banner 728x250

Demi Kesan Pertama Calon Mertua, Pria Ini Nekat Operasi Bypass Lambung, Berujung Maut

demi kesan pertama calon mertua pria ini nekat operasi bypass lambung berujung maut portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kisah pilu datang dari China, di mana seorang pria bernama Li Jiang (bukan nama sebenarnya) harus meregang nyawa setelah menjalani prosedur operasi bypass lambung. Tragisnya, keputusan ekstrem ini diambil demi satu tujuan mulia: ingin tampil lebih baik dan memberikan kesan positif di mata calon mertuanya, sebagai persiapan menuju jenjang pernikahan.

Kisah Li Jiang: Perjuangan Melawan Berat Badan dan Cinta yang Menggantung

Li Jiang, pria asal Xinxiang, Provinsi Henan, telah lama berjuang melawan obesitas. Dengan berat badan mencapai 134 kg, ia menghadapi tantangan besar dalam mengendalikan kebiasaan makannya. Perjuangan ini bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kepercayaan dirinya.

banner 325x300

Namun, secercah harapan muncul ketika Li menjalin hubungan asmara yang serius. Hubungannya berjalan baik, dan keduanya berencana untuk saling bertemu orang tua masing-masing. Momen penting inilah yang memicu keinginan Li untuk melakukan perubahan drastis dalam hidupnya.

Kakak laki-laki Li menceritakan bahwa adiknya sangat antusias dengan hubungan ini. Ia ingin tampil prima dan sehat di hadapan keluarga kekasihnya, sebuah langkah penting dalam persiapan pernikahan mereka. "Semuanya berjalan baik, jadi dia ingin menurunkan berat badan sebelum bertemu orang tuanya. Dia melakukannya karena sedang mempersiapkan pernikahan," ujar sang kakak, menggambarkan motivasi mendalam Li.

Keputusan Berani: Operasi Bypass Lambung sebagai Jalan Pintas?

Terdesak oleh waktu dan keinginan kuat untuk memberikan kesan terbaik, Li Jiang memutuskan untuk menempuh jalan pintas: operasi bypass lambung. Prosedur ini, yang termasuk dalam jenis operasi bariatrik, dirancang untuk membantu individu dengan obesitas ekstrem menurunkan berat badan secara signifikan. Dengan mengecilkan ukuran lambung, pasien hanya bisa menampung sedikit makanan, sehingga asupan kalori berkurang drastis.

Operasi bariatrik biasanya direkomendasikan bagi mereka yang telah mencoba berbagai metode penurunan berat badan, seperti olahraga dan diet ketat, namun tidak berhasil. Ini juga menjadi pilihan terakhir bagi individu dengan indeks massa tubuh (IMT) sangat tinggi atau yang memiliki komplikasi kesehatan serius akibat obesitas. Bagi Li, operasi ini mungkin terasa seperti satu-satunya solusi untuk mencapai tujuannya dalam waktu singkat.

Kronologi Tragis: Dari Harapan Menuju Duka

Pada tanggal 30 September 2025, Li Jiang dirawat di Ninth People’s Hospital di Zhengzhou untuk menjalani prosedur bypass lambung. Operasi berhasil diselesaikan dua hari kemudian, pada 2 Oktober 2025. Setelah operasi, Li dipindahkan ke ruang ICU untuk pemulihan intensif sebelum akhirnya dipindahkan ke bangsal umum keesokan harinya, 3 Oktober 2025.

Namun, harapan itu tidak berlangsung lama. Pada 4 Oktober 2025, kondisi Li tiba-tiba memburuk secara drastis. Ia ditemukan telah berhenti bernapas, sebuah kejadian mengerikan yang membuat tim medis segera bertindak. Li segera dilarikan kembali ke ICU dalam kondisi kritis.

Sayangnya, segala upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawanya. Pada 5 Oktober 2025, Li Jiang dinyatakan meninggal dunia akibat gagal napas. Impiannya untuk membangun keluarga dan memberikan kesan terbaik di hadapan calon mertua sirna begitu saja, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kekasihnya.

Riwayat Kesehatan Li Jiang: Faktor Risiko yang Tak Bisa Diabaikan

Kematian Li Jiang memunculkan banyak pertanyaan, terutama mengenai kelayakan kondisi kesehatannya sebelum operasi. Dari catatan medis yang ada, diketahui bahwa Li memiliki riwayat kenaikan berat badan progresif yang disertai mendengkur saat tidur selama setahun terakhir. Ini adalah indikasi awal adanya masalah pernapasan terkait obesitas.

Selain itu, Li juga pernah dirawat di rumah sakit dengan diagnosis sindrom metabolik, sebuah kondisi kompleks yang meliputi berbagai masalah kesehatan seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) dan perlemakan hati (fatty liver). Kondisi-kondisi ini secara signifikan meningkatkan risiko komplikasi selama dan setelah operasi besar seperti bypass lambung. Riwayat medis ini menjadi sorotan utama dalam investigasi penyebab kematiannya.

Pertanyaan yang Menggantung: Kelalaian atau Risiko yang Tak Terhindarkan?

Keluarga Li Jiang merasa terpukul dan mempertanyakan beberapa hal krusial. Mereka ragu mengenai kelayakan kondisi Li sebelum operasi dilakukan, mengingat riwayat kesehatannya yang kompleks. Selain itu, penanganan komplikasi pascaoperasi juga menjadi tanda tanya besar bagi mereka.

Menanggapi keraguan keluarga, pihak rumah sakit melalui Jimu News menyatakan bahwa mereka telah meninjau kasus ini secara menyeluruh. Menurut pihak rumah sakit, pasien telah memenuhi indikasi klinis yang jelas untuk menjalani operasi. Mereka juga menegaskan bahwa tim medis telah merespons dengan cepat dan tepat saat kondisi pasien memburuk.

Untuk mencari kejelasan dan keadilan, pada 10 Oktober 2025, rumah sakit dan keluarga Li Jiang sepakat untuk menyerahkan kasus ini kepada Komisi Kesehatan setempat. Komisi ini akan melakukan otopsi guna menentukan penyebab pasti kematian Li. "Laporan otopsi akhir akan menjadi dasar paling otoritatif untuk menentukan penyebab kematian," kata pihak rumah sakit, menekankan pentingnya hasil investigasi ini.

Respons Publik dan Pelajaran Berharga

Kabar tragis kematian Li Jiang dengan cepat menyebar dan menuai berbagai respons dari netizen di China. Banyak yang menyampaikan simpati, namun tak sedikit pula yang menyoroti risiko yang melekat pada operasi semacam ini. Beberapa netizen menunjukkan pemahaman terhadap risiko medis, sementara yang lain memberikan peringatan.

"Selalu ada risiko kematian dengan operasi semacam ini. Dokter dapat melakukan yang terbaik, tetapi tidak ada jaminan," ungkap seorang netizen, menunjukkan realitas pahit dari prosedur medis invasif. Komentar lain menyoroti pentingnya pendekatan alami: "Operasi selongsong lambung tetaplah operasi, dan mengandung risiko. Jika Anda dapat menurunkan berat badan secara alami, lakukanlah."

Kisah Li Jiang menjadi pengingat pahit tentang tekanan sosial dan pribadi yang seringkali mendorong seseorang untuk mengambil keputusan ekstrem demi penampilan. Ini juga menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang risiko medis, konsultasi yang komprehensif, dan prioritas kesehatan jangka panjang di atas keinginan sesaat. Semoga kematian Li Jiang menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang tentang batas-batas keinginan dan realitas kesehatan.

banner 325x300