banner 728x250

Jangan Asal Pilih! Spatula Dapur Ini Diam-diam Bisa Picu Kanker & Gangguan Hormon

jangan asal pilih spatula dapur ini diam diam bisa picu kanker gangguan hormon portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Sering memasak di dapur? Mungkin kamu tidak menyadari bahwa salah satu alat paling esensial yang kamu gunakan setiap hari, spatula, bisa menyimpan bahaya tersembunyi. Pemilihan bahan spatula ternyata tidak bisa dianggap remeh, karena berpotensi menjadi sumber masalah kesehatan serius bagi kamu dan keluarga.

Ahli biomedik dari IPB University, Benedikta Diah Saraswati, telah memperingatkan tentang potensi risiko ini. Bahan yang kamu pilih untuk spatula bisa jadi penentu kesehatan jangka panjang. Jadi, sudah saatnya kita lebih cermat dalam memilih alat masak yang satu ini.

banner 325x300

Bahaya Tersembunyi di Balik Spatula Plastik Kesayangan

Banyak dari kita mungkin akrab dengan spatula berbahan plastik karena harganya yang terjangkau dan ringan. Namun, menurut Diah, spatula plastik berpotensi mengalami degradasi termal saat terpapar panas. Ini berarti ikatan kimia di dalam polimer plastik bisa terurai.

Ketika ikatan kimia ini pecah, senyawa berbahaya bisa terlepas dan mencemari makanan yang sedang kamu olah. Bayangkan saja, setiap kali kamu mengaduk tumisan panas atau menggoreng dengan spatula plastik, ada kemungkinan racun-racun kecil ini ikut berpindah ke piringmu.

Mengenal Lebih Dekat Senyawa Berbahaya dari Plastik

Senyawa berbahaya yang mungkin muncul dari degradasi termal spatula plastik tidak main-main. Beberapa di antaranya adalah bisphenol A (BPA), ftalat, formaldehida, dan amina aromatik. Nama-nama ini mungkin terdengar asing, tapi dampaknya bagi tubuh sangat nyata.

BPA, misalnya, dikenal luas sebagai pengganggu kerja hormon tubuh, terutama hormon estrogen. Paparan BPA dalam jangka panjang dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang serius, mulai dari gangguan kesuburan, resistensi insulin, hingga masalah perkembangan janin pada ibu hamil. Bahkan, risiko kanker pun bisa meningkat akibat paparan senyawa ini.

Tidak hanya BPA, ftalat juga merupakan kelompok bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik lebih fleksibel. Paparan ftalat telah dikaitkan dengan masalah perkembangan pada anak-anak, gangguan reproduksi, dan bahkan masalah pernapasan seperti asma. Formaldehida, meskipun sering dikaitkan dengan bahan pengawet, juga bisa dilepaskan dari plastik yang terdegradasi dan bersifat karsinogenik.

Amina aromatik, senyawa lain yang mungkin terlepas, juga memiliki potensi karsinogenik. Artinya, senyawa-senyawa ini berisiko memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh kita. Jadi, spatula plastik yang terlihat biasa saja itu bisa jadi menyimpan bom waktu kesehatan yang berbahaya.

Ancaman Mikroplastik yang Tak Kasat Mata

Diah juga menyoroti bahaya lain yang sering terabaikan, terutama saat spatula plastik mulai menunjukkan tanda-tanda meleleh atau aus. Kondisi ini akan melepaskan monomer sisa yang bersifat neurotoksik, artinya dapat merusak sistem saraf, dan juga bersifat karsinogenik.

Bayangkan, kamu mungkin secara tidak sadar mengonsumsi partikel plastik kecil setiap kali menggunakan spatula yang sudah mulai rusak. Gesekan panas dari spatula berbahan plastik juga dapat melepaskan partikel mikroplastik yang ukurannya sangat kecil, bahkan tak kasat mata. Partikel-partikel ini bisa tertelan bersama makanan.

Setelah tertelan, partikel mikroplastik ini tidak hanya sekadar lewat. Mereka bisa menembus dinding usus, masuk ke aliran darah, dan bahkan mengendap di jaringan tubuh kita. Kehadiran mikroplastik dalam tubuh dapat memicu stres oksidatif dan peradangan kronis.

Peradangan kronis ini pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan sel, gangguan imun, hingga sindrom metabolik yang kompleks. Ini adalah ancaman jangka panjang yang bisa mempengaruhi kualitas hidup kita secara keseluruhan, hanya karena pilihan spatula yang kurang tepat.

Pilihan Spatula yang Aman dan Sehat Menurut Ahli

Melihat berbagai risiko yang ditimbulkan oleh spatula plastik, lalu apa pilihan terbaik yang direkomendasikan? Diah menyarankan untuk beralih ke spatula berbahan silikon atau kayu. Kedua bahan ini dianggap lebih aman dan minim risiko bagi kesehatan.

