para pekerja untuk mulai menyiapkan ‘plan B’ atau rencana cadangan agar pikiran lebih tenang. Ini bukan berarti kamu mengharapkan yang terburuk, melainkan mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan.
"Buat rencana finansial darurat, perbarui CV-mu secara berkala, dan jaga koneksi profesional," sarannya. Memiliki opsi kerja alternatif atau dana darurat yang cukup bisa sangat menenangkan pikiran. Langkah-langkah kecil ini membantu mengurangi rasa tidak pasti dan menumbuhkan kendali atas situasi.
Rahasia #5: Jangan Sendirian! Bangun Koneksi Sosial yang Kuat
Peneliti dari Health Collaborative Center, Ray Wagiu Basrowi, menegaskan bahwa koneksi sosial adalah benteng penting melawan stres. Jangan pernah menghadapi tekanan sendirian, karena itu hanya akan memperburuk keadaan. Berbagi cerita dengan teman kerja, keluarga, atau komunitas bisa menurunkan risiko depresi hingga 30 persen.
Ray mengutip studi dari Lancet Psychiatry tahun 2022 yang menunjukkan pentingnya dukungan sosial. Koneksi yang kuat menciptakan rasa ‘back-up emosional’ yang sangat berharga. Ini membantumu merasa didukung dan tidak sendirian saat menghadapi masa sulit, membuatmu lebih kuat dalam menghadapinya.
Rahasia #6: Fokus pada Apa yang Bisa Kamu Kontrol, Bukan yang Tidak
Ray Basrowi juga menekankan bahwa ada banyak hal di luar kendali kita, seperti keputusan perusahaan tentang PHK atau kondisi ekonomi global. Menguras energi mental untuk memikirkan hal-hal ini hanya akan sia-sia dan melelahkan. Sebaliknya, fokuslah pada hal-hal yang benar-benar bisa kamu kontrol.
Ini termasuk performa kerja, pengembangan keterampilan baru, dan menjaga kesehatan diri. Dengan mengalihkan energi mental pada hal-hal yang bisa kamu ubah, kamu akan merasa lebih berdaya dan tidak mudah terpuruk. Ini adalah strategi cerdas untuk menjaga energi mentalmu tetap optimal.
Rahasia #7: Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional? Jangan Ragu!
Meskipun sudah mencoba berbagai tips di atas, terkadang ada saatnya kita membutuhkan bantuan lebih. Jika kamu merasa sedih berkepanjangan, kehilangan semangat, sulit tidur, atau pikiran terasa gelap selama lebih dari dua minggu, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Psikolog atau konselor bisa memberikan dukungan dan strategi yang lebih terarah.
"Sehat mental di masa sulit bukan berarti tidak punya masalah, tapi tahu cara menjaga diri di tengah tekanan," kata Ray. Jangan tunggu sampai mentalmu benar-benar drop dan sulit diperbaiki. Mencari bantuan adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan, dan itu adalah langkah bijak untuk menjaga dirimu tetap utuh.
Menghadapi ancaman PHK dan tekanan ekonomi memang bukan perkara mudah, tapi kamu punya kekuatan untuk menjaga mentalmu tetap stabil. Dengan menerapkan tips-tips dari para ahli ini secara konsisten, kamu bisa melewati masa sulit ini dengan lebih tenang, aman, dan bahkan tetap produktif. Ingat, kesehatan mentalmu adalah prioritas!


















