banner 728x250

Titik Balik Sejarah? Inggris Akhirnya Akui Palestina, Setelah Seabad Penuh Kontroversi!

Peta wilayah mandat Inggris di Palestina dan sekitarnya pada masa lalu.
Peta wilayah mandat Inggris sebelum pengakuan Negara Palestina oleh Inggris.
banner 120x600
banner 468x60

Setelah penantian panjang dan sejarah yang berliku, Inggris akhirnya mengambil langkah bersejarah dengan mengakui Negara Palestina. Keputusan ini, yang diumumkan baru-baru ini oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menandai sebuah momen krusial dalam hubungan internasional dan upaya perdamaian di Timur Tengah. Langkah ini datang seabad setelah Deklarasi Balfour yang kontroversial.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, secara khusus menyoroti pengakuan ini dan hubungannya dengan Indonesia. Ia menegaskan bahwa keputusan London mencerminkan nilai-nilai bersama yang dianut Inggris dan Indonesia, terutama dalam hal perdamaian dan keamanan dunia. Hal ini menjadi elemen inti dalam Kemitraan Strategis kedua negara.

banner 325x300

Langkah Berani Inggris: Mengapa Sekarang?

Pengakuan Negara Palestina oleh Inggris bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah pernyataan politik yang kuat. Perdana Menteri Starmer, saat mengumumkan keputusan ini, menekankan bahwa langkah tersebut diambil untuk mendukung masa depan yang damai bagi Israel dan Palestina. Ini adalah upaya nyata untuk melindungi keberlangsungan solusi dua negara yang selama ini menjadi fokus utama komunitas internasional.

Keputusan ini juga dimaksudkan untuk menciptakan jalan menuju perdamaian abadi bagi kedua belah pihak. Inggris berjanji akan bekerja tanpa lelah sebagai bagian dari upaya internasional. Tujuannya adalah mendukung proses perdamaian dan melindungi hak-hak yang setara bagi rakyat Israel dan Palestina, sebuah komitmen yang telah lama dinanti.

Jejak Sejarah: Dari Deklarasi Balfour hingga Pengakuan

Untuk memahami signifikansi pengakuan ini, kita perlu melihat kembali sejarah yang kompleks. Tepat satu abad yang lalu, pada tahun 1917, pemerintah Inggris mengesahkan Deklarasi Balfour. Deklarasi ini secara terbuka menyatakan dukungan Inggris terhadap pembentukan "tanah air" bagi bangsa Yahudi di Palestina.

Pada masa itu, Inggris memang sedang menjajah beberapa wilayah di Timur Tengah, termasuk Palestina. Deklarasi Balfour kemudian menjadi tonggak awal pendirian negara Israel di tanah Palestina, di tengah persekusi yang dihadapi orang Yahudi oleh tentara Nazi Jerman di Eropa. Namun, deklarasi ini juga menjadi awal mula konflik berkepanjangan yang mengubah peta politik dan demografi kawasan.

Sejak Deklarasi Balfour, Israel terus mencaplok wilayah Palestina, hingga kini hanya tersisa daratan Tepi Barat dan Jalur Gaza yang terpisah. Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan dan ketegangan yang tak kunjung usai. Oleh karena itu, keputusan Inggris untuk mengakui Palestina sekarang, setelah satu abad penuh kontroversi, dianggap sebagai upaya untuk memperbaiki kesalahan sejarah dan mendorong keadilan.

Peran Indonesia dan Kemitraan Strategis

Duta Besar Jermey secara eksplisit menghubungkan keputusan Inggris ini dengan Indonesia. Ia menyatakan bahwa nilai-nilai bersama terkait perdamaian dan keamanan adalah inti dari Kemitraan Strategis antara Inggris dan Indonesia. Kemitraan ini sendiri baru dibentuk pada November 2024, setelah Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Keir Starmer sepakat untuk mempererat kerja sama.

Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, telah lama menjadi pendukung vokal kemerdekaan Palestina. Pengakuan Inggris ini selaras dengan posisi Indonesia yang konsisten menyerukan solusi dua negara dan hak-hak rakyat Palestina. Ini membuka peluang kerja sama yang lebih erat antara Jakarta dan London dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah.

Jermey percaya bahwa Inggris dan Indonesia mampu bekerja sama "tanpa lelah" untuk mendukung jalan menuju perdamaian dan melindungi hak yang setara bagi rakyat Israel dan Palestina. Ia menegaskan komitmen kedua negara untuk menciptakan dunia yang lebih aman bagi anak-anak dan generasi mendatang, sebuah visi yang ambisius namun sangat dibutuhkan.

Masa Depan Solusi Dua Negara dan Tantangannya

Keputusan bersejarah Inggris ini, yang juga diumumkan bersama Kanada dan Australia, diambil di tengah situasi yang terus memburuk di Jalur Gaza. Sementara itu, Israel terus memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat, yang semakin mempersulit implementasi solusi dua negara. Oleh karena itu, pengakuan ini diharapkan dapat memberikan momentum baru bagi upaya perdamaian.

Perdana Menteri Starmer dengan tegas menyatakan bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya jalan untuk mewujudkan perdamaian abadi. Solusi ini melibatkan Israel yang aman dan terjamin, berdampingan dengan negara Palestina yang berdaulat dan layak, yang dipimpin oleh Otoritas Palestina yang telah direformasi. Ini adalah visi yang diyakini banyak pihak sebagai kunci stabilitas jangka panjang.

Namun, jalan menuju perdamaian masih panjang dan penuh tantangan. Pengakuan dari negara-negara besar seperti Inggris adalah langkah penting, tetapi implementasinya membutuhkan komitmen kuat dari semua pihak, termasuk Israel dan Palestina sendiri. Dukungan internasional yang berkelanjutan, tekanan diplomatik, dan bantuan kemanusiaan akan menjadi krusial dalam mewujudkan visi ini.

Apa Selanjutnya? Harapan untuk Perdamaian Abadi

Pengakuan Inggris terhadap Palestina adalah sebuah sinyal kuat bagi komunitas internasional. Ini menunjukkan bahwa bahkan negara-negara yang memiliki sejarah kompleks dengan konflik ini pun melihat perlunya perubahan dan keadilan. Harapannya, langkah ini akan mendorong lebih banyak negara untuk mengikuti jejak Inggris, sehingga memberikan tekanan lebih besar untuk solusi yang adil dan berkelanjutan.

Kerja sama antara Inggris dan Indonesia dalam isu ini bisa menjadi contoh positif bagi dunia. Dengan nilai-nilai bersama dan komitmen terhadap perdamaian, kedua negara memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada terciptanya dunia yang lebih aman dan adil. Ini adalah harapan besar bagi rakyat Israel dan Palestina, yang telah lama mendambakan kedamaian dan hak-hak yang setara.

banner 325x300