1. Spatula Silikon Murni
Silikon murni adalah pilihan yang sangat baik karena sifatnya yang tahan panas tinggi dan tidak reaktif. Menurut Diah, silikon yang murni tidak memicu stres oksidatif atau gangguan hormonal, sehingga aman digunakan dalam jangka panjang untuk berbagai jenis masakan.

Spatula silikon juga fleksibel, tidak menggores permukaan wajan anti lengket, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu memilih silikon food-grade yang berkualitas tinggi untuk memastikan keamanannya.

2. Spatula Kayu
Spatula kayu adalah pilihan klasik yang juga aman. Kayu adalah bahan alami yang tidak akan meleleh atau melepaskan senyawa kimia berbahaya ke makanan. Selain itu, spatula kayu tidak akan menggores wajan anti lengketmu.

Namun, spatula kayu memerlukan perawatan khusus. Kayu bersifat berpori, sehingga bisa menyerap bau atau warna makanan jika tidak dicuci bersih. Pastikan untuk mencucinya segera setelah digunakan dan mengeringkannya dengan baik untuk mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur.

3. Spatula Logam (Stainless Steel)
Meskipun tidak disebutkan secara spesifik dalam kutipan ahli, spatula logam, terutama yang terbuat dari stainless steel berkualitas tinggi, juga merupakan pilihan yang sangat aman dan tahan lama. Stainless steel tidak reaktif terhadap makanan dan sangat mudah dibersihkan.

Namun, ada satu kekurangan: spatula logam bisa menggores permukaan wajan anti lengket. Jadi, jika kamu sering menggunakan wajan anti lengket, sebaiknya kombinasikan dengan spatula silikon atau kayu.

Tips Memilih dan Merawat Spatula Agar Tetap Aman

Memilih spatula yang tepat memang penting, tapi merawatnya juga tak kalah krusial. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

Untuk Spatula Silikon:

  • Perhatikan Harga dan Bau: Diah mengingatkan untuk berhati-hati dengan spatula silikon berharga murah. Pasalnya, bisa jadi bahan silikon yang digunakan telah bercampur dengan bahan plastik. "Jika silikon berubah warna, terlalu murah, atau berbau kimia menyengat, kemungkinan besar mengandung campuran plastik," ujarnya. Silikon murni tidak berbau dan biasanya memiliki harga yang sedikit lebih tinggi.
  • Cek Kualitas: Pastikan ada label "food-grade" atau sertifikasi keamanan lainnya. Lakukan tes sederhana: tekuk spatula silikon. Jika ada bagian putih yang terlihat saat ditekuk, itu bisa jadi tanda ada campuran pengisi plastik.

Untuk Spatula Kayu:

  • Pilih Kayu Padat: Pilih spatula dari kayu yang padat dan tidak mudah retak.
  • Cuci Bersih: Selalu cuci spatula kayu dengan air sabun hangat segera setelah digunakan.
  • Keringkan Sempurna: Keringkan spatula kayu dengan baik sebelum disimpan untuk mencegah pertumbuhan jamur atau bakteri. Sesekali, kamu bisa mengolesinya dengan minyak mineral food-grade untuk menjaga kelembaban dan mencegah retak.

Untuk Semua Jenis Spatula:

  • Periksa Kondisi Rutin: Periksa spatula secara rutin. Jika ada retakan, goresan dalam, atau tanda-tanda kerusakan lainnya, segera ganti. Kerusakan pada spatula bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri atau memudahkan pelepasan partikel berbahaya.
  • Hindari Panas Berlebih: Meskipun silikon dan logam tahan panas, hindari membiarkan spatula terlalu lama di dalam panci panas tanpa pengawasan.
  • Penyimpanan yang Tepat: Simpan spatula di tempat yang bersih dan kering.

Jaga Kesehatan Keluarga, Mulai dari Dapurmu

Kesehatan adalah investasi paling berharga. Terkadang, ancaman datang dari hal-hal kecil yang tidak kita duga, seperti spatula di dapur. Dengan memilih spatula yang tepat dan merawatnya dengan baik, kamu sudah mengambil langkah besar untuk melindungi diri dan keluarga dari paparan zat berbahaya.

Jangan biarkan kebiasaan lama atau harga murah mengorbankan kesehatanmu. Mulai sekarang, cek kembali spatula yang kamu miliki di dapur. Beralihlah ke pilihan yang lebih aman seperti silikon murni, kayu, atau stainless steel. Ingat, dapur yang sehat adalah awal dari keluarga yang sehat!

banner 325x300