Rebecca Klopper, aktris muda yang namanya semakin bersinar, ternyata punya rahasia destinasi favorit di Singapura. Bukan tempat wisata mainstream yang selalu ramai, melainkan sebuah kawasan yang berhasil mencuri hatinya dengan pesona "warna-warni" yang unik dan tak terlupakan. Becca, sapaan akrabnya, mengaku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
Kawasan yang dimaksud adalah Joo Chiat, sebuah distrik di Katong yang memang dikenal dengan kekayaan budaya dan arsitektur khasnya. Setiap kali membahas pengalamannya di Negeri Singa, nama Joo Chiat selalu terucap dengan penuh antusiasme dari bibirnya. Penasaran kenapa Joo Chiat begitu spesial bagi Rebecca Klopper?
Rebecca Klopper dan Pesona Joo Chiat yang Memikat
Pengalaman syuting di Singapura baru-baru ini membuka mata Rebecca Klopper akan banyak tempat baru. Meskipun sudah sering berkunjung ke Singapura, ada satu lokasi yang benar-benar membekas di benaknya dan membuatnya ingin kembali lagi. "Aku tuh belum hafal banget (destinasi wisata di Singapura) ya, karena ini kemarin tuh baru pertama kali aku ke banyak tempat," ungkap Becca saat berbincang dengan CNNIndonesia.com di Jakarta.
Namun, dari sekian banyak tempat yang ia kunjungi, Joo Chiat menjadi pengecualian yang istimewa. "Tapi aku paling suka, yang paling nyangkut di otak aku itu Joo Chiat," tambahnya dengan mata berbinar, menunjukkan betapa kuatnya kesan yang ditinggalkan oleh kawasan tersebut. Antusiasme Becca jelas terpancar saat ia menceritakan pengalaman serunya di sana.
Mengapa Joo Chiat Begitu Istimewa di Mata Becca?
Joo Chiat bukan sekadar deretan bangunan biasa; ia adalah jantung budaya Peranakan di Singapura. Di sinilah akulturasi antara keturunan China dengan budaya lokal menciptakan sebuah warisan yang tak ternilai, tercermin dalam setiap sudut jalan dan arsitektur bangunannya yang memukau. Becca sendiri mengakui bahwa Joo Chiat menawarkan pengalaman yang berbeda dari destinasi lainnya.
"Joo Chiat itu banyak makanan, banyak tempat foto-foto yang lucu-lucu, banyak yang gedung warna-warni gitu," cerita perempuan berketurunan Jawa-Australia ini. Keindahan visual yang memanjakan mata dan keragaman aktivitas di sana menjadi daya tarik utama yang membuatnya betah berlama-lama, bahkan ingin kembali lagi.
Deretan rumah toko (ruko) dan bungalow Peranakan bergaya kolonial menjadi ciri khas yang tak bisa dilewatkan. Bangunan-bangunan ini dicat dengan warna-warna cerah yang memanjakan mata, dilengkapi hiasan dan motif-motif rumit yang memikat setiap pasang mata yang memandang. Bahkan, lantai keramik di bawahnya turut menambah kesan manis dan otentik pada setiap bangunan, seolah mengajak kita menyelami masa lalu.
Keunikan arsitektur dan nuansa sejarah yang kuat inilah yang membuat Joo Chiat terasa begitu hidup dan berbeda dari area lain di Singapura. Rebecca Klopper tampaknya menemukan sebuah "dunia lain" di tengah modernitas Singapura yang serba cepat. Ia merasa terhubung dengan atmosfer yang tenang namun penuh warna di kawasan tersebut, menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi.
Surga Kuliner dan Belanja Unik yang Bikin Ketagihan
Bukan hanya pemandangan yang memukau, Joo Chiat juga menawarkan pengalaman kuliner yang tak kalah menggoda dan bikin ketagihan. Becca mengungkapkan bahwa kawasan ini adalah surga bagi para pencinta makanan. Berbagai pilihan kuliner lezat tersedia, mulai dari hidangan lokal otentik hingga internasional, siap memanjakan lidah setiap pengunjung yang datang.
