banner 728x250

Terungkap! Ini Rencana 21 Poin Trump untuk Gaza yang Diserahkan ke Prabowo, Bakal Ubah Nasib Palestina?

Donald Trump bersama Benjamin Netanyahu di hadapan bendera AS dan Israel.
Donald Trump dan Benjamin Netanyahu bertemu di New York dalam rangka Sidang Majelis Umum PBB.
banner 120x600
banner 468x60

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengejutkan banyak pihak dengan mengajukan proposal perdamaian komprehensif. Proposal ini berisi 21 poin rencana pembangunan kembali Jalur Gaza, Palestina, yang diserahkan kepada para pemimpin negara Arab dan Muslim. Salah satu pemimpin yang menerima proposal penting ini adalah Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Pertemuan strategis ini berlangsung di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS, pada Rabu (24/9). Kehadiran Prabowo dalam pertemuan tersebut menunjukkan peran penting Indonesia dalam upaya perdamaian global.

banner 325x300

Pertemuan Penting di Sidang PBB: Prabowo Turut Hadir!

Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, menyatakan bahwa pertemuan yang melibatkan sembilan pemimpin negara ini menghasilkan "semacam terobosan." Ia optimistis bahwa hasilnya akan terlihat dalam beberapa hari ke depan, meskipun detail terobosan tersebut belum diungkap secara rinci. Witkoff menegaskan bahwa sesi tersebut sangat produktif dan berfokus pada "Rencana 21 Poin Trump untuk Perdamaian di Timur Tengah, di Gaza."

"Saya pikir rencana ini menjawab kekhawatiran Israel sekaligus juga para negara tetangga di kawasan," kata Witkoff, seperti dikutip dari CNN. Ia menambahkan bahwa pihaknya cukup percaya diri bahwa pengumuman terobosan akan segera dilakukan.

Selain Trump dan Prabowo, pertemuan eksklusif ini juga dihadiri oleh Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Raja Yordania Abdullah II, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. Hadir pula Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Syekh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, serta Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.

Menurut informasi dari Sekretariat Kabinet RI, pertemuan ini memang sengaja dihadiri secara terbatas. Hanya negara-negara yang dipandang memiliki potensi besar untuk membantu mewujudkan proses perdamaian di Timur Tengah yang diundang.

Apa Isi 21 Poin Rencana Damai Trump untuk Gaza?

Salah satu sumber yang mendapatkan penjelasan mengenai proposal ini memaparkan beberapa gagasan utama yang diajukan AS. Rencana ini mencakup sejumlah poin krusial yang sebelumnya sudah sering dibahas secara terbuka.

Poin-poin tersebut meliputi pembebasan seluruh sandera yang ditahan oleh Hamas dan gencatan senjata permanen di Jalur Gaza. Ini adalah langkah awal yang esensial untuk menghentikan konflik dan memulai proses pemulihan.

Rencana Trump juga menguraikan kerangka tata kelola pembangunan kembali Gaza tanpa campur tangan Hamas. Selain itu, ada usulan bagi Israel untuk secara bertahap menarik diri dari Jalur Gaza, menunjukkan komitmen terhadap otonomi wilayah tersebut.

Lebih lanjut, usulan Trump ini mencakup pembentukan pasukan keamanan baru. Pasukan ini akan terdiri dari warga Palestina serta gabungan tentara dari negara-negara Arab dan Muslim, untuk menjaga stabilitas dan keamanan di Gaza. Proposal tersebut juga mendorong bantuan pendanaan yang signifikan dari negara-negara Arab dan Muslim untuk mendukung pembangunan, pembentukan pemerintahan, dan administrasi baru di Gaza.

Reaksi Para Pemimpin Arab dan Muslim: Dukungan dan Syarat Tambahan

Menurut sejumlah sumber diplomat negara yang ikut dalam pertemuan, para presiden dan perdana menteri yang hadir pada prinsipnya mendukung sebagian besar isi rencana Trump ini. Namun, mereka juga mengajukan sejumlah usulan tambahan yang dianggap krusial.

Usulan-usulan ini antara lain mencakup jaminan dan larangan bagi Israel untuk mencaplok wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza Palestina. Mereka juga menekankan pentingnya mempertahankan status quo Yerusalem yang sensitif.

Selain itu, para pemimpin menuntut diakhirinya agresi brutal di Gaza dan pembebasan seluruh sandera Hamas. Ini menunjukkan bahwa perdamaian harus bersifat komprehensif dan adil bagi semua pihak.

Beberapa negara lain juga menekankan jaminan untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Gaza secara signifikan. Mereka juga mendesak penanganan persoalan permukiman ilegal Israel yang terus berkembang, serta mendesak Israel berhenti merusak status quo Masjid Al Aqsa yang merupakan situs suci bagi umat Islam.

Jaminan Trump dan Peran Penting Qatar

Melansir Axios, dua sumber memaparkan bahwa Trump turut menegaskan kepada para pemimpin Arab dan Muslim bahwa ia akan menjamin dan tak akan membiarkan Israel menganeksasi sebagian Tepi Barat. Jaminan ini menjadi poin penting yang dapat meredakan kekhawatiran di kawasan.

Menurut salah satu sumber regional, Qatar dalam pertemuan ini juga menawarkan untuk terus berperan sebagai mediator antara Israel dan Hamas. Namun, tawaran ini diajukan dengan syarat mereka mendapat jaminan keamanan dari ancaman serangan Israel lagi. Peran Qatar sebagai mediator sangat vital dalam proses perdamaian yang kompleks ini.

Harapan Baru dari Eropa dan Langkah Selanjutnya

Para pemimpin yang hadir sepakat untuk kembali bertemu dengan Trump guna membahas kelanjutan upaya perdamaian tersebut. Ini menunjukkan adanya komitmen serius dari semua pihak untuk mencari solusi.

Sejumlah negara Eropa juga menerima ringkasan umum rencana yang diajukan pemerintahan Trump ini. Dua diplomat Eropa mengatakan kepada CNN bahwa mereka menilai rencana tersebut mencerminkan upaya baru yang otentik untuk mengakhiri konflik.

Rencana ini juga berpotensi mencegah Israel mencaplok lebih jauh wilayah Tepi Barat, sebuah kekhawatiran besar di komunitas internasional. Dilansir Axios, ini merupakan pertama kalinya Trump menyampaikan rencana resmi AS untuk mengakhiri agresi brutal Israel di Jalur Gaza. Dengan demikian, proposal ini membuka lembaran baru dalam upaya mencari perdamaian abadi di Timur Tengah.

banner 325x300