banner 728x250

Musim Hujan Bikin Badan Lemas? Waspada, 8 Penyakit Ini Siap Mengintai Kesehatanmu!

musim hujan bikin badan lemas waspada 8 penyakit ini siap mengintai kesehatanmu portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Musim hujan seringkali membawa perubahan cuaca ekstrem, dari panas terik tiba-tiba diguyur hujan deras. Kondisi ini tak jarang membuat daya tahan tubuh kita menurun drastis dan lebih rentan sakit.

Bagi kamu yang tinggal di perkotaan, musim hujan identik dengan banjir, kemacetan, dan peningkatan risiko berbagai penyakit. Bukan air hujan itu sendiri penyebabnya, melainkan lingkungan lembap dan genangan air yang jadi sarang virus dan bakteri.

banner 325x300

Agar tidak mudah sakit, penting untuk mengenali penyakit-penyakit yang kerap menyerang di musim hujan. Berikut delapan penyakit yang perlu kamu waspadai, dilansir dari Kementerian Kesehatan.

1. Influenza

Flu atau influenza adalah penyakit langganan saat musim hujan tiba. Virus penyebabnya, seperti rhinovirus, sangat mudah menular melalui batuk, bersin, atau sentuhan pada benda yang terkontaminasi.

Gejala umumnya meliputi demam, bersin-bersin tak henti, nyeri sendi, hingga badan terasa tidak enak. Meskipun sering dianggap ringan, flu bisa berbahaya bagi penderita pneumonia.

Pastikan daya tahan tubuhmu kuat dengan konsumsi makanan bergizi. Istirahat cukup juga penting untuk mempercepat proses pemulihan.

2. Diare

Diare ditandai dengan buang air besar yang lebih sering dan encer dari biasanya. Ini disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri seperti Rotavirus, E. coli, dan Shigella.

Selain berisiko menyebabkan dehidrasi parah, diare juga bisa membuat tubuh kehilangan nutrisi penting. Selalu pastikan makananmu diolah dengan bersih dan biasakan mencuci tangan sebelum makan untuk mencegah penularannya.

3. Tipes

Kasus tipes di Indonesia cenderung meningkat drastis saat musim hujan, menurut penelitian The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Bakteri Salmonella typhi penyebabnya memang berkembang lebih cepat di udara lembap.

Gejala khasnya adalah demam tinggi yang naik-turun, terutama saat malam hari. Jika tidak segera diobati, tipes bisa memicu komplikasi serius seperti pneumonia atau radang jantung.

Pengobatan umumnya melibatkan antibiotik seperti ciprofloxacin atau azithromycin. Jangan tunda ke dokter jika kamu mengalami gejala ini.

4. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Genangan air di sekitar rumah adalah tempat favorit nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Nyamuk inilah yang menjadi vektor penularan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Selain demam tinggi, DBD juga ditandai nyeri otot dan sendi yang hebat. Pada kasus parah, DBD bisa menyebabkan pendarahan hingga berujung pada kematian.

Pencegahan utamanya adalah menerapkan 3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang tempat penampungan air. Jangan lupa juga menaburkan larvasida dan menjaga kebersihan lingkungan.

5. Leptospirosis

Dikenal juga sebagai penyakit kencing tikus, leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans. Bakteri ini berasal dari urine hewan pengerat yang mencemari air tergenang.

Gejalanya meliputi kulit menguning, mata merah, dan jantung berdebar. Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala ini.

Leptospirosis bisa sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan gagal ginjal atau kerusakan otak jika tidak ditangani dengan cepat.

6. Malaria

Nyamuk Anopheles, yang juga aktif di musim hujan, bisa menularkan parasit Plasmodium penyebab malaria. Gejala khasnya adalah demam menggigil hebat, nyeri otot, dan keringat berlebih.

Gejala ini biasanya muncul satu hingga empat minggu setelah gigitan nyamuk. Malaria ringan bisa diobati dengan primakuin, namun kasus berat memerlukan penanganan lebih intensif dengan artesunat.

7. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PTKM)

Penyakit yang sering disebut flu Singapura ini disebabkan oleh Enterovirus yang mudah menular di udara lembap. Gejala utamanya adalah ruam atau benjolan kecil di tangan, kaki, dan mulut, seringkali disertai nyeri tenggorokan.

Kebanyakan kasus PTKM akan sembuh dalam 7-10 hari. Namun, istirahat cukup dan asupan cairan memadai sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti meningitis.

8. Kolera

Di wilayah padat penduduk dengan sanitasi yang kurang baik, bakteri Vibrio cholerae sangat mudah berkembang biak saat musim hujan. Bakteri ini bisa mencemari air minum dan makanan.

Kolera menyebabkan diare berat, dehidrasi ekstrem, bahkan hipoglikemia. Kunci pencegahannya adalah menjaga kebersihan air dan makanan yang kamu konsumsi.

Jika terinfeksi, pasien harus segera mendapatkan cairan elektrolit dan antibiotik sesuai anjuran dokter untuk menghindari kondisi yang lebih parah.

Musim hujan memang membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan. Namun, dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, kamu bisa tetap sehat dan produktif.

Pastikan kebersihan lingkungan selalu terjaga, terapkan pola makan sehat, dan konsumsi air bersih yang cukup. Langkah sederhana ini akan jadi perisai ampuh melindungimu dari berbagai penyakit yang mengintai di musim hujan.

banner 325x300