Selain itu, Joo Chiat juga menjadi magnet bagi mereka yang gemar berbelanja barang-barang unik dan khas. "Terus juga banyak store-store yang jual barang-barang lucu, yang handmade Singapura gitu, seru," imbuhnya. Toko-toko kecil yang menjual kerajinan tangan khas Singapura, seperti batik Peranakan, perhiasan, atau barang dekorasi rumah, menjadi daya tarik tersendiri, menawarkan suvenir yang tak biasa dan penuh makna.
Pengalaman berburu barang-barang otentik ini memberikan nilai tambah bagi kunjungan Becca, yang memang menyukai hal-hal non-mainstream. Ia mencari sesuatu yang memiliki cerita di baliknya, dan Joo Chiat berhasil memenuhi ekspektasinya akan sebuah destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan indah.
Bukan Cuma Joo Chiat, Becca Juga Temukan ‘Dunia Lain’ di Singapura
Meskipun Joo Chiat adalah favorit utamanya, Rebecca Klopper juga punya selera unik dalam memilih destinasi. Ia menyukai daerah-daerah yang memiliki suasana berbeda atau terkesan antimainstream, yang tidak banyak diketahui orang. Saat syuting di Singapura, selain Joo Chiat, Becca juga menemukan satu daerah lain yang berhasil membuatnya terpukau.
"Sama aku lupa, pokoknya ada salah satu daerah syuting juga yang isinya restoran-restoran, itu juga aku suka banget karena di situ kayak bukan part of Singapore gitu lho, kayak different world, bagus banget," kenangnya. Ini menunjukkan bahwa Singapura menyimpan banyak kejutan tersembunyi bagi mereka yang mau menjelajah lebih jauh dari sekadar ikon-ikon terkenalnya.
Becca juga menyoroti kemajuan Singapura dalam menyediakan kuliner halal yang rasanya juara, sebuah poin penting bagi banyak wisatawan. Sebagai seorang yang senang kulineran, ia tak melewatkan kesempatan untuk mencoba berbagai hidangan lezat yang tersedia di mana-mana. Dari food court modern hingga jajanan pinggir jalan yang legendaris, Singapura selalu berhasil memuaskan selera makannya.
"Aku senang kulineran di food court. Terkadang saat berjalan menyusuri daerah sekitar, ia bisa menemukan jajanan lezat di pinggir jalan yang rasanya sangat enak," ujarnya. Daftar kuliner favoritnya di Singapura pun semakin panjang setelah kunjungan terakhirnya, menambah alasan untuk kembali lagi.
Alasan Rebecca Klopper Selalu Ingin Kembali ke Singapura
Lebih dari sekadar destinasi wisata dengan pemandangan indah dan kuliner lezat, Singapura juga meninggalkan kesan mendalam bagi Rebecca Klopper karena faktor-faktor lain. Ia memuji budaya disiplin waktu dan kerapian negara ini yang patut diacungi jempol. Lingkungan yang tertata rapi dan efisiensi dalam segala hal membuat pengalaman berlibur menjadi sangat nyaman dan bebas stres.
Kemudahan transportasi juga menjadi nilai plus di mata Becca, terutama bagi para pelancong. "Transportasi di Singapura juga mudah dipahami untuk pelancong yang baru pertama kali mengunjungi Singapura," jelasnya. Sistem transportasi publik yang terintegrasi, informatif, dan sangat efisien membuat siapa pun, bahkan turis pemula, bisa menjelajah kota tanpa kesulitan berarti.
"I would always go back sih. Selain negaranya disiplin atas waktu, rapi, dan juga semuanya tuh dibuat mudah gitu lho untuk turis," pungkasnya. Rebecca merasa bahwa Singapura adalah destinasi yang sangat ramah bagi wisatawan, di mana segala fasilitas dirancang untuk memudahkan pengunjung, membuat setiap perjalanan terasa menyenangkan.
Kombinasi antara keindahan budaya Joo Chiat yang "warna-warni", beragamnya pilihan kuliner halal yang menggugah selera, serta efisiensi dan kerapian kota secara keseluruhan, menjadikan Singapura selalu punya tempat spesial di hati Rebecca Klopper. Tak heran jika ia selalu ingin kembali dan menjelajahi lebih banyak lagi pesona Negeri Singa ini, dan mungkin kamu juga akan merasakan hal yang sama!


















