Kota New York, yang seringkali digadang-gadang sebagai "kota terhebat di dunia," ternyata harus puas menempati peringkat kedua dalam daftar 100 kota global terbaik terbaru. Sebuah laporan prestisius yang dirilis oleh Resonance Consultancy, perusahaan konsultasi global terkemuka, mengungkap fakta menarik ini.
Laporan bertajuk "2026 World’s Best Cities Report" tersebut secara resmi menobatkan London sebagai jawara. Ini adalah kali ke-11 berturut-turut ibu kota Inggris itu berhasil mempertahankan posisinya di puncak, sebuah pencapaian yang luar biasa dan menunjukkan dominasinya di kancah global.
London: Sang Raja yang Tak Tergoyahkan
London sekali lagi membuktikan mengapa ia layak menyandang gelar "The Capital of Capitals." Keberhasilannya mendominasi skor tertinggi, terutama dalam kelompok penilaian Prosperity (Kemakmuran), menjadi kunci utama. Kota ini terus menjadi magnet global yang menarik berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pengusaha, wisatawan, hingga konglomerat.
Daya tarik London tak hanya terletak pada sejarah dan budayanya yang kaya, tetapi juga pada visi masa depannya yang ambisius. Laura Citron, CEO London & Partners, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, London telah meluncurkan rencana 10 tahun ke depan. Targetnya tak main-main: mencatat rekor jumlah perusahaan skala besar yang berbasis di London, memperluas jangkauan global, serta meningkatkan jumlah wisatawan dan investasi hingga 10 miliar pound sterling.
New York: Detak Jantung Amerika yang Abadi
Meskipun harus merelakan posisi puncak kepada London, New York City (NYC) berhasil naik satu peringkat ke posisi kedua tahun ini. Laporan Resonance Consultancy menjuluki NYC sebagai "detak jantung Amerika yang abadi," sebuah julukan yang memang menggambarkan semangat kota ini. Kota ini dipuji karena penolakannya untuk "bermain sesuai skrip siapa pun," yang justru menjadi aset terbesarnya.
Pariwisata menjadi salah satu pilar utama yang menopang vitalitas NYC. Dengan hampir 65 juta pengunjung pada tahun 2024 dan sekitar 64,1 juta diperkirakan pada tahun 2025, sektor ini menghasilkan pendapatan lebih dari US$70 miliar bagi kota. Angka-angka ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik New York sebagai destinasi global, meskipun ada tantangan dan persaingan ketat dari kota-kota lain.
Paris dan Kota-kota Lain di Papan Atas
Di posisi ketiga, ada ibu kota Prancis, Paris. Kota romantis ini dipuji karena transformasinya yang mengesankan, berhasil memadukan nuansa historisnya yang mendalam dengan inovasi sebagai laboratorium urban futuristik. Paris terus beradaptasi dan berevolusi, menawarkan pengalaman yang unik bagi setiap pengunjungnya.
Peringkat kota-kota global ini tidak hanya sekadar daftar, melainkan cerminan dari dinamika global yang terus berubah. Setiap kota memiliki karakteristik unik yang membuatnya menonjol, baik dari segi ekonomi, budaya, infrastruktur, maupun kualitas hidup. Persaingan antar kota untuk menarik talenta, investasi, dan wisatawan semakin ketat.
Metodologi Pemeringkatan yang Komprehensif
Resonance Consultancy tidak sembarangan dalam menyusun daftar prestisius ini. Mereka menggunakan metode pemeringkatan yang sangat komprehensif untuk "2026 World’s Best Cities Report." Metode ini menggabungkan berbagai data, mulai dari data pengguna global, statistik kota, hingga penelitian-penelitian lain yang sesuai hak milik baru.
Salah satu elemen penting dalam metodologi ini adalah survei yang dilakukan oleh konsultan riset Ipsos. Survei tersebut melibatkan lebih dari 21.000 responden dari 30 negara, memastikan bahwa penilaian tidak hanya berdasarkan data keras, tetapi juga persepsi dan pengalaman masyarakat global. Ini memberikan gambaran yang lebih holistik tentang daya tarik dan kualitas sebuah kota.
Bagaimana dengan Jakarta? Posisi Mengejutkan di Tengah Persaingan Global
Bagi masyarakat Indonesia, pertanyaan tentang posisi Jakarta tentu menjadi sorotan utama. Dalam laporan ini, Jakarta berhasil menempati peringkat ke-53. Posisi ini menempatkan ibu kota kita satu tingkat di bawah Guangzhou dan satu peringkat di atas Delhi, India. Sebuah pencapaian yang patut diperhitungkan di tengah persaingan kota-kota besar dunia.
Di kawasan Asia Tenggara, posisi Jakarta masih berada di bawah beberapa tetangganya yang lebih dulu dikenal secara global. Kuala Lumpur menduduki peringkat ke-50, Bangkok di posisi ke-22, dan Singapura berhasil masuk jajaran Top 10 di peringkat ke-6. Ini menunjukkan bahwa Jakarta masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar ketertinggalan dari kota-kota regional lainnya.
Namun, ada kabar baik yang patut dibanggakan. Sepanjang riset peringkat kota oleh Resonance Consultancy, Jakarta baru dua kali berhasil masuk jajaran 100 teratas. Pertama pada tahun 2023 di peringkat ke-89, dan tahun ini melonjak signifikan ke peringkat ke-53. Peningkatan 36 peringkat dalam setahun adalah bukti nyata dari perkembangan dan potensi Jakarta.
Yang lebih menarik, Jakarta bahkan mengungguli beberapa kota penting lainnya di dunia. Ibu kota Amerika Serikat, Washington DC, berada di peringkat ke-57, sementara Taipei menduduki urutan ke-63. Ini menunjukkan bahwa Jakarta memiliki keunggulan tertentu yang diakui secara global, meskipun mungkin belum sepopuler kota-kota lain.
Peningkatan peringkat Jakarta ini bisa menjadi indikasi positif bagi citra dan daya saing kota di mata dunia. Ini bisa menarik lebih banyak investasi, talenta, dan wisatawan, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kota. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana Jakarta bisa terus mempertahankan momentum positif ini dan meningkatkan kualitasnya di berbagai sektor.
Masa Depan Kota-kota Global
Laporan "World’s Best Cities Report 2026" bukan hanya sekadar daftar peringkat, melainkan sebuah barometer yang menunjukkan tren dan arah perkembangan kota-kota di seluruh dunia. Kota-kota yang berhasil menempati posisi teratas adalah mereka yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan menawarkan kualitas hidup serta peluang yang menarik bagi penduduk maupun pengunjungnya.
Bagi Jakarta, pencapaian ini adalah langkah maju yang signifikan. Dengan terus berbenah dan fokus pada pembangunan berkelanjutan, bukan tidak mungkin Jakarta akan terus naik peringkat dan semakin diakui sebagai salah satu kota terbaik di dunia di masa mendatang.


















