Pernahkah kamu terbangun atau sedang beraktivitas, lalu tiba-tiba menemukan memar biru keunguan di kulit tanpa tahu kapan atau bagaimana kamu mendapatkannya? Fenomena memar mendadak tanpa sebab jelas ini ternyata cukup umum, terutama di kalangan orang dewasa hingga lansia. Jangan panik dulu, ada beberapa alasan di baliknya.
Secara umum, memar terjadi ketika pembuluh darah kecil atau kapiler di bawah permukaan kulit pecah akibat benturan atau cedera. Darah kemudian merembes keluar dari pembuluh dan terperangkap di bawah kulit, menciptakan bercak merah atau kebiruan yang kita kenal sebagai memar. Seiring waktu, tubuh akan menyerap kembali darah tersebut, dan memar pun menghilang.
Namun, bagaimana jika tidak ada benturan sama sekali? Memar yang muncul begitu saja bisa jadi indikasi dari beberapa kondisi yang mungkin belum kamu sadari. Yuk, kita telusuri lebih dalam apa saja penyebabnya.
Mengapa Kita Lebih Gampang Memar Seiring Usia?
Seiring bertambahnya usia, kulit kita cenderung menjadi lebih tipis dan kehilangan sebagian lapisan lemak pelindung yang bertugas melindungi pembuluh darah. Kolagen, protein yang menjaga elastisitas dan kekuatan kulit, juga berkurang produksinya. Akibatnya, pembuluh darah menjadi lebih rentan pecah meski hanya karena tekanan ringan atau bahkan tanpa sebab yang jelas.
Tak heran jika orang tua seringkali lebih mudah memar dibanding mereka yang berusia lebih muda. Kulit yang menipis ini membuat kapiler lebih terekspos dan kurang terlindungi dari kerusakan. Ini adalah proses alami yang sulit dihindari, namun penting untuk menyadarinya.
Efek Samping Obat-obatan dan Suplemen
Beberapa jenis obat-obatan dan suplemen ternyata bisa memengaruhi kemampuan darah untuk membeku, sehingga membuatmu lebih rentan memar. Obat-obatan seperti antikoagulan (pengencer darah), obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau aspirin, dan kortikosteroid, dapat mengganggu proses pembekuan darah. Ketika darah sulit membeku, sedikit kebocoran dari pembuluh darah bisa langsung menumpuk di bawah kulit dan membentuk memar.
Suplemen tertentu seperti minyak ikan, bawang putih, atau ginkgo biloba juga memiliki efek pengencer darah ringan. Jika kamu sedang mengonsumsi salah satu dari jenis obat atau suplemen ini dan sering mengalami memar tanpa sebab, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa mengevaluasi dosis atau mencari alternatif yang lebih aman.
Waspada Gangguan Pembekuan Darah
Memar yang mudah muncul bisa jadi pertanda adanya gangguan pendarahan atau pembekuan darah yang mendasari. Beberapa kondisi langka yang berkaitan dengan hal ini antara lain hemofilia, trombositopenia, atau defisiensi faktor V.
Hemofilia adalah kondisi genetik langka di mana tubuh kekurangan faktor pembekuan darah tertentu, menyebabkan pendarahan berlebihan dan memar yang parah. Sementara itu, trombositopenia terjadi ketika jumlah trombosit (sel yang membantu pembekuan darah) dalam tubuh sangat rendah. Defisiensi faktor V adalah kondisi langka lain di mana seseorang kekurangan protein pembekuan faktor V. Jika kamu sering mengalami memar yang tidak wajar, disertai pendarahan lain seperti mimisan atau gusi berdarah, segera periksakan diri ke dokter untuk diagnosis yang tepat.
Sepsis: Infeksi Serius yang Menimbulkan Memar
Sepsis adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika tubuh merespons infeksi dengan cara yang merusak jaringan dan organ tubuhnya sendiri. Infeksi ini bisa menyebabkan penumpukan racun dalam darah atau jaringan. Salah satu gejala yang mungkin muncul pada penderita sepsis adalah bercak darah kecil mirip tusukan jarum, atau bercak ungu yang bisa berkembang menjadi memar lebih besar.
Bercak-bercak ini seringkali muncul di area yang luas dan bisa menyebar dengan cepat. Sepsis, yang juga dikenal sebagai keracunan darah, adalah kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala sepsis seperti demam tinggi, detak jantung cepat, sesak napas, kebingungan, dan muncul memar aneh, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis.
Peran Penting Vitamin C dan K
Pola makan yang buruk dan kekurangan nutrisi tertentu juga bisa menjadi penyebab memar tanpa sebab. Dua vitamin yang berperan penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan proses pembekuan darah adalah vitamin C dan K.
Vitamin C sangat vital untuk produksi kolagen, yang merupakan komponen utama pembuluh darah. Kekurangan vitamin C dapat membuat pembuluh darah menjadi rapuh dan mudah pecah, sehingga memicu memar. Sementara itu, vitamin K berperan krusial dalam produksi protein pembekuan darah. Defisiensi vitamin K bisa menyebabkan masalah pendarahan dan memar yang tidak biasa. Pastikan asupan vitamin C dan K-mu cukup dengan mengonsumsi buah-buahan sitrus, sayuran hijau gelap, dan sumber nutrisi lainnya.
Indikasi Penyakit Hati atau Ginjal
Organ hati dan ginjal memiliki peran vital dalam tubuh, termasuk dalam proses pembekuan darah. Kerusakan pada hati, misalnya akibat sirosis, dapat menghambat kemampuannya untuk memproduksi protein yang diperlukan untuk pembekuan darah. Akibatnya, penderita penyakit hati seringkali mudah memar.
Orang dengan penyakit ginjal kronis juga bisa lebih gampang memar. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan pada elastisitas kulit dan efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi untuk mengatasi kondisi ginjal. Beberapa obat untuk penyakit hati atau ginjal juga dapat memengaruhi fungsi trombosit dan proses pembekuan darah. Jika kamu memiliki riwayat penyakit hati atau ginjal dan sering mengalami memar, penting untuk mendiskusikan hal ini dengan doktermu.
Memar yang muncul tiba-tiba tanpa benturan memang bisa membuat khawatir. Namun, dengan memahami berbagai penyebab di atas, kamu bisa lebih waspada dan mengambil langkah yang tepat. Jika memar yang muncul sering, besar, disertai nyeri, atau ada gejala lain yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat.


















