banner 728x250

Bukan Cuma Wanita! Pria Juga Bisa Kena Kanker Payudara, Ini Penyebab & Gejalanya!

bukan cuma wanita pria juga bisa kena kanker payudara ini penyebab gejalanya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Selama ini, kanker payudara selalu identik dengan kaum hawa. Namun, tahukah kamu bahwa penyakit mematikan ini ternyata juga bisa menyerang pria? Ya, anggapan bahwa kanker payudara hanya milik wanita adalah sebuah mitos yang perlu diluruskan.

Fakta mengejutkan ini seringkali luput dari perhatian, menyebabkan banyak pria tidak menyadari risiko yang mengintai. Padahal, kewaspadaan dini adalah kunci untuk penanganan yang efektif, seperti halnya pada wanita.

banner 325x300

Kanker Payudara Pria, Fakta yang Sering Terlupakan

Meskipun kasusnya tidak sebanyak pada wanita, bukan berarti pria sepenuhnya aman dari ancaman kanker payudara. Dokter Spesialis Bedah Umum Eka Hospital Depok, Feyona Heliani Subrata, menegaskan bahwa fenomena ini nyata dan perlu perhatian serius.

Menurut Dr. Feyona, di Indonesia sendiri, persentase kasus kanker payudara pada pria berkisar antara 5 hingga 7 persen dari total keseluruhan kasus. Angka ini mungkin terlihat kecil, namun menunjukkan bahwa risiko itu ada dan tidak bisa diabaikan begitu saja.

Bahkan, Dr. Feyona sendiri pernah menangani dua pasien pria yang didiagnosis menderita kanker payudara. Kedua pasien tersebut, yang berusia sekitar 40-50 tahun, hingga kini masih aktif menjalani perawatan intensif untuk melawan penyakitnya. Kisah mereka menjadi bukti nyata bahwa kanker payudara pada pria bukanlah sekadar teori, melainkan sebuah realita medis yang membutuhkan kewaspadaan.

Kenapa Pria Bisa Kena Kanker Payudara? Ternyata Ini Alasannya!

Lantas, apa yang membuat pria bisa terkena kanker payudara? Jawabannya sederhana: pria, sama seperti wanita, juga memiliki kelenjar payudara. Meskipun struktur payudara pria tidak sebesar atau sekompleks wanita, keberadaan kelenjar ini sudah cukup untuk menjadi tempat berkembangnya sel kanker.

Dr. Feyona menjelaskan bahwa selama ada kelenjar payudara, potensi tumbuhnya kanker akan selalu ada, terlepas dari jenis kelamin. Beberapa faktor risiko juga diidentifikasi dapat memicu munculnya kanker payudara pada pria.

Salah satunya adalah penggunaan obat-obatan hormonal, terutama steroid. Obat-obatan ini, yang sering disalahgunakan untuk membentuk otot atau tujuan lain, dapat mengganggu keseimbangan hormon alami tubuh. Ketidakseimbangan ini, terutama peningkatan kadar estrogen, diyakini berperan dalam memicu pertumbuhan sel kanker pada jaringan payudara pria.

Tak hanya itu, paparan radiasi, baik dari perawatan medis sebelumnya maupun lingkungan, juga menjadi faktor risiko yang signifikan. Radiasi dapat merusak DNA sel dan memicu mutasi yang berujung pada kanker.

Yang paling relevan bagi banyak pria modern adalah kebiasaan mengonsumsi suplemen peningkat massa otot yang mengandung hormon saat nge-gym. Dr. Feyona secara khusus menyoroti adanya korelasi kuat antara praktik ini dengan peningkatan risiko kanker payudara. Suplemen semacam ini, yang seringkali tidak diawasi ketat, dapat membanjiri tubuh dengan hormon sintetis yang berpotensi merusak sel-sel kelenjar payudara.

Sering Telat Dideteksi, Ini Gejala Kanker Payudara pada Pria yang Wajib Kamu Waspadai

Salah satu masalah terbesar dalam penanganan kanker payudara pada pria adalah keterlambatan deteksi. Karena kurangnya kesadaran dan stigma yang melekat, banyak pria tidak pernah menyangka bahwa benjolan di area dada mereka bisa menjadi sesuatu yang serius.

Awalnya, benjolan ini seringkali berukuran kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit. Ini membuat banyak pria cenderung mengabaikannya atau menganggapnya sebagai hal biasa. Mereka mungkin merasa malu atau menganggapnya sebagai masalah ‘wanita’, padahal ini adalah masalah kesehatan serius yang bisa menimpa siapa saja.

Seiring berjalannya waktu, benjolan bisa membesar, menyebabkan kulit di sekitarnya meregang, dan akhirnya menimbulkan rasa nyeri. Dr. Feyona mengungkapkan bahwa banyak pasien pria yang datang sudah dalam stadium lanjut karena mengira benjolan itu hanyalah nyeri otot akibat olahraga, memar karena benturan, atau benjolan lemak biasa. Padahal, tanda-tanda inilah yang sebenarnya menjadi alarm awal kanker payudara.

Selain benjolan, ada beberapa tanda lain yang perlu diwaspadai. Perubahan pada puting, seperti tertarik ke dalam (retraksi puting), kemerahan, atau keluarnya cairan abnormal, juga bisa menjadi indikasi. Kulit di sekitar payudara yang tampak berlesung (dimpling) atau seperti kulit jeruk juga patut dicurigai.

Pengobatan dan Tingkat Bahaya: Sama dengan Wanita, Jangan Anggap Remeh!

Jika sudah terdiagnosis, prosedur pengobatan kanker payudara pada pria tidak berbeda jauh dengan wanita. Dr. Feyona menjelaskan bahwa langkah pertama yang umum dilakukan adalah operasi untuk mengangkat sel kanker. Operasi pengangkatan kanker, yang bisa berupa lumpektomi (pengangkatan benjolan saja) atau mastektomi (pengangkatan seluruh payudara), akan disesuaikan dengan ukuran dan penyebaran kanker.

Setelah operasi, jika hasil patologi menunjukkan bahwa sel kanker bersifat ganas, pasien akan direkomendasikan untuk menjalani terapi lanjutan. Terapi ini bisa berupa kemoterapi atau radioterapi, tergantung pada kondisi dan stadium kanker.

Penting untuk diingat, tingkat bahaya kanker payudara pada pria sama seriusnya dengan wanita. Keduanya sama-sama berpotensi mengancam jiwa, tergantung pada stadium saat terdeteksi dan jenis sel kankernya. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menganggap enteng.

Pesan Penting: Jangan Tunda Periksa Jika Ada Perubahan di Dada!

Melihat fakta-fakta di atas, pesan Dr. Feyona sangat jelas dan penting untuk kita semua, terutama para pria. Jangan pernah menyepelekan setiap perubahan yang terjadi di area dada. Jika kamu menemukan benjolan yang tidak biasa, baik itu kecil, tidak sakit, atau bahkan sudah mulai nyeri, segera periksakan diri ke dokter.

Pria juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin, mirip dengan wanita, untuk mendeteksi dini adanya kelainan. Semakin cepat kanker payudara terdeteksi, semakin besar pula peluang untuk sembuh total. Menunda pemeriksaan hanya akan memperburuk kondisi dan memperkecil harapan. Jadi, jangan tunggu sampai benjolan membesar atau rasa nyeri tak tertahankan. Kesehatanmu adalah prioritas!

banner 325x300